Posterous theme by Cory Watilo

Marhaban Ya Ramadhan 1432 H

Bulan Ramadhan jatuh pada bulan Agustus dan tepat pada tanggal 1. Dan makin seru lagi,. hari dimana kelahiranku 7 Agustus dilalui dengan berpuasa, puasa dari segala yang berbau 'senang-senang'. Subhanallah... 

Tak hanya aku, antusias masyarakat pun mulai membuatku merinding [hehe, lebayatun],. Mulai dari membuka usaha musiman yaitu dengan menjual jajanan, makanan, maupun minuman saat menjelang buka puasa sekitar jam 16.00 hingga bedug dipukul.

Puasa, menahan segala sesuatu yang membatalkannya. Pun semua orang tau apa puasa itu,.

Makan, minum, marah, secara umum itulah yang tidak diperbolehkan selama kita berpuasa. Makan, pengalaman yang berharga di bulan ini, yaitu tentang makan yang baik. “Berhentilah makan sebelum kenyang”,

 kalimat ini terngiang slalu tapi akupun belum taw sebenarnya bagaimana makna yang tersembunyi dari kalimat tersebut. Suatu ketika, benar-benar lapar, makananpun cukup tersedia dengan berbagai ragam, dan pikiran serta mulutpun mampu melahap itu semua, namun apa yang terjadi,.,.,.,., ternyata perut gag mau nerima yang sudah ku lahap,. Perut melilit, keluar masuk restroom pun ku jalani hingga tiga kali,. Tapi melilit belum berkurang. Ku ambil botol beling lalu kuisi dengan air panas dari termos di dapur, kututup botol itu, lalu ku letakkan di sekitar wilayah perut yang melilit. Reaksi yang muncul, terasa ada penekanan di perut, dan memaksaku untuk batuk,. Entah batuk [beneran] ato batuk-batukan [bo’ongan]. Alhasil, makanan-makanan itupun kembali lewat mulut dengan bentuk yang berbeda. Astaghfirullah….. Dari pengalaman sakit itu, mulai tahu apa arti dan makna dari kalimat “Berhentilah makan sebelum kenyang”.

Belokan-belokan menuju batalnya puasa sangat amat banyak sekali,. Terutama soal pembicaraan, maklum jika kaum hawa saling bertemu, topic pembicaraan bisa ngalor ngidul, dan bisa-bisa ujung-ujungnya ngrasani orang. Naudzubillah.. tapi memang susah sebenarnya kalog gag diri sendiri yang memaksa untuk diam [mulut],. Setidaknya bicara dengan topic yang baik pula.

Diam,. Tidak hanya mulut,. Tetapi juga nafsu,. Nafsu ingin belanja [maklum, di mall lagi banyak-banyaknya diskon yang nangkring, apalagi barangnya limited, hmm], nafsu amarah [udah lapar, dahaga, tapi buat gara-gara yang mengundang emosi].. hmm susah niy solusinya selain memperbanyak dzikir kepada Allah SWT. dan galakkan di hati kita tuk membaca satu ayat Al-Quran dalam sehari,. 

Setidaknya, kita tidak lupa siapa pencipta kita, dan kita akan kembali kepada-Nya dengan tangan kosong, hanya dengan amal perbuatan di dunia.

Melihatlah ke bawah, masih banyak orang-orang yang tidak memiliki apa yang kita punya [dalam hal materi]. Namun tidak hanya melihat [dengan mata], tapi juga hati. Yaitu dengan cara memberi shodaqoh dalam bentuk apapun [tidak terbatas], bisa berupa uang atau baju yang masih layak pakai. Dalam memberi shodaqoh pun juga tak terbatas hanya kepada orang fakir miskin semata, tetapi masjid yang membutuhkan bantuan dana pembangunan.

Alhamdulillah….. dari awal bulan Ramadhan sampai hari ini,. Sahur dan buka puasa masih diberi kebersamaan dengan keluarga, meski hanya lauk yang sederhana, tapi dengan makan bersama ibu, bapak, adik laki-laki, semakin istimewa lauk tersebut.

 Tidak lupa takjil kurma yang dihidangkan saat buka puasa bersama serbat blewah mengiringi santapan pelepas dahaga

serta ditemani tontonan “Saung Sule” trans7.. inilah kebiasaan kami, jika jam 17.00 tontonan TV menayangkan channel lain, kami tidak enggan tuk mengambil remote TV [entah dari meja maupun tangan orang lain] dan kemudian beralihlah ke channel trans7 dengan menekan tombol 7 [nomor 7 pada remote menunjukkan channel trans7]. Tidak hanya menjelang buka puasa, bahkan saat sahur pun hal itu juga terjadi, Sahurnya Opera Van Java senantiasa menemani kami,. Dan lucunya orang-orang rumah ikutan joget saat ‘Time is…. Quis’ dan saat membacakan nomor telepon yang di-lagu-kan,., hahhahahhahhahahha… [ngetik sambil senyum-senyum sendiri..]

Semoga Ramadhan tahun ini lebih baik dari Ramadhan di tahun-tahun sebelumnya.

===Amiiin Ya Robbal ‘Alamiin===

 

 

 

Purple Love Movie

Film_purple_love

Sebuah film terbaru yang mempunyai genre drama ramance kini akan hadir menemani anda di bioskop kesayangan indonesia, anda pasti kaget karena bintang dalam film ini adalah pasha dan personil ungu yang sangat terkenal itu.

Dalam film purple love di bintangi oleh Pasha, Nirina Zubir, Oncy, Kirana Larasati, Makki, Enda Rowman, Henidar Amroe, Qory Sandioriva, Djenar Maesa Ayu, Untuk bagian Sutradara Guntur Soeharjanto, dan sebagai penulis Cassandra Massardi, di bawah ini adalah cerita film purple love :

Malam itu seharusnya menjadi malam paling indah dalam hidup PASHA. Bersama sahabat-sahabatnya, MAKKI, ONCI, ROWMAN dan ENDA, Pasha sudah merencanakan untuk melamar kekasihnya LISA (Qory Sandioriva). Namun ternyata, di hari yang sama juga, Lisa memutuskan hubungan karena memilih untuk bersama laki-laki lain. Pasha pun shock dan patah hati. Makki pun mempunyai ide untuk menghubungi sebuah agency yang bekerja untuk mengembalikan motivasi orang. Agency ini dimiliki oleh TALITA (Nirina Zubir), seorang gadis cantik yang eksentrik. Talita menyanggupi untuk mengembalikan Pasha kembali seperti dulu. Ia pun dengan berbagai caranya yang unik berhasil membuat Pasha mau bangkit, tapi tetap saja tidak bisa menyembuhkan patah hati Pasha. Akhirnya Talita berkesimpulan, Pasha baru akan bisa sembuh total kalau berhasil menemukan cinta yang baru. Talita pun menjodohkan Pasha dengan kliennya yang lain, SHELLY (Kirana Larasati), seorang gadis lucu naif dan sangat romantis.

Tapi ternyata nasib berkata lain. Shelly justru jatuh cinta dengan ONCI, dan Onci juga merasakan hal yang sama. Merasa tidak enak dengan Pasha dan teman-temannya, Onci dan Shelly pun backstreet. Talita pun kebingungan saat Shelly menyatakan tidak mau dijodohkan dengan Pasha. Maksud hanya ingin menghibur Pasha, Talita menyadari kalau ia sebetulnya mencintai Pasha. Pasha sendiri, yang tidak tahu kalau selama ini Talita menjalankan tugas dari teman-temannya, betul-betul mulai merasa jatuh cinta dengan Talita.

Pasha pun melamar Talita. Semua sepertinya berjalan sempurna untuk Talita. Akhirnya ia bisa mendapatkan cinta sejati. Namun semua berubah saat Lisa kembali untuk Pasha. Sepertinya tugas Talita, yaitu mengembalikan kebahagiaan Pasha dengan memberinya cinta akan bisa diselesaikan dengan kembalinya Lisa.

Bad Guy episode 17

Jae In dan Tae Sung berpencar mencari Gun Wook di sekitar RSJ. Tae Sung mencarinya di halaman luar di tengah hujan dan Jae in di sepanjang selasar dan lorong RSJ. Diantara para pasien. Tapi nihil, Gun Wook tidak ada diantara mereka.

Ny. Shin masuk ke kantornya dan mendapat telp dari orang suruhannya. Shim Gun Wook menghilang. Ny. Shin berusaha menyalakan lampu tapi sepertinya lampu di gedung itu mati karena petir. Ny. Shin masuk dan ketika kilat menyambar, cahayanya menerpa kursi putarnya. Ny. Shin melihat ada sesosok pria duduk membelakanginya dan ia terperanjat, itu Shim Gun Wook!
Ny. Shin antara takut dan marah, lalu ia memberanikan diri mendekati kursi itu dan memutarnya. Ternyata kosong! What?

Ny. Shin kaget dan ia melihat Gun Wook berjalan menjauh. Berhenti!! kata Ny. Shin dan ia meraih lengan Gun wook, Shim Gun Wook...Lalu tiba-tiba lenyap (sudah semakin aneh saja). Kemudian terdengar rekaman suara Ny. Shin : Apa kau pikir aku akan membiarkan orang yang mencari perkara denganku? ...dst (rekaman ketika Ny. Shin menyuruh Kim membunuh Gun Wook). Ny. Shin ketakutan, dan ia melihat sekeliling ruangan-nya dan berteriak :

"Apa kau pikir aku takut? Kau juga, seperti orang tuamu 20 tahun lalu, harus dilenyapkan Shim Gun Wook. Keluar!!" Shim Gun Wook keluar!!! KELUAR!!!

Ny. Shin mencari sumber suara dan mengacak lacinya, lalu menemukan rekaman-nya.

Jae In dan Tae sung gagal menemukan Gun Wook. Gwak menelepon Jae In, dan Jae in berkata aku ke RSJ tapi Gun Wook menghilang.

Kemudian seseorang masuk ke apartemen Gun Wook.

Tae Sung mengantar Jae In ke apartemen Gun Wook, menolak untuk masuk dan tidak ingin bertemu Gun Wook lagi (Tae Sung memang tidak ketemu Gun Wook lagi selamanya, jadi ice-cream date itu yang terakhir.) dan ia sadar Jae In tidak mencintainya, jadi Tae sung meyakinkan Jae In kalau dia tidak akan menemui Jae In lagi. Aku memutuskanmu, kata Tae Sung. Cepat sana pergi, Shim Gun Wook membutuhkanmu.

Jae In lalu beranjak tapi ia menoleh lagi, Terima Kasih Tae Sung. Jae In pergi. Tae Sung terlihat terluka tapi ia akhirnya tersenyum dan masuk mobil. Hanya...makanan Jae in ternyata ketinggalan di mobilnya. (asyik....)

Jae In masuk ke apartemen Gun Wook, berharap menemukan pria itu tapi bukan Gun Wook yang ia temui. Tae Ra ada di depan Wall-of-crime-nya Gun Wook.
Tae Ra : Apa ini?
Jae In : Kalau kau bertemu Gun Wook, tanyakan sendiri.
Tae Ra kaget : Apa dia masih hidup?

Jae In membenarkan, hanya kondisinya tidak baik, ia bahkan tidak mengenaliku.
Tae Ra berkata kalian berdua, sepertinya jauh lebih dekat dari yang kupikirkan. Dan apa ini semua, Gun Wook mendekatiku dan kau mendekati Tae sung, apa kalian berdua sudah merencanakan semua ini, untuk menjebak keluargaku?

Jae In : Kau hanya marah karena merasa dikibuli kan? Tapi bagaimana dengan Gun wook, bagaimana dengan lukanya?
Tae Ra : Untuk orang yang akan menikah dengan Tae sung..
Jae In : Aku putus dengan Tae Sung.

Tae Ra terkejut dan dengan sinis berkata, jadi karena Tae sung bukan putra kandung ayahku maka keinginanmu untuk menikahinya juga lenyap?
Jae In baru tahu itu dan ia heran, Tae sung bukan anak presiden Hong? Tae Ra : Tae sung sendirian sekarang. Apa kau tidak mempertimbangkan perasaan Tae sung?
Jae In : Ada orang yang jauh lebih penting bagiku sekarang, aku tidak peduli bagaimana posisi Tae Sung lagi.

Lalu Gwak menelepon Jae In dan berkata mereka memindahkan Gun Wook ke RS lain. Jae in merasa lega. Tae Ra mendengarkan percakapan itu dengan wajah cemburu.

Sementara itu, Tae sung makan sendirian, ia menikmati masakan Jae In dan bergumam : Aku pikir rasanya tidak enak. (iklan Tupperware dulu hehe..tapi memang bagus sih lunch box-nya Jae in, ah dasar ibu2 tea..)

Detektif Gwak dan Lee masih di kamar RS Gun Wook dan Gwak melihat kamera kecil ditempel di speaker. Suster masuk dan menyerahkan amplop pada Gwak, detektif, saya lupa, penjaga Gun Wook pesan untuk memberikan ini pada Anda. setelah dibuka ternyata isinya rekaman.
Gwak : Detektif Lee..
Lee : Ya Pak
Gwak : Buat surat penahanan.
Lee : Untuk siapa?

Kedua detektif menunggu Ny. Shin : Nyonya, anda ditahan dengan tuduhan pembunuhan.

Ny. Shin ada di ruang pemeriksaan bersama Gwak. Tentu saja Ny. Shin kita tidak mau menjawab apapun pertanyaan Gwak. Tunggu Pengacaraku. Gwak juga kesal dan mengajukan pertanyaan : Shin Myung Won-sshi, sebutkan nama anda!
Ny. Shin mendengus, kau sudah tahu tapi masih tanya. Gwak : Ini untuk membuat BAP! Lalu pengacara Ny. Shin datang.

Tae Ra menunggu di luar dan mengamati ibunya. Pengacaranya keluar dan berkata pada Tae Ra kalau kondisinya tidak bagus. Mereka punya bukti yang memberatkan Ny. Shin.

Tae Sung masuk dan ia kaget mendengar kalau Ny. Shin mencoba membunuh Gun Wook. Tae sung tahu kalau Gun Wook punya bukti untuk mendakwa Ny. Shin, dan ini mengesalkan Tae sung. Aku harus bertemu si brengsek itu.

Won In mencoba jam pemberian Tae Sung dan mengaguminya. Kakaknya berkata ia akan mengembalikan jam itu, simpan kembali. Won In protes, apa tidak sayang? Tapi Jae In tidak mempedulikannya.

Partner Gun Wook dan Sekretaris Kim bertemu, mereka memiliki semua data tentang Ny. Shin. Keduanya ternyata kerja sama.

Partner Gun Wook berkata : Gun Wook sangat terkejut ketika tahu kalau Tae sung juga korban sama seperti dirinya. Ny. Shin ini ..bagaimana ia bisa menyimpan rahasia selama itu. Bagaimana satu orang saja bisa menyebabkan penderitaan banyak orang.

Kemudian...Shim Gun Wook, sehat dan waras, jalan masuk ke apartemennya. Bagaimana orang jalan bisa sedemikian menarik? hahahaha...
Melepas jasnya dan membantingnya di meja, minum air dan langsung masuk ke ruang "kerjanya"

Tae Sung berlari naik ke apartemen Gun Wook dan menggedor-gedor pintu apartemen-nya, Shim Gun Wook! buka! Kau puas sekarang? Buka! Apa ini karena kau sudah diusir keluar?

Gun Wook tidak mempedulikan Tae Sung dan di dalam, ia asyik dengan urusan-nya sendiri, membakar semua filenya di wall-of-crime itu. Dengan pemantik wasiatnya. (misteri pemantik Shim Gun Wook)

Suara Gun Wook : Bahkan hidup yang kau benci saat ini-pun adalah suatu kebohongan. Rasa sakit yang kau akibatkan dengan hidup sembrono tidak akan hilang. Apakah itu tidak adil? Itu tidak bisa diapa-apakan lagi. Itu kau dan itu aku.

Persidangan Ny. Shin.

Jaksa : Apakah terdakwa memerintah agar Shim Gun Wook dibunuh?
Ny. Shin menyangkalnya. Mengapa aku harus membunuhnya? Aku tidak kurang apa-apa dan dia pernah menjadi anak-ku.

Jaksa memberikan bukti rekaman pembicaraan Ny. Shin dengan Sekretaris Kim, ketika menyuruh membunuh Gun Wook. Kalau seharusnya Sekretaris Kim melakukannya 20 tahun lalu dan kalau ia bukan orang yang sabar.
Jaksa : Apakah ini suara terdakwa?
Ny. Shin : Iya benar. (wah enak bener langsung ngaku, kalau di Indonesia kan harus di proses dulu, frekuensi suaranya matching ngga, padahal jelas2 itu suara-nya) Tapi itu tidak membuktikan apapun, aku tidak pernah berkata menyuruh membunuh Shim Gun Wook. Kadang seseorang yang emosi berkata sesuatu yang tidak masuk akal, misalnya ketika aku berkata aku ingin dia mati bukan berarti dia harus benar2 dibunuh. Ny. Shin benar2 lihai.

Ny. Shin bahkan tetap tenang ketika Sekretaris Kim juga memberikan kesaksian yang memberatkannya, dan berkata setelah ia menerima perintah, ia memperingatkan Gun Wook tentang rencana Ny. Shin.

Kemudian Jaksa mengajukan satu saksi lagi, yaitu pembunuh bayaran yang disewa Ny. Shin. Yang mengaku diperintah Ny. Shin untuk membunuh Gun Wook.

Ny. Shin meledak, Kapan aku mengatakan itu? Mereka semua sudah menjebakku, aku bahkan tidak mengenal orang itu!!

Jaksa mengajukan bukti lagi. Kali ini rekaman video, ternyata itu rekaman selama Ny. Shin ketakutan sendiri di kantornya dan berkata : Kau juga, seperti kedua orang tuamu 20 tahu lalu, harus disingkirkan, Shim Gun Wook! Ny. Shin teriak, aku tidak membunuh siapapun!

Ny. Shin diminta mengatakan kata2 terakhirnya, ia berkata akan menahan semua ini. Aku tidak punya alasan untuk membunuh orang yang pernah kuanggap sebagai anak.

Jae In tidak tahan dan murka, pembohong! Kau sudah menghancurkan kehidupan Gun Wook dan menghabisi keluarganya! Semua terperanjat melihat emosi Jae In yang tidak terkendali dan penjaga harus menyeretnya keluar dari ruang sidang.

Jae In keluar dan menuruni tangga, Gwak menyusulnya. Dan memberikan rekaman yang berisi bukti dengan menambahkan, ada juga pesan tambahan untukmu. Lalu ia pergi.

Jae In menyalakan rekaman itu dan terdengar suara Gun Wook : Moon Jae In, apa kau mendengarnya? Ini adalah kebenaran dari dunia yang kau inginkan. Apa yang akan kau lakukan sekarang? Kau pilih. Aku akan selalu ada di tempat yang sama.

Ny. Shin akhirnya terbukti bersalah dan diikat bersama para tahanan lain untuk dikirim ke penjara. Ia ada di barisan paling belakang. Manager Uhm mengikutinya. Shim Gun Wook juga ada di sekitar situ untuk melihat Ny. Shin. Ny. Shin berhenti dan memanggil Gun Wook : Hong Tae Sung!

Gun Wook tertegun : hmm?

Ny. Shin : Apa kau bertemu Presiden Hong ? Apa ia memanggilmu Tae Sung? Bagaimana perasaanmu sudah membuat orang jatuh pingsan tanpa tahu kalau orang itu adalah ayahmu sendiri?

Gun Wook terperanjat.
Penjaga meminta Ny. Shin untuk segera pergi. Lepaskan! kata Ny. Shin, aku akan mengatakan ini sebelum pergi.

Ny. Shin : Bagaimana perasaanmu setelah membunuh kakak kandungmu sendiri, membuat ayahmu lumpuh dan mempermainkan adik perempuanmu? Pada akhirnya kau kehilangan segalanya karena dirimu sendiri. Aku membuang yang asli dan membawa masuk yang palsu. Aku menang.

Tae Ra tiba dan mendengar kata2 ibunya, ia shock.

Ny. Shin dibawa pergi dan bis tahanan itu berlalu. Manager Uhm melihat ke arah Gun Wook dan berkata Tuan Muda, saya minta maaf karena terlambat mengatakan ini pada anda.

Gun Wook : Aku dengar ada orang yang menemuiku di RS sebenarnya...
Tae Ra juga mendekat dan tanya, apa sebenarnya yang terjadi...

Gun Wook terpukul sekali dan shock. Ia pulang dan terduduk di lantai lemas.

Gun Wook akhirnya menemui Tuan Hong. Perlahan jalan mendekati ayahnya yang duduk di kursi roda. Teringat ketika kecil, ayahnya sangat menyayanginya, pertemuan mereka ketika ia masuk Haeshin, waktu itu ayahnya berkata ini pertemuan pertama kita, tapi entah mengapa kau seperti familiar bagiku.

Gun Wook berlutut, meraih tangan Tuan hong dan menangis tersedu-sedu. Gun Wook tidak bisa berkata apa-apa. Tuan Hong hanya tersenyum lembut, ia memandang Gun Wook dengan pandangan sayang.

Sekretaris Kim dan Manager Uhm duduk. Uhm tanya sejak kapan sekretaris Kim tahu ini semua. Kim menjelaskan, Ibu kandung Gun Wook bernama Choi Yeun, dia bekerja di bagian informasi Haeshin. Itulah mengapa aku yakin kalau Gun Wook benar anak Presiden Hong, ketika mereka berkata kalau Gun Wook bukan anak mereka, aku merasa aneh.

Kim : Aku sudah menutupi semua kesalahan Ny. Shin dan bersedia masuk penjara karenanya, tapi ketika dipenjara, istriku sakit. Tapi Ny. Shin tidak peduli padanya. Sehingga istriku meninggal. Itulah mengapa aku membela Gun Wook dan mengurus makam kedua orang tuanya.

Uhm juga berkata aku juga tidak melakukan yang lebih baik.

Tae sung memberikan surat pengunduran diri pada Tae Ra. Tae Ra menolaknya, aku sekarang bisa melindungimu dan juga Haeshin. Tae sung berkata aku juga ingin jadi orang yang bisa melindungi seseorang dan kalau aku harus kembali ke Haeshin, aku akan melakukannya karena kemampuanku sendiri.

Tae sung berkata setengah bercanda, kalau aku tahu akan seperti ini akhirnya, paling tidak waktu itu aku harus lulus kuliah ketika ayah membiayaiku. Tae Ra tersenyum.

Tae sung yang juga sudah tahu kalau Gun Wook adalah Tae sung yang asli berkata, apa kau tahu satu hal yang membuatku lega?
Tae Ra : apa?
Tae sung : Kalau dipikir-pikir, kalian tidak ada hubungan darah, kalian bukan kakak-adik kandung, jadi jangan terlalu keras dengan dirimu sendiri.

Tae Ra tersenyum lembut lalu tanya, apa aku boleh memelukmu? Tae Sung tidak keberatan. Tae Ra bangkit dan memeluk adiknya itu.

Jae In mengajak Won In ke rumah makan kak Jang dan bertemu dengan kedua detektif yang juga sedang menikmati makan siang. Ke-empatnya bergabung.

Karena perkataan Tae sung, Tae Ra pergi ke apartemen Gun Wook. Tae Ra melihat Gun Wook duduk bersandar di tiang. Tae Ra berkata ini terakhir kalinya aku memanggilmu Shim Gun Wook. Ada banyak hal yang harus kita selesaikan.
Gun Wook menoleh tapi diam saja. Ia sangat terpukul.

Tae Ra melanjutkan, ia tidak pernah menyesal telah bertemu dengan Gun Wook, Tae Ra tahu kalau Gun wook main2 dengan Mo Ne, tapi ia juga bisa merasakan kalau Gun Wook tulus kepadanya. Dan Tae Ra tidak bisa melawan rasa tertariknya pada Gun Wook.

Gun Wook terjatuh ke lantai, Tae Ra langsung lari menolongnya.

Ketika Gun Wook duduk lagi, ternyata foto keluarga mereka terjatuh di lantai. Tae Ra memungutnya, semua ini..hanya karena kau ingin kembali ke keluarga kita? Apa kau sangat merindukannya?

Tae Ra mengaku, ketika kau diusir keluar, aku merasa sangat terpukul dan meskipun aku tahu itu bukan salahmu, aku merasa kau sudah menghianatiku, kuharap perasaan tidak enakku ini bisa menghiburmu. Suara Tae Ra gemetar : Aku akan mencoba memanggilmu Tae Sung.

Tae Ra pergi dan kembali ke auditorium dimana ia dan Gun Wook terkurung. Lalu Tae Ra melihat Tae Sung kecil memanggilnya, kakak! Tae Ra berlutut dan memeluk Tae Sung kecil: Maaf..maafkan kakak. Tae Sung kecil dengan riang menjawab tidak apa-apa.

Tae Sung pergi ke restaurant Kak Jang dan bertemu Jae In dkk. Keduanya lalu bicara di luar. Tae Sung membawa tas besar, tas yang dulu dibawa Gun Wook ketika di Jepang. Tae Sung berpamitan dan sekaligus berkata kalau Gun Wook pasti sangat terpukul. Tae Sung menyuruh Jae In menemani Gun Wook sekarang, karena sebenarnya Gun Wook adalah Tae Sung yang asli, jadi dia menghancurkan keluarganya sendiri, dia pasti sangat menderita.

Jae In kaget sekali, ia baru tahu itu. Jae In lalu bergegas pergi menuju apartemen Gun Wook.

Di apartemen, Gun Wook mengeluarkan kotak, ternyata isinya pistol. Gun wook mengeluarkan pistol dan mengingat pertama kali menggoda Mo Ne, ingat Mo Ne ketika bayi, lalu ia ingat ketika bertemu Tae Kyun di lift dan ketika peti Tae Kyun diturunkan di liang lahat.

Gun Wook merasa terpukul, lalu ia mengangkat pistol itu dan mengarahkannya ke kepalanya...

Jae In masuk, Gun wook langsung menjatuhkan pistol ke lantai.

Jae In memeluk Gun wook dari belakang dan berkata ia mengerti Gun wook pasti sangat menderita setelah menyembunyikan rencana pembalasan dendam-mu begitu lama. (ini pertemuan terakhir keduanya)

Gun wook menggeleng ingin berkata sesuatu tapi tidak ada suara keluar. Jae In berkata kalau keluarga Gun wook pasti akan bisa memaafkannya. Jae In mengambil tangan Gun wook dan memutarnya, berhadapan dengan-nya.

Lalu memperkenalkan diri, Apa kabar, aku Moon Jae In, senang bertemu denganmu..

Jae In berkata ayo katakan siapa namamu? kenapa diam saja, Jae In mendorong Gun Wook mengucapkan nama aslinya. Gun Wook berusaha menyebut namanya, susah sekali tapi dengan terbata ia berkata : Aku..Hong Tae..Sung.
Jae In : Hong Tae sung..senang bertemu denganmu.

Lalu Jae In memeluk Gun Wook sambil menangis. Jae In mengendurkan pelukannya dan mencium Gun Wook. Keduanya berciuman.

Mo Ne datang dari Amerika dan ia sudah mendapat alamat Gun Wook. Ia mendekati pintu apartemen dan mencoba membuka pintu. Ternyata tidak terkunci. Mo Ne masuk perlahan dan melihat apartemen Gun wook yang elegan, ia jalan perlahan terus menuju ruang tengah dan terkejut ketika melihat Gun wook dan Jae In yang sedang berciuman mesra. Keduanya "sibuk" sekali hingga tidak menyadari kehadiran Mo Ne.

Mo Ne gemetar dan langsung beranjak keluar dengan perlahan.

Beberapa saat kemudian, Jae In menerima telp dari Won In. Jae In berkata kalau ia ada di rumah Gun Wook, dan mengundang Won In. Jae In keluar dari apartemen dengan berteriak pada Gun Wook : Gun Wook-ah, rapikan apartemen-nya ya, aku segera kembali. Jae In pergi.

Mo Ne yang ternyata masih menunggu di situ mengambil kesempatan ini untuk masuk ke dalam.

Mo Ne masuk ke apartemen Gun Wook. Gun Wook tidak ada di ruang tengah. Melihat foto Gun Wook+Jae In di meja dan merasa kesal dan menjatuhkan foto itu. Lalu...Mo Ne melihat pistol di karpet. (Gun Wook ini..kenapa ngga langsung disimpan pistolnya..arrrw). Mo Ne langsung mengambilnya.

Gun Wook keluar dari kamar mandi dan Mo Ne langsung mengarahkan pistol itu padanya.

Gun Wook : Mo Ne !
Mo Ne : Apa kau pikir aku tidak akan tahu apa-apa saat di Amerika? Mereka bilang kau yang melakukan ini pada keluargaku!

Gun Wook : Kau akan terluka, letakkan pistol itu!
Mo Ne : Tutup mulutmu! Apa yang dilakukan Jae in disini? Aku dan Tae Ra, dan Tae Sung juga..apa kau akan menghancurkan Tae Sung?

Gun Wook : Jangan melakukan ini Mo Ne! Lalu ia mendekat
Mo Ne : Jangan mendekat! Aku akan membunuhmu! Berhenti!
Gun Wook : Mo Ne!
Mo Ne : Jangan panggil namaku! Jika bukan karena kau aku tidak seperti ini. Karena kau aku seperti ini. Aku ingin kau mati! Mati!

Lalu Mo Ne menarik pelatuknya, DOR!!

Jae In tersentak, suara apa itu? Won In datang berlari, dan akhirnya aku sampai di rumah Gun Wook kata Won In, lihat bagus kan hidup tanpa tali.

Jae in bingung, Won In berkata Gun Wook pernah bilang ia ingin naik ke atas menggunakan tali. Naik sampai ke surga.

Di dalam apartemen, Mo Ne tertegun dan shock setelah menembak. Gun Wook mengulurkan tangan, letakkan senjata itu, Mo Ne..
Gun Wook jalan mendekat tapi Mo Ne berteriak : Jika kau sebut namaku aku akan menembak.

Gun Wook dengan lemah berkata : Aku minta maaf
Mo Ne : Maaf? Apa yang kau sesali? Setelah ini semua? Apa yang kau sesali? Mengapa? Apa kau takut aku akan membunuhmu, apa karena itu?

Gun Wook tersenyum tipis, Mo Ne aku mengerti. Seperti masa lalu, apa kau bisa memanggilku Oppa untuk terakhir kalinya?
Mo Ne : Oppa? kau tidak berarti apa-apa bagiku.

Mo Ne menjatuhkan senjatanya dan pergi : tidak berarti apa-apa...

Ternyata Gun Wook terluka. Di pinggangnya. Gun Wook mendekap lukanya dan terjatuh. Meraih handuk dan mengelap pistol itu untuk menghilangkan sidik jari Mo Ne.

Sementara itu, Jae In dan Won in belanja di supermarket. Ada cabe ijo euy..

Gun wook berjuang dengan nyawanya di apartemen. Ia berusaha berdiri tapi jatuh lagi. Mengambil jasnya dan dengan sempoyongan pergi meninggalkan apartemen.

Jae In dan Won In selesai belanja, Won in semangat sekali, ayo kita makan bersama Gun Wook.

Jae In dan Won In sampai di apartemen Gun Wook. Won In terpesona. Jae in heran, kemana Gun Wook? Ia mencari Gun Wook ke semua ruangan. Apa ini? Kemana dia? Keduanya akhirnya memutuskan untuk memasak saja sambil menunggu Gun Wook.
Jae In : Won in..apa kau tahu apa yang paling ia sukai?
Won In : Apa?
Jae In : Masakan rumahan, tapi aku tidak tahu apa makanan kesukaan-nya, ia pasti punya makanan favorit. Aku akan menanyakan-nya nanti. (If only you have that chance, girl...sigh)

Gun wook jalan sempoyongan di jalan. Orang2 melihat dengan heran tapi takut mendekat. Gun Wook meraih tiang dan mencoba bertahan. Sementara itu kedua kakak beradik Moon sudah selesai masak. Jae In melarang adiknya makan, tunggu Gun Wook dulu.
Jae In heran, kemana Gun Wook, mengapa tidak membawa ponselnya? Won In terpesona dengan masakan kakaknya, sepertinya ini makanan terenak yang pernah kau masak...

Gun Wook jalan dan berdarah2, ia terjatuh lagi. Orang2 semakin heran tapi tidak ada yang mau ikut campur, sigh..kenapa org2 itu? (Oh kalau saja pasukan RF ada di situ pasti dah digotong rame2 bawa ke UGD ya? haha..)

Jae In dan Won In masih menunggu dan malam semakin larut, Won In sudah kelaparan dan mengantuk. Jae in bingung kemana Gun Wook, lalu ia jalan ke dekat meja dan menemukan secarik kertas, tulisan tangan Gun Wook, karena ada urusan mendadak, orang tua angkatnya memintanya pulang ke Amerika.
Jae In heran, ia pulang ke Amerika? Tapi mengapa begitu mendadak?

Gun Wook terus saja jalan sempoyongan sampai kamera buram dan gelap!

Beberapa saat kemudian...entah berapa lama...

Tuan Hong duduk di taman bersama Tae Ra. Sudah bisa bicara perlahan dan tanya bagaimana dengan Tae Sung (dua2-nya). Tae Ra yang sebenarnya juga tidak tahu kabar keduanya menjawab, keduanya pasti baik-baik saja. "Anak itu" pasti akan kembali suatu hari nanti.
Tuan Hong berkata : Aku ingin makan bersama seluruh keluarga kalau mereka pulang.

Tae Ra menerima paket. Ketika dibuka, ada paket yang dibungkus bagus sekali, dengan pita yang indah. Isinya ternyata untuk So Dam, ada baju, boneka, tapi ada juga DVD Dirty Dancing. Tae Ra tahu itu dari siapa. Ada sepucuk surat, ditujukan untuk So Dam, tapi sebenarnya kata2nya untuk Tae Ra :
"So dam-ah, apa kau ingin jadi putri? Kalau kau mau jadi putri, kau harus tersenyum 100 kali sehari, terutama di depan ibumu." Yang mencintai So Dam, paman-mu.
Tae Ra menangis membaca surat Gun Wook itu.

Tanpa sengaja Jae In menyenggol bangau kertas yang ia temukan di Jeju. Jae In iseng membuka lipatan banagu itu lagi dan ada tulisan Gun Wook : Kak Taera, Mo Ne, keluarga ..Lalu ada tambahan Jae In, Won In, keluarg..maksudnya akan menulis keluarga tapi kurang satu goresan lagi.

Ada paket, Won in membawa masuk dan membukanya, ternyata isinya topeng kaca entah asli buatan Ryu Sensei atau topeng yang dipesan Gun wook waktu itu.

Ada catatan : Bagaimana dunia kalau dilihat dari mata orang yang kau cintai? Jae In-ah...aku memikirkan itu. Jika aku melihat dunia dari pandangan yang lain, akan terlihat seperti apa? Jae In..apa kabar? Kau harus berbahagia bagaimanapun juga. Jika kau melihat duniaku melalui mata itu..aku juga akan bisa tertawa. Sekarang, apa kau akan melihat duniaku dan bukannya aku?

Jae In bersemangat karena ia pikir Gun Wook pulang dan langsung ke apartemen-nya, tapi kecewa karena ternyata kosong.

Ny. Shin dibebaskan dari penjara (pengacaranya jago..atau uang yang berkuasa?). Ny. Shin dengan tersenyum puas melihat Tae Ra diangkat sebagai Presiden Direktur Haeshin ke-27.

Tae Sung jalan sendirian di jalanan sepi.

Mo Ne menikmati spa, lalu belanja dan berlatih yoga.

Sementara itu Moon Jae In memikirkan isi surat Gun Wook : "Dalam kegelapan malam, sulit mengatakan mana langit dan mana tanah, dan apakah sinar itu api atau bintang. Kemana aku akan pergi? Apakah surga? Atau neraka?"

Di tepi sungai..polisi memasang police line di suatu lokasi. Ditemukan mayat seorang pria. Polisi meletakkan mayat itu di bed-dorong dan menutupinya dengan selimut. Tangan mayat itu menjuntai keluar dan mengenakan jas sperti jas Gun Wook.

Lalu selimutnya terbuka sedikit dan cukup untuk memperlihatkan wajah mayat itu : Shim Gun Wook!
Polisi memasukkan mayat itu ke ambulance dan pergi.

Sementara itu, Jae In berkeliling dengan membawa topeng kaca di tangannya, memikirkan Gun Wook. Ia berdiri membelakangi papan pengumuman.

Di papan itu ada selembar kertas dari kepolisian, ditemukan mayat seorang pria. Usia antara 20-30 tahun, memiliki bekas luka di punggung. Tinggi : 180 cm. Kertas itu tidak tertempel dengan benar dan melambai2 tertiup angin.

Jae In bertanya-tanya : Gun Wook, dimana kau? Apa dunia yang kau lihat sekarang adalah dunia yang bahagia?

 

FIN

 

Sumber : kadorama-recaps.blogspot.com

Episode Sebelumnya

Bad Guy episode 16

Jae In mendengar penjelasan Detektif Gwak tentang Shim Gun Wook :
Gwak : Sebenarnya, Haeshin salah mengira Shim Gun Wook kecil sebagai Hong Tae Sung. Jadi ketika mereka tahu kalau salah adopsi, mereka segera menyingkirkannya.

Jae In : Maksudmu dilempar keluar ?
Gwak : Luka dipunggungnya juga karena waktu itu. Juga, Choi Sun Yong. Bahkan dia meninggal karena Hong Tae Sung.

Jae In ; Lalu wanita itu adalah...
Detektif Gwak tidak menjawabnya dan hanya menghibur Jae In, belum ada yang bisa dikonfirmasi jadi jangan menyerah.

Jae In linglung dan teringat kata2 Gun wook yang penuh dendam pada Haeshin, lalu memanggil namanya, Gun wook..Gun Wook..

Sementara itu Ny. Shin terus saja terganggu dengan pemantik api milik Gun Wook itu. Siapa yang terus saja mengirim ini padaku? Lalu ia teringat kata2 Gun Wook padanya sebelum ia menyiram air ke wajah Gun Wook.

Ny. Shin : Apa kau mau bermain2 denganku, bahkan ketika kau sudah mati? Iblis sialan! Apa kau pikir aku takut dengan trik-mu?

Detektif Gwak terus bertanya pada dokter jaga di RS mengenai pasien yang kemungkinan adalah Gun Wook. Dokter itu berkata ia tidak merawat pasien yang kecelakaan. Gwak bingung, tapi suster berkata kau yang bertugas malam itu. Gwak menunjukkan daftar pasien dan tanya bukankah ini tandatangan-mu? Dr. Kim Seong Jin? tapi dokter itu berkata itu bukan tanda tangannya. Aneh.

Gwak menelepon Jae In dan tanya apa ada yang aneh mengenai Shim Gun Wook akhir2 ini, karena kupikir ini bukan kecelakaan mobil biasa. Mungkin ada orang yang punya niat untuk mencelakai Shim Gun Wook, atau..apa kaupernah mendengar apa saja tentang Shim Gun wook dari Hong Tae sung atau Shin Myung Won dari galeri?

Jae In heran, apa mungkin..orang-orang Haeshin, aku tidak mencurigai mereka hanya aku ingin terbuka demi penyelidikan. Apa mungkin ada yang sengaja ingin melenyapkan semua jejak Shim Gun Wook.
Jae In teringat kata2 Tae Ra, aku mengirimnya untuk berlibur... Lalu Jae in langsung menemui Tae Ra.


Jae In ingin tahu kemana Tae Ra mengirim Gun Wook pergi. Tae Ra dingin menjawab mengapa ia harus mengatakannya pada Jae In.
Jae In : Apa Gun Wook benar2 pergi liburan? Mungkin kau tidak tahu dimana dirinya.
Tae Ra masih pura2 tenang dan bertanya apa sebenarnya maksud Jae In.

Jae In : Sudah lebih dari seminggu Gun Wook menghilang, tapi kau berbohong padaku dengan mengatakan kalau ia pergi liburan, dan..Tae Sung juga tidak mencarinya. Apa kalian ingin melenyapkan Gun Wook dari planet ini?
Tae Ra : Mengapa kau sangat mencemaskan Gun Wook ?

Jae in tidak tahan lagi dan menjawab, karena ia orang yang penting bagiku. Tae Ra terkejut, orang yang penting lalu bagaimana dengan Tae sung? Kita tidak sedang membicarakan Tae Sung sekarang! Jae In kesal.
Jae in lalu menyerang, apa Tae Ra tahu siapa dia sebenarnya? Tae Ra pura2 tidak mengerti. Jae in lalu berkata, anak yang kalian buang 20 tahun lalu.

Tae Ra tetap dingin dan berkata apa maksud Jae In dan ia baru mendengar tentang itu. Jae in tahu Tae Ra bohong, kau masih saja berpura2 padahal kau tahu yang sebenarnya, kan?

Tae Ra : Itu urusan keluargaku, kau tidak perlu ikut campur. Tolong keluar!
Jae In menggertak, mereka berkata Gun Wook...sudah mati. Mereka tidak tahu dimana Gun Wook sekarang setelah kecelakaan mobil. Apa Gun wook dipindah dari RS, atau...

Tae Ra tampak shock. Jae in melanjutkan, mereka menemukan ID Gun Wook dengan mayat itu yang diambil dari mobil yang kecelakaan itu. setelah itu aku tidak tahu.

Tae Ra menyadari sesuatu, apa mungkin...
Jae In sudah sangat marah dan sedih, suaranya gemetar, Jika keluargamu tahu siapa dia dan melakukan sesuatu padanya, aku tidak akan membiarkan-nya. Jae in lalu keluar, Tae Ra tertegun.

Tae Ra memutuskan untuk mendatangi ibunya, tapi kebetulan di dalam kantor, juga ada Sekretaris Kim dan kali ini Tae Ra mendengar percakapan mereka.

Ny. Shin memegang pemantik Gun wook dan bertanya mengapa sesuatu yang sudah dibuang bisa muncul lagi di depanku untuk kedua kalinya?
Kim : Itu saya juga tidak tahu.
Ny. Shin : Mengapa aku tidak bisa meneleponmu semalam? Apa kau yakin tidak menemui Shim Gun Wook atau apa?

Kim : Saya bahkan menghadapi bahaya demi membantu anda.
Ny. Shin : Jadi kau ingin menimpakan kesalahan padaku? Apa kau mengancamku?

Ny. Shin ingin menegaskan tidak ada yang melihat Gun Wook pada saat kecelakaan dan juga tidak ada yang membantu Sekretaris Kim. Kim menegaskan, aku tidak meninggalkan jejak, bahkan aku mengurus mobilnya.

Tae Ra langsung masuk dan berkata dia mati! Kepala Departemen Kim, aku ingin bicara denganmu. Ny. Shin menghalanginya dan meminta Kim pergi. Tae Ra ingin menahannya, tolong jawab pertanyaanku. Dimana Shim Gun Wook?
Ny. Shin : Tae Ra, kau. mengapa kau melakukan ini di jam kerja?

Tae Ra berkata kalau Gun Wook sudah mati. Ny. Shin pura2 terkejut, apa? Tae Ra heran, kecelakaan yang kalian bicarakan tadi, itu adalah kecelakaan Gun Wook kan? Jangan pura2 tidak tahu!

Ny. Shin menyangkalnya, Tae Ra apa kau ingin menyalahkanku dengan kata2 yang kukatakan ketika aku marah? Orang brengsek seperti dia bisa disingkirkan dengan beberapa sen saja.

Kim juga mencoba mengalihkan perhatian dengan berkata kalau ada anak buah President Hong yang kecelakaan mobil, dan karena Tuan Hong pingsan, maka Ny. Shin membantunya.
Ny. Shin ingin tahu darimana Tae Ra mendengar kalau Shim Gun Wook sudah mati. TAe Ra menjawab apa itu penting?

Biar saja kata Ny. Shin, ia sudah dihukum Tuhan. Dengan apa yang ia lakukan pada keluarga kita.
Tae Ra : Ibu! bagaimana ibu bisa berkata seperti itu pada seseorang yang pernah memanggilmu Ibu?
Ny. Shin : Kau..

Tae Ra tidak tahan dan ia pergi keluar. Ny. Shin menoleh ke Kim, bagaimana dia bisa tahu? Kim beralasan mungkin dia menyuruh orang mencari tahu, karena dia meninggal, jadi ada catatan kematian-nya, jadi ia mungkin menemukan itu. Sekretaris Kim pergi.

Tae Ra pergi ke auditorium dimana ia dan Gun Wook terkunci bersama dan mengenang saat2 mereka dan menangis, aku mencintaimu Shim Gun Wook...apa kau benar2 Tae Sung itu?

Tae Sung menelepon Jae In keluar dan ingin memberikan mobil baru dan sebuah galbijim (officetel= office dan hotel, apartemen diatas pertokoan, jadi semua fasilitas lengkap, mirip apartemen di Jkt yang bawahnya ada resto, cafe, gym, salon, dll.) Tapi Jae in tidak tertarik, aku tidak menginginkannya. Aku tidak bisa menerima hadiah seperti ini.

Tae sung heran mengapa kau tidak bisa menerimanya, mengapa kau aneh akhir ini? Apa karena Shim Gun Wook? Mengapa kau sangat perhatian padanya.
Jae In justru tanya apa kau tahu tentang dia? Dia ada di sisimu selama ini.

Tae sung : Aku tahu sesuatu tentangnya. Aku tahu ia mencoba mengambil alih Haeshin dengan memanipulasi Tae Ra.
Jae In : Apa itu yang kau pikirkan tentang Gun Wook?

Lalu aku harus berpikir seperti apa, bukan hanya Tae Ra, tapi Mo ne dan juga aku dimanipulasi olehnya. Jae In : Gun Wook adalah...orang yang dulunya ada di tempatmu.
Dia adalah Hong Tae sung yang ditendang keluar 20 tahun lalu oleh keluargamu.

Tae Sung shock : Apa katamu?? barusan..Jae in apa yang kau katakan..itu tidak masuk akal...bagaimana bisa Gun Wook adalah anak itu?

Tae Sung pergi dengan marah dan tidak percaya. Lalu ia mengingat semua kata2 detektif Gwak, lalu perkataan Gun Wook yang marah padanya...Karena kau seorang wanita sudah mati! Lalu ingat semua kata2 Gun Wook, hei Tae sung, aku tidak punya adik dan tidak niat menjadi kakak siapapun. Manusia akan datang dan mati sendirian.

Lalu...di bangsal RSJ, kita bisa menyaksikan Shim Gun Wook yang melihat dengan pandangan "gila" dan ingin meraih sesuatu di langit2. (Ok, ini saatnya Kim Nam Gil senang2 dengan akting gilanya, sigh...ya ..enjoy that.)

Gun Wook : hoi..! hoi! tirza....tirza....

Tae Sung mengunjungi Tuan Hong, ayah ini kupu-kupu. Kau ingat kan? Orang yang datang sebelum aku... Aku dengar dia adalah Shim Gun Wook, setelah kehilangan tempat sebagai anakmu dia karena aku, dia juga kehilangan Sun Young. Tapi dia masih menjagaku. Dia aneh, kan?

Mengapa dia tidak mengajakku berkelahi? Atau membunuhku misalnya. Apa yang sedang kau mainkan, Shim Gun Wook...

Tae Ra datang dan Tae sung menyerang kakaknya lagi menggunakan Gun Wook yang memanipulasi Tae Ra. Tapi Tae Ra tetap membelanya. Tae Sung : Apa kau mencintainya?
Tae Ra : Ya, aku tidak peduli, ia memanfaatkan-ku demi balas dendam atau ia ingin Haeshin, tidak masalah. Aku mencintainya. Tapi orang yang kucintai..apakah ia mati atau hidup ..tidak ada jejaknya. (Tae Ra ini pasti reinkarnasinya Seondeok.)

Tae Ra berkata kalau dia hidup, aku tidak akan mempedulikan yang lain-nya lagi. Mungkin Tuan Hong mendengar percakapan mereka dan tiba2 ia sadar. Ayah! Ayah!

Suara Gun Wook : Meskipun aku tidak bisa memanggil namamu, memukul dadaku dan membuatnya memar. Aku minta maaf karena menjadi orang yang seperti ini. Karena tidak bisa dekat denganmu. Aku mencintaimu. Karena aku tidak bisa mengatakan satu kalimat itu. Jae In. Aku kadang menangis sendirian. Aku benar-benar orang yang menyedihkan. setelah aku sampai di akhir dunia tanpa mendapatkan apa-apa. Aku mungkin akan menyesalinya kalau melihat-nya lagi. Aku minta maaf karena menjadi orang yang seperti ini.

Jae In pergi ke apartemen Gun Wook dan menangis ketika merapikan sepatu Gun Wook yang dulu pernah "menyelamatkan" dirinya. Jae In memandang foto mereka dan menangis, "Gun Wook-ah, kau harus segera pulang. Kau ada di mana. Kau akan pulang kan? Aku akan menunggumu, jadi..kau harus kembali, ya?!"

President Hong sadar dan kembali ke rumah. Ny. Shin berkata, Sayang, jangan terlalu cemas, karena aku sudah memberskan semuanya. Kau istirahat saja. Tae Ra juga akan menggantikan dirimu menjadi Presdir. Tae Ra dan aku akan melindungi Haeshin kita. Aku bahkan menghilangkannya (Shim Gun Wook) dari pandanganmu.

Siapa lagi yang akan kudukung untuk menjadi Presdir berikutnya? Tae sung? Tentu saja aku bisa menghentikan orang2 seperti mereka. Beraninya mereka mengincar Haeshin.

Tuan Hong tidak bisa bicara hanya matanya saja yang menunjukkan kemarahan, pembunuh! ke arah Ny. Shin. Ny. Shin : Ayo ke kamarmu sekarang, sudah waktunya tidur. Dan ia mendorong kursi roda Tuan Hong ke kamar.

Tiba-tiba....Ibu...Gun Wook kecil muncul dan itu membuat Ny. Shin menjerit ketakutan. (hihihihi...ibu...)
Ny. Shin : Dia sudah mati! Mati! Mati! Tae Ra bahkan berkata dia sudah mati! Manager Uhm tergopoh-gopoh mendatangai Ny. Shin dan menenangkannya.

Dan herannya..Tuan Hong terlihat senang dengan kepanikan Ny. Shin.

Di kantor, Tae Ra mendapatkan paket, ketika dibuka ternyata isinya rekaman pembicaraan Ny. Shin dengan Sekretaris Kim, untuk membunuh Gun Wook.

"Shim Gun Wook...Apa kau pikir aku akan membiarkan-nya begitu saja, setelah apa yang ia lakukan padaku? Itu adalah sesuatu yang harus dilakukan, bagaimana pun itu. Mengapa? Apa kau takut? Aku bukan orang yang sabar, ini adalah kesempatan terakhirmu, Kepala Departemen Kim."

Tae Ra terperanjat mendengar ini, akhirnya ia sadar, ibunya mungkin saja benar-benar membunuh Gun Wook. Dan tampaknya Ny. Shin juga menerima rekaman yang sama, sehingga ia murka dan memerintahkan untuk mencari Gun Wook. Shim Gun Wook. Shim Gun Wook. Cari semua RS di luar kota. Dia belum mati. Tidak dia mungkin didaftarkan atas nama lain, Hong Tae sung, Choi Tae sung, apapun namanya. Gunakan segala cara untuk menemukannya.

Tae Ra menemui ibunya dan memperdengarkan rekaman itu di depan Ny. Shin.

Ny. Shin : Darimana kau mendapatkannya?
Tae Ra : Ibu apa kau benar2 membunuh Gun Wook?

Ny. Shin tidak menggubris dan berkata ada pertemuan para direktur untuk membahas President baru. sepertinya sebagian besar direktur ingin Tae sung sebagai president baru. Tae Ra meledak, bukan itu yang kutanyakan padamu sekarang!
Ibunya diam saja, Tae ra tahu kalau kecurigaan-nya benar. Apa ibu meminta Sekretaris Kim membunuh Gun Wook?
Ny. Shin : Aku minta padanya untuk menyingkirkan orang brengsek itu dari pandanganku.

Tae Ra : Apa kau puas sekarang? Bagaimana kau bisa membunuh seseorang yang pernah menjadi anak ayah dan adikku? bagaimana bisa?
Ny. shin : Aku tidak membunuhnya, siapa bilang aku membunuhnya? Apa kau masih mempercayainya setelah kau dibohongi seperti itu?

Tae Ra menangis : Akulah yang paling merasa marah, benci, dan murka karena dia! Aku-lah yang rugi paling banyak karena dia! Dua saudaraku, ayahku, keluargaku kacau karena dia, jadi kumohon lepaskanlah dia..

Ny. Shin : Tae Ra bagaimana kau bisa jadi lunak seperti ini? Apa yang paling penting bagi kita? Haeshin! Haeshin! Jangan perhatikan yang lainnya lagi!

Tae Ra lemas dan ia membayangkan percakapan imajinasi dengan Gun Wook. Aku ingin bertemu denganmu, aku ingin bertemu denganmu, dimana kau? Jangan main-main lagi dan cepat keluar. Aku tidak peduli kalau kau memanfaatkanku, aku bahkan tidak peduli kalau kau memandang hina aku karena kebencianmu. Kumohon, datanglah padaku sekarang.

Jae in menyerahkan surat pengunduran diri. Detektif Gwak menelepon dan berkata kalau mereka sudah menemukan Gun Wook. Jae in lalu bergegas pergi. Gwak mengajaknya ke RSJ itu, dia memperingatkan Jae In untuk siap dengan apapun kondisinya.

Gun Wook mengingat kembali ketika ibunya memanggilnya makan, Tae Sung! ayo makan.

Jae In masuk ke kamar Gun Wook, Gun Wook-ah ....
Gun Wook bengong, berayun-ayun, meleletkan lidahnya : yah...

Jae In antara gembira dan sedih : Kau bersembunyi disini. Kau hidup.
Gun Wook : yah...

Jae In : Apa kau istirahat karena lelah?
Gun Wook : yah..
Jae In : Mengapa kau tidak bilang kalau kau punya kesulitan? Aku bisa meminjamkan bahuku...

Gun Wook seperti anak-anak lagi tapi tetap tahu namanya. Gun Wook mencoba menulis di dinding dengan jarinya. Jae In memberinya pena. Pena untuk Mo Ne waktu itu yang harus dicicil setahun.
Gun Wook : Huh? tidak keluar. Kemudian ia mencakar-cakar dinding dengan jarinya.

Jae in menghentikannya sambil menangis, mengapa kau melakukan ini, Gun Wook? Kau menyakiti dirimu sendiri. Hentikan.

Gun Wook melihat air mata Jae in dan mengulurkan tangan menghapus air matanya

Ibu, mengapa kau menangis?

Jae in tidak tahan dan memeluk Gun wook erat2, berkata sambil menangis, Ibu tidak menangis. Aku tidak menangis, oh anakku sayang, ibu tidak menangis.

Detektif Gwak mendatangi dokter, maaf tentang pasien di kamar 312.
Dokter : Oh Hong Tae sung.
Gwak : Hong Tae sung ?
Dokter : ya, dia datang karena kecelakaan mobil. Dia pendarahan tapi tidak serius. Dia terluka di kepalanya, tapi luka luarnya tidak terlalu parah.

Gwak heran, kalau begitu mengapa ia seperti itu? Dokter berkata karena ia mungkin menderita trauma psikologis. Keluarganya minta aku melakukan pemeriksaan menyeluruh padanya. Dan merawatnya dengan fasilitas yang lebih baik. Jadi kami merawatnya saja sampai sekarang.

Gwak : Keluarganya?
Dokter : seorang pria muda sesekali datang berkunjung.
Gwak : apa saya bisa mendapatkan no. telp-nya?

Jae In pulang dan melihat Tae sung menunggunya.
Tae Sung membujuk Jae In untuk kembali kerja. Jae in akhirnya mengaku, aku ingin berada di sisi Gun Wook. Tae sung berkata kau hanya berlebihan karena merindukannya, dan Jae in menjawab, mungkin Gun Wook melukaimu, tapi akulah orang yang membuat Gun Wook terluka. Aku kira Gun Wook membutuhkanku.

Tae Sung meyakinkan Jae In, kalau Gun Wook hanya ingin mengambil Jae in dari dirinya. Itu karena aku mengambil Sun Young darinya.
Jae In : aku tidak peduli.

Tae sung menangis karena marah : lalu bagaimana dengan aku??

Jae In : Aku ingin berada di samping Gun Wook, dan menjadi kekuatan-nya.
Tae Sung : Tidak..aku tidak bisa melepaskanmu.
Jae In : Maafkan aku.

Jae In minta agar Tae sung tidak mencintai wanita seperti dirinya. Tae sung memaksa memeluk Jae In dan dengan hati hancur mengaku, aku seharusnya menahan Sun Young, tapi aku tidak bisa melakukannya. Jadi aku janji pada diriku, kalau aku jatuh cinta lagi, aku tidak akan pernah melepaskannya, dan akan melakukan apapun keingan orang yang kucintai.

Jae in : Apa yang benar2 kuinginkan sekarang adalah agar kau membiarkanku pergi. Maaf.

Tuan Hong melotot pada istrinya. Ny. Shin heran, sayang? ada apa? Apa kau marah padaku? Karena aku tidak menemanimu? aku lelah mengurus banyak hal beberapa hari ini. Aku baru saja selesai mengurus Gun wook dan aku kira sekarang aku harus mengusir Tae sung dari keluarga ini. Aku tidak tahan dengannya.

Ny. Shin berbicara sambil mendekati Tuan Hong. Dan Tuan Hong bisa meraih pundak istrinya, membuat Ny. Shin teriak kesakitan. Sayang! Ada apa? Lepaskan aku, sayang ada apa denganmu? Manager Uhm!

Jae in memikirkan kondisi Gun wook dan Won in tanya apa keputusan kakaknya, siapa yang akan dipilih antara Gun Wook dan Tae Sung atau kakak masih menduakan mereka? Won in bahkan mengecek perjodohan kakaknya dengan Tae sung lewat golongan darah, ia mengecek ponselnya, kalian berdua sangat serasi dalam percintaan... Won In protes, jeez! Ada apa dengan alat ini? seharusnya tidak begini.
Kemudian Won in mengecek apa golongan darah Gun Wook tersimpan di ponsel atau tidak? (hahaha..aneh orang Korea ini, mereka serius sekali dengan golongan darah.) Oh ternyata type AB!

Jae in melepaskan jam tangan pemberian Tae Sung. Won in bersorak melihatnya karena akhirnya kakaknya memilih calon favoritenya. Jae in berkata apa dia terlambat mengambil keputusan? Won In membenarkan, tapi kalian bisa membuat awal yang baru.

Paginya, Agustus 3, 2010. Pemilihan Presiden Direktur Haeshin ke-27

Para direktur sudah melakukan voting dan hasilnya : Wakil Presiden Tae Ra, 15 suara dan Executive Direktur Hong Tae Sung juga 15 suara. Karena ini kami akan melakukan voting ulang. Tiba2 seseorang berkata suara direktur Hong Mo Ne belum diberikan karena beliau tidak hadir, dan saya mewakili beliau. Lalu orang itu menuliskan suaranya, dan ternyata (tentu saja) Mo Ne memberikan suaranya untuk Tae Sung.

Ny. Shin kaget, Mo Ne tidak akan melakukan itu. Mengapa ia harus memberikan suaranya untuknya padahal ia punya kakak (Tae Ra)? Tae sung menang dan akan diresmikan sebagai Presiden Haeshin menggantikan Tuan Hong.

Tiba2 Ny. Shin meledak, tidak bisa, ini omong kosong. Executive direktur Hong Tae Sung tidak berhak ada di posisi itu. Tae Ra malu dan menenagkan ibunya. Bahkan Tae sung juga berkata ia tidak tertarik dengan posisi itu.
Ny Shin : Aku tidak tahu bagaimana kau memanipulasi Mo Ne tapi kau tidak akan mendapatkannya.

Dewan direksi heran dan berkata Hong Tae sung adalah keturunan Tuan hong jadi dia punya hak untuk menempati posisi ini juga. Dia adalah pewaris Haeshin juga. Tapi akhirnya Ny. Shin berkata, sejak awal sebelum semuanya mulai, Executive Direktur Hong Tae Sung tidak memenuhi syarat dan juga tidak berhak dengan warisan ini.

Semua bingung. Apa ini, apa sih yang ia bicarakan..? Tae Ra membujuk, Ibu hentikan. Ibu?
Ny. Shin : Kau tidak punya hubungan apapun dengan Presiden Hong Jung Soo!

Tae Sung : Apa?
Ny. Shin : Aku berkata kau bukan anak kandung Hong Jung Soo!

Ny. Shin memperlihatkan laporan DNA itu dan berkata kalian lihat ini? Lihat ini? Aku menyiapkan ini kalau2 hal seperti ini akan terjadi.
Tae Ra merasa muak, Ibu kau keterlaluan.
Tae Sung juga berkata dia tidak pernah tertarik dengan posisi itu dan dia berencana memberikannya pada Tae Ra. Tapi kau bilang aku bukan anak kandung ayah? (Oh kasihan Tae Sung...)

Akhirnya rapat ditunda.

Tae Ra membaca laporan DNA itu : Laporan Test DNA July 29, 2010 Hong Jung Soo/Hong Tae seong
Hasil dari test Analisis Paternity DNA : TIDAK COCOK

Ibu, kalau menurut laporan ini, Tae sung bukan anak ayah, lalu siapa Tae sung yang asli? Ny. Shin berkata anak itu sudah mati 20 tahun yang lalu. Tae Ra heran apalagi ketika mendengar alasan ibunya, ia sengaja membawa masuk Tae Sung palsu karena tidak ingin menyakiti ayahnya dua kali.
Tae Ra tidak mengerti, jadi ibu membohongi semua orang?

Ny. Shin marah, itu semua karena ayahmu membuat kesalahan dengan memiliki affair. Akhirnya dia harus menanggung akibat dari kesalahan-nya.
Tae Ra : Apa ibu yakin bukan orang yang memberikan akibat itu pada ayah? Bukankah ibu sengaja membawa Tae sung palsu?
Ny Shin : Tae Ra kau..
Tae Ra : Kau benar-benar egois, jika kau bohong pada ayah, bukankah kau seharusnya menyimpannya sampai mati, mengapa mengungkapkannya sekarang? Apa ibu tidak mempertimbangkan perasaan Tae sung?

Ny Shin : Dia tidak memiliki setetespun darahku dan dia bukan anak suamiku. Mengapa aku harus memikirkannya? Aku sudah melakukan semua yang harus kulakukan untuk membesarkan dia!
Tae Ra : Kau tidak pernah menyayangi Tae sung, tidak sekalipun.
Ny. Shin : semua orang lahir dengan nasib yang berbeda, dan tempatnya bukan disini. Apa kau pikir dia berhak berada dalam keluarga kita?

Ok, cukup, Tae Ra muak, Ibu adalah penyebab semua yang terjadi dalam keluarga ini, aku lelah. Kau..bisa mengambil posisi presiden itu. Itu yang selalu ibu inginkan.

Tae sung sangat terpukul dengan kenyataan yang baru ia dapat. Dan ia ingat semua kata2 Ny. Shin.

Ok, now OST time........

Jae In masuk ke apartemen Gun Wook dan memasukkan banyak makanan ke kulkas Gun Wook. Aku akan membuat banyak makanan kalau kau pulang nanti. Aku akan bawa banyak makanan enak, jadi...kau harus pulang. Aku tidak peduli seperti apa keadaanmu. Aku tidak peduli kalau kau ketawa seperti idiot, aku bahkan tidak peduli kalau kau tidak mengenaliku, jadi...cepatlah kembali. Kita pasti akan makan bersama kali ini.

Ny. Shin mendengar kalau Shim Gun Wook ternyata masih hidup dan ia berkata kalau sumber masalah seharusnya dipotong dengan bersih. Ny. shin tidak peduli sekalipun sekarang Gun Wook sudah idiot. Dia mengirim orang untuk membunuh Gun Wook (lagi).

Tae Sung menemui Tuan Hong dan berlutut di dekatnya, mengambil tangan Tuan Hong dan tanya dengan gaya kekanakan : Ayah..aku masih bisa memanggilmu ayah, kan? Apa kau bisa mengijinkanku ada di sisimu sebentar lagi? Aku baru saja berusaha menjadi anak yang berbakti..aku belum punya kesempatan untuk melakukan apapun untukmu.

Tuan Hong tidak bisa menjawab, tapi melihat ke arah Tae sung dengan senyum lembut.

Ny Shin datang dengan So Dam. Apa ada yang masih kau inginkan?
So Dam langsung menghambur ke arah Tae sung, paman! Tae sung senang bertemu So Dam. So Dam, kau patuh pada ibumu kan?

Tae sung akhirnya merasa tenang setelah tahu kebenarannya dan ia berkata pada Ny. Shin ia mengerti sekarang mengapa Ny. Shin selalu kejam padanya. Ibu, aku..

Ny. Shin : Jangan panggil aku Ibu.
Tae sung tidak peduli dan terus bicara : Ibu..apa kau tahu mengapa aku tidak kembali pada ibu kandungku?
Ny. Shin : Aku yakin pasti karena uang.
Tae Sung : Bukan, karena kalian berdua paling tidak tidak pernah melemparku keluar. Jadi suatu hari aku akan membalas kebaikan kalian.
Ny. Shin : Aku tidak bisa kasihan padamu, karena kami sudah memberikan gaya hidup terbaik untukmu.

Tae Sung : Terima kasih, Ibu. Selama ini. Aku bahkan tidak menyadari kalau kau membesarkanku, dan yang aku lakukan hanya marah2. Aku seharusnya melakukan yang baik sejak semual. Aku tahu sejak hari pertama aku masuk ke rumah ini..kalau tidak seorangpun disini akan mencintaiku. Kalau tidak seorang pun akan menerimaku sebagai keluarga. Aku pikir mungkin karena kau sangat menyayangi anak yang sebelum aku..jadi aku menunggu. Jika aku tahu sejak dulu kalau tidak ada seorangpun disini yang bisa mencintaiku..itu akan menjadi lebih mudah.

Ny. Shin terlihat sedikit tersentuh dan berkata, ayahmu mencintaimu.

Tae Sung : Dari semua kata-kata yang pernah kau ucapkan padaku, itu adalah yang paling hangat.

Tae Sung akan pergi dan Tae Ra menyusulnya, Tae sung. Tae Ra memintanya makan dulu, tapi Tae sung menolaknya, lihat kau mulai mengasihaniku kan? Aku sekarang harus pergi sendirian. aku pergi.

Tae Sung menemui Jae In, kau mau kemana? Jae In sebenarnya mau ke RSJ untuk menjenguk Gun Wook dan membawa makan siang. Tae Sung tanya, apa aku boleh ikut? Aku juga punya banyak hal yang harus kukatakan padanya.

Pembunuh kiriman Ny. Shin sudah tiba di RSJ. Saya sudah tiba, Nyonya. Aku akan mengurusnya tanpa meninggalkan jejak.
Ny. Shin : Tolong pastikan kau mengurusnya dengan benar kali ini. Telp aku kalau sudah selesai.

Jae In dan Tae sung juga tiba di RSJ. Perawat menyapanya, anda datang lagi. Jae In : Halo.

Pembunuh itu jalan di lorong RSJ yang gelap, Gun Wook berbaring dan mendengar suara langkah kaki di tengah hujan. Tiba2 itu memicu suatu ingatan di kepala Gun Wook dan sesaat sinar matanya kelihatan seperti waras.

Jae In dan Tae sung sampai ke kamar Gun Wook dan kaget, Shim Gun Wook menghilang?

Ny. Shin masuk ke kantornya yang gelap. Ia akan membuka pintu kacanya dan menerima telp dari pembunuh yang ia kirim, ia kaget, apa Shim Gun Wook menghilang?
Kilat menyambar dan sinarnya menerpa kursi putar Ny. Shin dan itu cukup untuk memperlihatkan sesosok pria yang duduk di kursi Ny. Shin.

Ny. Shin shock, ia tidak percaya : Orang itu Shim Gun Wook! dia menunggu Ny. Shin ....

 

Sumber : kadorama-recaps.blogspot.com


Episode Sebelumnya

Episode Selanjutnya

Bad Guy episode 15

Sebelum Shim Gun Wook menemui Tuan Hong. Manager Uhm masuk dan berkata : President, ada yang harus saya katakan. Mengenai Shim gun wook, anak itu...Lalu manager Uhm membungkuk dan berbisik pada Tuan Hong.

Shim gun wook datang, apa kabar? Tuan Hong langsung bangkit dan dengan nada rindu menyapa, Tae sung-ah..
Gun wook tidak bergeming. Tuan Hong mendekatinya dan memohon agar tidak menyentuh Haeshin.

Tuan Hong mencoba memperingatkan Gun Wook lagi tapi kali ini Gun Wook membentak : Ayah! Apa kau berpikir aku akan berkata "Terima kasih karena memanggil namaku. Aku merindukanmu?" dan aku tahu sekarang mengapa aku dibawa ke rumah ini dan bagaimana akhir hidup orang tuaku.
Sudah terlambat. Yang bisa kau lakukan hanya duduk dan melihatnya.

Tuan Hong mendekati Gun wook dan meraih lengannya, Tae sung-ah !

Gun wook melepaskan pegangan Tuan Hong dan akan pergi, tapi Tuan Hong terkena serangan stroke dan jatuh. Gun wook berbalik dan terperanjat, ia langsung meraih Tuan Hong : President! President Hong dan teriak, President pingsan!

Manager Uhm langsung masuk dan teriak President pingsan. Ny Shin masuk, Sayang! dia langsung melotot pada Gun wook, pergi! ini kan yang kau inginkan? sekarang kau puas? Manager Uhm segera panggil ambulans! Gun wook berdiri dan keluar dengan gontai.

Jae In menggedor apartemen Gun Wook : Gun Wook! buka pintu! Hong Tae Ra akan bercerai!

Ny. Shin menunggu Tuan Hong di RS. Tae sung lari masuk, ayah pingsan? Ny. Shin langsung berbalik dan berkata, ini karena Shim Gun Wook!
Tae sung merasa ibunya aneh, mengapa semua karena Gun Wook. Tapi Ny. Shin berkata, ayahmu pingsan setelah bicara dengan Shim Gun Wook, dan tidak ada siapa-siapa, Apa kau yakin Gun Wook tidak mencekiknya?

Tae sung tanya soal Tae Ra, apa benar mereka pacaran? Ny. Shin dengan dingin berkata, apa kau baru menyadarinya, keluar kau, kalian berdua sama saja.
Tae Sung keluar dan bertemu Tae ra di luar kamar.

Tae Sung yang kesal berkata apa kau pacaran dengan Gun Wook? Selama ini Mo ne paling mengagumi dirimu. Tae Ra heran lalu dengan keras kepala berkata kalau iya memang kenapa, apa tidak boleh?

Tae Sung : kakak!
Tae sung : Apa kau tidak tahu, ayah pingsan karena mendengar kau akan cerai dan pacaran dengan Shim Gun wook. Aku akan membunuhnya. Lalu Tae sung pergi.

Tae Ra masuk dan ibunya berkata ayahmu pingsan setelah bertemu Gun Wook. Tae ra masih membela, mengapa selalu menyalahkan Gun Wook, kematian Tae Kyun bagaimana bisa karena Gun Wook, ibu memangnya apa dendam Gun Wook pada keluarga kita sampai ia harus melakukan itu?
Ny. shin tentu saja tidak bisa menjawabnya.
Tae Ra keluar karena menerima telp dari So dam dan sekretaris Kim masuk.

Sementara itu Hong Tae sung terus mencoba menelepon Gun wook, hanya tidak diangkat, brengsek, mengapa tidak mengangkat telp-ku! Tae Sung lalu minta anak buahnya mengirim sms, alamat Gun Wook.

Jae In duduk di tangga di depan pintu apartemen Gun wook dan menunggunya. Ny. Shin meminta sekretaris Kim untuk mengurus "urusan" itu dan kali ini lakukan dengan tuntas. Tapi sekretaris Kim menolaknya, ia tidak bisa melakukan hal2 tanpa sepengetahuan President Hong.

Ny. Shin mencoba membujuk Sekretaris Kim, "Sekretaris Kim, berapa lama kau bekerja di Haeshin?"
Sekretaris Kim : 30 tahun
Ny. Shin : Aku bisa memberimu posisi tertinggi kalau perlu.
Manager Kim akan mempertimbangkannya dan Ny. Shin berguman, Shim Gun Wook, apa kau pikir aku akan diam saja dan tidak melakukan apa-apa?

Sekretaris Kim keluar dan Manager Uhm ada tepat di depan pintu, dia pasti sudah mendengar segalanya. Tapi sekretaris Kim tidak melakukan apa-apa dan pergi.

Sementara itu, Gun Wook bermobil sendirian mala-malam (pasti banyak yang mau disopirin Gun Wook ya hehehe, but not tonight..) dan ia mengingat percakapan-nya dengan Tuan Hong.
Tae sung juga bermobil sendirian. Dan masih mencoba menghubungi Gun Wook.

Sebuah mobil dari arah berlawanan melawan arah dan menuju tepat ke arah mobil Gun Wook. Gun Wook berhasil menghindarinya tapi justru mobilnya menabrak tiang. Jae In yang mondar mandir di sekitar trotoar apartemen Gun wook terperanjat, seperti merasakan firasat aneh. Tirai kristal di apartemen Gun wook bergoyang dari jendela yang terbuka.

Gun Wook luka parah tapi ia masih mencoba mengirim sms ke Detektif Gwak. Tapi sayangnya Detektif Gwak tidak mengerti artinya, Shim Gun Wook sudah sampai di kota Kyunggi, Detektif Gwak heran mengapa Gun Wook mengirim pesan seperti ini, ini lokasi GPS dimana ia berada? Astaga..ah sudahlah dan justru merasa pesan yang salah kirim. Keduanya lalu pergi minum kopi. Idiot ngga sih mereka ini arrgh.

Tae sung yang kesal dengan Shim Gun Wook pergi ke apartemen Kak Jang, ternyata Gun Wook memberikan alamat Kak Jang sebagai data di kantornya. Tae Sung langsung menerobos masuk dan mencari Gun Wook. Ia ingin memukul Gun Wook. Kak Jang kesal dan marah pada Tae Sung. Tae Sung ingin tahu kalau Gun Wook tidak disini, lalu dimana rumahnya, tapi Kak Jang tidak tahu dan Tae Sung tidak percaya, Kak Jang hampir saja berkelahi dengan Tae sung dan dicegah oleh rekan-nya.

Jae in juga semakin mencemaskan Gun Wook dan menunggu di sekitar apartemen Gun Wook sepanjang hari.

Gun Wook pingsan dan luka parah dan dimasukkan ke dalam ambulance. Ketika akan dinaikkan ke ambulance, ponselnya jatuh ke rerumputan di jalan.

Kim Nam Gil and hands acting ...

Sampai di RS, Gun Wook dalam keadaan koma dan tidak sadar, dokter mencoba menyadarkan Gun Wook dengan alat pacu jantung/defilbrator, setiap hentakan alat pacu memicu kilasan ingatan tentang Jae In dalam memori Gun Wook, satu demi satu, sampai tiiitttttt....garis di monitor datar.

Semua mengira Gun Wook meninggal, jadi tubuhnya ditutup dan dibawa pergi.

Ny. Shin mendapat laporan dari seseorang, Sudah dilaksanakan sesuai keinginan anda. Ny. Shin berkata pada manager Uhm kalau ia meminta orang mengikuti Sekretaris Kim untuk membuktikan kesetiaan-nya, apa kau tahu betapa bodohnya mempercayai seseorang?. Sekretaris Kim seharusnya melakukan ini 20 tahun yang lalu. Ny. Shin tidak tahu apa Sekretaris Kim sengaja membiarkan Gun Wook hidup waktu itu.

Manager Uhm mencemaskan keselamatan Gun Wook tapi Ny. Shin membentak, tutup mulutmu! Tidak terjadi apa-apa! Aku akhirnya bisa tidur nyenyak malam ini.

Tae Ra sedang Yoga tapi ia tidak bisa konsentrasi karena memikirkan Gun Wook.

Ny. Shin mengunjungi Tuan Hong dan merawatnya dengan penuh kasih sayang lalu berkata pada Tuan Hong kalau dia sudah menyingkirkan pria yang menyusahkan itu, dan membuatnya untuk pergi dengan diam-diam. Aku yakin kau juga akan melakukan hal yang sama, dia adalah orang yang membunuh Tae Kyun, seharusnya aku tidak membawanya ke rumah. Ini salahku, akhirnya aku juga yang memberskannya. Kau harus berkata aku melakukan hal yang bagus, nanti kalau kau sudah sadar.

Di rumah Tae Ra, Jaksa Park siap-siap untuk pindah, ia menanyakan So Dam. Tae Ra menjawab, So dam les dan Tae Ra berkata akan ada penyidik yang akan memeriksa Haeshin karena masalah dana itu. Jaksa Park tanya apa Taera perlu bantuan? Tae Ra menjawab tidak. Park mengingatkan karena ayah mertua pingsan, kau pasti sangat sibuk, kau harus bersiap. Tae Ra mengiyakan. Lalu Jaksa Park pergi.

Paginya, Gun Wook tidak masuk kerja. Rekan-rekannya bingung, bagaimana ini, hari ini presentasi Robort Theme Park, seharusnya dia yang melakukannya.
Jae In juga mencoba terus menghubungi Gun Wook tapi nihil. Rekan Gun Wook semakin panik, kita harus menyiapkan data untuk briefing, wakil president akan hadir dalam presentasi ini.

Jae in lalu inisiatif untuk melakukan presentasi itu menggantikan Gun Wook. Rekannya surprise, kau bisa? Ya kata Jae In.
Tae sung juga heran, Gun Wook tidak masuk kerja? dan ia meminta untuk segera lapor kalau Gun Wook sudah tiba. Semua anggota dewan sudah hadir, ayo ke ruang pertemuan.

Jae In presentasi : Robort Theme Park yang kami bangun adalah robot theme park yang pertama di dunia. Kami berencana untuk membuat pengunjung bisa berfantasi dan memiliki pengalaman dengan para robot. Kami berencana untuk membuat pengunjung mendapatkan pengalaman futuristik dengan robot.

Presentasi sukses.

Tae Ra memanggil Tae sung dan menanyakan tentang Gun Wook. Tae sung kesal, kau memanggilku karena kau ingin tahu tentang itu? Tae Ra berkata bukankah kau ketemu dia kemarin.

Tae Sung : Aku ketemu dia kemarin dan...membunuhnya!!

Tae Ra terperanjat, apa? Tae sung mendengus, kau jauh lebih terkejut daripada ketika mendengar ayah pingsan, apa dia begitu penting bagimu?
Tae Ra : Tae sung!
Tae Sung : Aku benar2 mencoba membunuhnya, tapi..aku tidak bisa menemukannya. Mungkin ia melarikan diri.

Tae sung juga mengatakan kalau alamat Gun Wook di resume juga palsu, semuanya bohong. Hentikan! kata Tae Ra. Tae sung tidak peduli dan melanjutkan, apa kau tahu mengapa Gun Wook mendekati dirimu? Ingin aku mengatakan-nya? Karena Haeshin, ia mendekati kita karena Haeshin.

Dia menjadi sekretarisku dengan menggunakan Mo Ne dan dia mengejarmu setelah mendapatkan kepercayaanku, lalu apa? Tae Kyun meninggal dan ayah pingsan. Maka secara otomatis, Haeshin akan menjadi milikmu, itulah yang dia kejar sejak semula, ia ingin mendapatkan Haeshin untuknya sendiri menggunakan dirimu!
Tae Ra : Tae sung..bagaimana kau bisa..

Tae sung : Kakak! kau tidak akan mengatakan padaku bahwa ini cinta atau semacamnya, iya kan? Kau tidak akan berkata kalau ia mencintaimu atau semacamnya, kan? Tolong sadarlah! Kau dimanfaatkan sejak semula! Apa kau tidak mengerti itu? Kau dan Mo Ne dan aku! Kita semua!

Tae Ra : Keluar! Keluar dari ruanganku segera!

Kemudian flashback, ini mungkin dari memori Gun Wook atau dari Gun Wook yang mati suri.

Kilasan ingatan antara Gun Wook dan Sun Young, suara Gun Wook : Noona, maafkan aku. Apa kau masih menemui Hong Tae sung? Apa kau benar2 harus menemuinya? Kau bilang padaku kau sudah putus dengannya.

Sun young : Itu..tidak berjalan sesuai rencanaku.
Gun Wook : Aku berkata kau akan terluka.
Sun Young : Aku kenal Tae Sung lebih baik darimu.
Gun Wook : Kakak!
Sun Young : aku tidak bisa hidup seperti ini selamanya, aku juga ingin membentuk keluargaku sendiri. Dengan suami yang penyayang dan anak yang lucu. Gun Wook..lupakan semuanya sekarang. Akan mudah bagimu kalau kau melupakannya.

Gun Wook : melupakan semuanya?

Sun Young : Maafkan aku, Tae sung menungguku.

Suara Gun Wook : Kemana aku akan pergi? Apakah surga? atau neraka?

Manager Uhm tanya pada sekretaris Kim, sejak kapan ia tahu kalau Shim Gun Wook adalah Tae sung. Apa semua yang terjadi benar2 adalah karena perbuatan anak itu? Anak itu sangat lembut ketika kecil.

Sekretaris Kim hanya menjawab kalau kebenarannya akan terungkap setelah semua berakhir.

Ny. Shin masuk kantor dengan hati senang, ia bersenandung. Tapi ketika ia akan duduk, kursinya selip dan ia hampir jatuh. Ny. Shin kaget karena melihat pemantik Gun wook yang bernoda darah di mejanya, dan Ny. Shin membuangnya ke lantai karena ketakutan (sedikit).

Ji Yeon (anak buahnya) lari mendatanginya, President! Tidak apa kata Ny. shin, apa ada orang yang masuk ke kantorku? panggil sekretaris Kim. Ji yeon pergi.

Di RS, tiba2 Tuan Hong bereaksi. Di sekitar kantor, Partner-of-crime-nya Gun Wook berjalan pergi. sepertinya ia yang meletakkan pemantik itu untuk menakut-nakuti Ny. Shin.

Keluarga Hong sedikit lega ketika dokter menjelaskan kalau Tuan Hong menderita stoke jantung/cardiac spasm. Meskipun bisa sangat berbahaya tapi kondisi Tuan Hong sekarang stabil dan ia akan sadar dan membaik.

Tapi meskipun ia sadar, dia akan membutuhkan waktu untuk kembali ke kondisinya semula.

Ny. Shin mengajak sekretaris Kim bicara secara pribadi. Mayat Shim gun Wook, apa kau sudah melihatnya? Kim mengiyakan. Ny. Shin mengeluarkan pemantik Gun Wook.

Kim : Apa ini Nyonya?
Ny. Shin : Ini adalah pemantik yang dibawa Gun Wook, apa kau tidak tahu mengenai ini? Jangan bermain-main denganku.
Kim : Nyonya, kita ada di kapal yang sama, bagaimana saya bisa menipu anda?
Ny. Shin : Ayo pergi, aku ingin melihat mayatnya sendiri.
Kim : Sudah dikremasi.
Ny. Shin : Dikremasi?
Kim : Saya menaburkan abunya diatas gunung pada hari yang sama.

Tae Ra melihat ibunya dan sekretaris Kim dari pintu, tapi sepertinya Tae Ra tidak mengerti apa pembicaraan mereka.

Tae Sung mengajak Jae In menemui ayahnya dan berkata pada Tuan Hong yang belum sadar, Ayah, aku tahu Jae In, kan? Gadis yang kerja di galeri ibu. Jae In katakan halo.
Jae In : President, apa kabar, saya Moon Jae In.

Tae sung : Gadis ini cantik kan? Dia akan ada disisiku, membuatku menjadi orang yang baik2 saja. Orang bilang jika kau menikah maka akan membuat orang tuamu bahagia juga, benar kan? aku akan membuatmu bahagia, jadi jangan tidur saja dan bangunlah.

Ny. Shin masuk dan marah, apa yang kau lakukan dengan orang sakit? Apa kau pikir, dunia menjadi milikmu sekarang karena ayahmu pingsan? Kita sudah cukup susah dengan penyelidikan perusahan dan kau membuat ayahmu tidak bisa istirahat dengan membawa gadis murahan ini kesini?

Tae sung membela Jae In, kumohon jangan bicara seperti itu, dia pacarku. Ny. Shin dengan sinis menjawab, pacarmu? sepertinya tidak hanya satu orang yang kau sebut pacar.

Tae sung : gadis ini, Moon Jae in adalah pacarku!
Ny. Shin : Jae In, kau pasti sangat senang. Tapi jangan berharap banyak dari Tae Sung, karena aku tidak pernah menganggapmu sebagai menantu.

Tae Sung marah dan ingin mengajak Jae In pergi tapi Jae in bertahan dan berkata, Kita akan bertemu lagi..Ibu.
Ny. Shin : Ibu??

Setelah keduanya pergi, Ny. Shin ngomel, Moon Jae In dan Shim Gun Wook sama saja. Orang-orang yang seperti sampah, yang mencoba merangkak ke atas dari bawah.

Tae Sung mengantar Jae in pulang dan berjanji kalau ayahnya sadar, ia ingin menikahi Jae In. Tae Sung sadar selama ini ia sudah menyusahkan ayahnya dan melihat ayah tidak sadar seperti itu, membuatnya menyesal, "Tapi sekarang aku memilikimu, aku punya keberanian untuk memulai dari awal. Terima kasih."

Jae in berkata tapi kau harus mengutamakan kesehatan ayahmu dulu. Tae sung mengerti dan ia mengucapkan selamat malam, lalu mencium Jae In.

Setelah Tae sung pergi, Jae In mencoba menelepon Gun Wook lagi tapi tidak ada hasilnya. Ia jadi sangat cemas dan kesal, lalu pergi ke restaurant yang dikelola Kak Jang dan tanya mengenai Gun Wook.
Kak Jang juga tidak tahu apa-apa. Tapi kebetulan sekali, kedua detektif kita mampir ke restaurant untuk makan.

Jae in memohon pada mereka untuk mencari Gun Wook. Sudah seminggu Jae in tidak bertemu dengan Gun Wook. Anda tidak mengurungnya di suatu tempat kan? (Jae in terlalu cemas sampai ia lupa kalau ia pernah berkata ia tidak kenal Gun Wook)

Kedua polisi itu heran dan mereka ingat memang pernah menerima sms "aneh" dari Gun Wook. Detektif Lee melihat sms itu lagi dan berkata itu pesan lokasi yang menunjukkan dimana dia berada via GPS. Detektif Gwak baru sadar. (capek deh..)

Jaksa Park menemui Tae Ra dan berkata ia sudah mengirimkan surat cerai padanya sesuai permintaan Tae Ra. Tae Ra juga mencoba menghubungi Gun Wook dan ia sangat cemas. Jaksa Park heran melihat Tae Ra dan tanya apa kau baik2 saja? ya kata Tae Ra.
Tae Ra lalu tanya, kau berkata kau mencoba menyelidikinya kan?
Jaksa Park : Shim Gun Wook?
Tae Ra : Aku tidak bisa mengontaknya, apa kau tahu dimana ia tinggal?

Jaksa Park : Apa kau bilang kau tidak tahu dimana dia tinggal sampai sekarang? Seorang pria seharusnya pertama-tama, membawa wanita yang dicintainya ke rumah mereka. Aku tahu dimana tempat tinggalnya, aku minta orang mengikutinya. Jangan salah paham, tapi ia terlihat berbahaya menurutku. Jadi kalau-kalau..
Jaksa Park mendesah, ah apa gunanya aku mengatakan ini padamu?

Tae Ra mendapat alamat Gun Wook dan ia memanggil ahli kunci! ha! Cara masuk ke rumah orang tanpa ijin, Hong Tae Ra ahlinya. (tidak boleh ditiru, haha) Tae Ra masuk dan untuk pertama kalinya ia melihat apartemen Gun Wook yang modern dan elegan. Bahkan Tae Ra melihat foto Gun Wook+Jae In di meja. Tepat saat itu Jae In masuk, Gun Wook-ah!

Tae Ra kaget, bagaimana kau bisa kesini? Jae In berkata ia datang karena Gun Wook tidak masuk kerja jadi ia cemas. Jae in buru-buru menutup pintu ke ruang "kerja" Gun Wook. Membuat Tae Ra sadar, ini bukan kali pertama kau kesini kan?
Jae In : Maaf?
Tae Ra : Kau sepertinya sangat familiar dengan tempat ini.

Tae Ra heran, tidak seorang pun di kantor mengetahui dimana alamat Gun Wook, tapi kau tahu. Apa Tae Sung yang mengatakannya padamu?
Jae In mengiyakan. Tapi Tae Ra membalas, Tae Sung mengatakan padaku ia tidak tahu alamat Gun Wook, dia berkata kalau alamat Gun Wook beda dengan yang di resume-nya.

Jae In : Saya tahu karena kami berteman, kebetulan rumah kami dekat.
Tae Ra : Benarkah?

Tae Ra menanyakan hubungan Jae In dan Tae Sung, kita mungkin akan jadi keluarga, jadi aku boleh kan bertanya. Apa kau benar2 menyukai Tae sung..
Jae In : ya
Tae Ra : Tapi..kau tahu rumah Gun Wook, padahal tidak ada yang tahu? Apa Tae sung tahu mengenai ini?
Jae In : Dia tahu kalau Gun Wook dekat dengan saya.
Tae Ra : Benarkah? Jadi kalau demikian jangan memikirkannya, pikirkan hubunganmu dengan Tae sung. Karena tidak ada pria yang suka pacarnya pergi ke rumah pria lain.

Jae In berkata ia mengerti dan ketika Jae In tanya bagaimana Tae Ra bisa ke sini, Tae Ra berbohong dan berkata kalau Gun wook memberinya kunci dan mengatakan aku bisa datang kapan saja aku mau. Oh that's hurt..(Gun wook melakukannya? Jae In heran dan terluka)

Jae In berkata ia cemas karena Gun Wook tidak punya keluarga. Tapi Tae Ra berkata jangan mencemaskannya, aku mengirimnya pergi berlibur. Ada masalah serius, jadi kupikir lebih baik dia keluar negeri untuk sementara.

Tae Ra melanjutkan, kalau keadaan di rumah dan perusahaan sudah tenang, dia akan segera kembali, jadi jangan mencemaskannya. Dan kalau Gun Wook kembali...kami akan menikah. (ini mirip alasan Seondeok mengirim Bi Dam pergi ya..ep 60)

Jae In : Kalian..akan menikah?
Tae Ra : Kami baru membahasnya diantara kami sendiri, tolong rahasiakan ini sementara. Dari Tae Sung juga.
Jae In : Tapi mengapa anda mengatakannya pada saya mengenai ini?
Tae Ra : Aku berkata jangan mencampuri urusan Gun Wook lagi. Kau mengerti? Tolong pergi.

Jae In tidak punya alasan lagi untuk tinggal dan meragukan ucapan Tae Ra dan ia pergi, paling tidak saya lega mendengarnya sedang berlibur. Saya pergi.

Setelah Jae In pergi. Tae Ra menyadari Gun Wook mungkin benar-benar lenyap dan ia menangis sedih.

Tae ra duduk dan mengenang kembali pertemuannya dengan Gun Wook dan saat Gun Wook mengaku kalau ia menyukai Tae Ra. Jae In juga berjalan pulang dengan perasaan terluka.

Sementara itu Tae Sung ke rumah Jae In dan bertemu Won In. Tae sung geli melihat Won In yang tidak terlalu menyukainya, kau membenciku kan? Won In menjawab aku sudah memilih orang lain sebagai kakak iparku.
Tae sung : Benarkah? wah kalau begitu repot. Bagaimana aku bisa mengubah pikiran adik iparku?
Won In sebal, mengapa memanggil adik ipar. Tae sung berkata tidak tahu, itu keluar begitu saja dari mulutku. Ayolah kita cari kakakmu dan makan bertiga.
Pasangan Tae sung - Won in ini lucu juga.

Detektif Gwak dan Lee pergi ke lokasi terakhir di GPS Gun Wook. Ini hanya jalan kan, mengapa ia mengirimkan lokasinya dari sini? Lalu Detektif Lee teriak, Pak, ada darah disini!

Detektif Gwak meminta Detektif Lee mencari informasi apa ada kecelakaan di sekitar sini dan mengecek di CCTV lokal.

Jae In pulang dalam keadaan down. Won in berkata Tae Sung-ahjussi baru saja dari sini tadi. Kak, apa kau tidak akan bersama Gun Wook-ahjussi?
Jae In menjawab, Gun wook liburan. Jae in berkata aku dan Gun Wook tidak bisa bersama, karena dengan cara itu..kami berdua mendapatkan apa yang kami inginkan?

Won In tanya apa yang kau inginkan? Uang?
Jae In berkata, benar. uang. Rumah yang mewah.

Won In merasa Gun Wook juga sedang mengejar wanita kaya sekarang, ah jadi itu arti tali, tidak ada orang yang ingin mendapat uang dari usahanya sendiri dan mereka akan mencari orang kaya.

Jae In: Diam! Dan kau..Jangan membicarakan Shim Gun Wook didepanku mulai sekarang.

Won In : Mengapa? mulutku kan punyaku sendiri.
Jae In : Karena aku sudah melupakannya.

Ny. Shin menemui Tae Ra, dan ibunya berkata ayahmu tidak di tempat dan para direktur itu akan bertingkah jika kita tidak melakukan apa-apa. Ny Shin tanya apa kau benar akan menceraikan Jaksa Park?

Tae Ra berkata semua sudah berakhir dan ia sudah pasti cerai. Ibunya marah apa ini karena dia? Tae Ra beralasan bukan karena dia tapi Tae Ra tidak ingin ibunya mencampuri hidupnya lagi. Tidak ada alasan aku tidak bisa menikah dengannya (Gun Wook)

Ny. Shin : Kau akan menikah dengannya? Siapa dia itu sampai kau berkata kau akan menikahinya? Kau pikir dia itu siapa?

Tae Ra balik tanya, lalu siapa dia Bu? Ny. Shin tidak bisa menjelaskan dan hanya berkata bagaimana aku tahu siapa dia.

Sementara itu Moon Jae In mendapat telp dari Detektif Gwak.

Kembali ke Tae Ra, Ibu kau menyembunyikan sesuatu padaku kan? Siapa dia? Katakan padaku.

Ny. Shin : Apa itu penting? Mo ne dan setelah itu, Tae Kyun dan sekarang ular beracun itu mencoba menghancurkan hidupmu juga! Aku tidak ingin hidup untuk melihat itu!
Tae Ra : Aku menyukainya Ibu! Aku...mencintainya.
Ny. Shin : Dia sudah mati.
Tae Ra : Apa??

Jae in heran, kecelakaan mobil? Mereka berkata ia liburan. Detektif Gwak menjawab, mereka bilang dia dibawa ke RS ini, tapi jangan terlalu cemas, itu mungkin saja bukan Shim Gun Wook.

Tae Ra kaget, apa maksud ibu dia sudah mati? Ny. Shin sadar ia kelepasan bicara, aku bilang kau harus berpikir kalau ia seolah-olah sudah mati.

Tae Ra menolaknya mengapa? Apa Ibu pikir aku akan melepaskannya? Aku bisa melepaskan Haeshin, ayah, kau dan semuanya! Tapi..aku tidak akan pernah melepaskannya. Wow..
Tae Ra : Aku akan segera menikah dengannya setelah proses perceraian selesai.

Ny. Shin meledak : Apa? Kau bisa melepaskan segalanya kecuali dia? kau pasti sudah gila! Shim Gun Wook, bajingan itu...adalah anak yang dulu ditendang keluar dari rumah kita 20 tahun lalu! Dan kau akan bercerai untuk menikah dengannya?

Tae Ra : Apa? Apa maksud ibu, kalau dia anak itu?

Jae In dan kedua polisi masih mencari Gun Wook, jadi mereka berkata kalau dia dipindah ke RS lain?
Polisi membenarkan, mereka berkata keluarganya datang dan memindahkannya dengan ambulance.

Jae In bingung, keluarga apa, kapan Shim Gun Wook punya keluarga? Detektif Gwak juga heran siapa yang memindahkan mayat Shim Gun Wook?
Jae In kaget, apa katamu mayat? Detektif Gwak menenangkan Jae In, mungkin dan mereka bisa saja salah. Detektif Lee ingin membantah. Jae In sadar, kalian membohongiku kan, aku ingin lihat mayatnya!

Tae Ra shock, apa? anak itu..
Ny. Shin : Dia pura2 menjadi Hong Tae sung 20 th lalu dan datang ke rumah kita. Itu anak yang sama. dan ia kembali

Tae Ra : A anak itu..adalah Gun Wook? Apa yang kau bicarakan Ibu? Kau bohong kan?

Ny Shin menjawab buat apa ia berbohong, kita membesarkan dia dengan sepenuh hati selama setahun dan seperti ini setelah 20 tahun. Dia membunuh Tae Kyun dan bahkan membuat ayahmu pingsan. Kebaikan kita dibalas dengan dendam. Kau mengerti sekarang ? Ia memiliki dendam pada kita karena diusir 20 tahun lalu dan mendekati kita dengan rencana di kepalanya. Ular beracun itu.

Ny. Shin minta Tae Ra sadar. Tae Ra tidak percaya, apa ibu ingat betapa lugu, hangat dan lembutnya anak itu dulu, iya kan?
Ny. Shin : Aku tidak ingat itu. Dia menakutkan sejak kecil.

Ny Shin lalu berbohong, ketika aku mengungkap rencananya dia mendatangiku dan minta uang dan berkata akan pura2 mati dan akan pergi.

Tae Ra : Tolong pergi.
Ny. Shin : Tae Ra. Baiklah aku peri tapi asal kau tahu, si brengsek itu datang untuk menghancurkanmu.

Jae In masih terpuruk di RS. Gwak berkata padanya, mereka berkata Shim Gun Wook dipindah ke RS ini malam itu tapi karena pendarahan yang berlebihan, dia...
Jae In tidak percaya, itu mungkin bukan Gun wook.

Jae In : Shim Gun Wook, kau bercanda denganku kan..ayo cepat keluar. Aku minta maaf. aku ingin bertemu denganmu. Cepat keluar. Aku minta maaf.

Paginya, Ny. Shin masuk kantornya lagi dan tarrra...menemukan pemantik bernoda darah milik Gun Wook di mejanya. Ny. Shin ketakutan, ia melemparkannya tapi pemantik itu tetap disitu...

pemantik misterius.....

Jauh di suatu tempat, di rumah sakit jiwa, sesosok pria melihat ke luar jendela dengan pandangan kosong....

It's Shim Gun Wook!

 

Sumber : kadorama-recaps.blogspot.com

Episode Sebelumnya

Episode Selanjutnya

Bad Guy episode 14

Ternyata Gun Wook meminta Sekretaris Kim ke apartemen Kak Jang. Ketika Gun Wook datang, Sekretaris Kim sudah menunggunya. Gun Wook berkata sambil buka pintu, aku dapat pesan yang menarik, ada orang yang mengurus makam kedua orang tuaku selama beberapa tahun ini dan aku mendapatkan no telp. orang itu.

Sekretaris Kim : Mengapa kau mengatakan itu padaku sekarang?
Gun Wook : Lalu...mengapa kau mengunjungiku sekarang?

Manager Uhm menyinggung Gun wook lagi. Ny. Shin heran mengapa kau selalu menyinggung Shim Gun Wook? Apa yang kau ketahui, cepat katakan padaku. Manager Uhm menceritakan mengenai kebiasaan Choi Tae sung kecil yang suka makan permen karamel dan Shim Gun Wook yang juga melakukan hal yang sama. "Ny. Shin, kau tidak akan mencelakainya, kan?"
Ny. Shin membentak, mengapa kau mengatakan padaku sekarang? Ohh!!

Di apartemen Kak Jang, Sekretaris Kim tanya, apa lukamu sudah sembuh benar? lukamu akan meninggalkan bekas di punggungmu. Gun wook tidak menjawab dan hanya minta Sekretaris Kim duduk. Sekretaris Kim berkata ketika menyelidiki latar belakang Gun wook ia curiga mengapa tidak bisa menemukan masa kecil Gun Wook dan melihatmu seperti sekarang, kau lebih baik dari yang kukira.
Gun Wook memaksakan diri ketawa dan tanya apa kau merasa bersalah? Sehingga mengurus makam orang tuaku.

Tuan Kim berkata kalau ia merasa kasihan pada keduanya yang meninggal dengan cara salah. Gun Wook tertegun, meninggal dengan cara salah? Apa maksudmu, apa kau ingin berkata mereka dibunuh atau apa?
Tuan Kim : Apa kau tidak ingin tahu bagaimana mereka meninggal?
Gun Wook semakin bingung, bukankah mereka kecelakaan? Gun wook terdiam.
Gun wook : Orang tuaku...katakan bagaimana mereka meninggal? Apa yang terjadi pada orang tuaku!

Sementara itu Jae In masih menunggu di apartemen Gun Wook dan memutuskan untuk membereskan pecahan gelas di lantai. Setelah selesai, Jae in tanpa sengaja (tanpa sengaja menekan remote kunci-nya) menemukan ruangan rahasia Gun wook dan tertegun memandang pintu berputar Gun Wook. Serius, aku pingin punya ruangan kaya gitu, kaya agen rahasia atau batman gitu...

Kembali ke Tuan Kim dan Gun Wook.
Gun Wook ingin tahu apa Tuan Hong ada di balik ini semua, Sekretaris Kim berkata Tuan Hong tidak tahu apa-apa, Ny. Shin-lah pelakunya. (Aku ngga kaget) Tapi Gun Wook kaget. Tuan Kim berkata Ny, Shin tidak bisa menerima anak diluar nikah dan melakukan apa saja yang bisa ia lakukan untuk menyingkirkan anak itu.

Gun Wook terlihat sangat terkejut. Tuan Kim melanjutkan, Ny. Shin tidak ingin membesarkan anak diluar nikah suaminya dari wanita lain, jadi Ny. Shin memutuskan untuk membesarkan Tae Sung Palsu, itu akan lebih baik baginya. (Sepertinya Ny. Shin juga menipu Sekretaris Kim).

Sementara itu, Ny Shin masih bertemu dengan manager Uhm yang berkata, Nyonya, orang itu pasti bukan anak itu. Tidak kata Ny. Shin kalau dipikir-pikir, Mo Ne putus dengan Tuan uhm, Tae Sung kembali ke Korea, Tae Kyun meninggal, keluargaku kacau berantakan bukan karena Tae sung kembali ke Korea. Tapi sejak Shim Gun Wook muncul.

Ny. Shin berdiri, aku seharusnya lebih cepat menyadarinya. Aku pikir ia sudah mati. Aku tahu kalau Shim Gun Wook adalah anak itu, dia bahkan tahu bahasa isyarat. Dia bagai bayangan tersembunyi, tidak dikenal siapapun...

Sekretaris Kim berkata kalau Ny. Shin harus menghilangkan semua bukti mengenai Gun wook, dan juga merancang agar kedua orang tuamu terbunuh dalam kecelakaan mobil. Tuan Kim menambahkan, mereka juga bukan orang tua biologismu. Gun Wook tidak mengerti, hanya demi merahasiakan tujuan-nya, Ny. Shin sanggup membunuh kedua orang tuanya? Jadi, aku kehilangan seluruh keluargaku dan juga masa kecilku hanya karena alasan tidak masuk akal wanita kaya yang gila?

Tuan Kim berkata hanya itu yang ia ketahui dan ia pergi. Gun wook langsung murka ia lari dan teriak lalu terjatuh karena sangat marah dengan air mata bercucuran.


Gun Wook kembali ke apartemen-nya dan melihat Jae In duduk di ruang rahasianya. Jae In tanya masih dengan berharap, katakan padaku, ini tidak seperti yang kupikirkan, iya kan? Gun Wook yang sedang terpukul menjawab itu persis dengan apa yang kau pikirkan.

Jae In : Shim Gun Wook, siapa orang2 ini?
Gun Wook : Mereka adalah orang-orang Haeshin yang sering kau lihat.
Jae In : Tidak, itu tidak benar kan?

Gun wook membanting map-nya, mengapa? Gun Wook menarik Jae In dan dengan gaya yang menjurus ke "gila" menjadi tour guide Jae in di wall-of-crime-nya. Gun Wook menjelaskan pada Jae In (hampir sama dengan urutan Ny. Shin) : Mo Ne pertunangan-nya putus, Tae Ra hampir bercerai, dan Tae Kyun ada di sini, tapi sekarang tidak. Gun wook tersenyum dengan mengerikan. Menakutkan Jae In.

Jae In : Mengapa kau berbicara seperti ini, kau seperti memiliki dendam besar pada Haeshin.
Gun Wook : Apa aku harus baik dengan mereka? seperti dirimu? Apa kau sekarang sedang berperan sebagai anak mantu? Atau kau takut Hong Tae Sung akan terluka?

Jae In : Mengapa kau selalu memikirkan Tae sung, dan mengapa kau tidak pernah bicara mengenai dirimu sendiri.
Gun wook : Hong Tae Sung? Aku ingin semua yang dimiliki Hong Tae Sung. Aku ingin mengambil semuanya. Mereka memperlakukan orang seperti serangga karena harga diri mereka..mereka yang mengenakan cangkang Haeshin..aku akan menginjak mereka semua.

Jae In merasa Gun Wook sudah gila dan berkata (biarpun Jae In tidak tahu kebenaran-nya), meskipun mereka membunuh orang tuamu, ini sudah keterlaluan. Ini membuat Gun Wook tertegun.

Jae In : Baik. Ayo. Aku akan melakukan apa saja untuk menikahi Hong Tae sung dan menjadi bagian dari keluarga itu. Lalu jika kau ingin menginjak-ku juga, lakukan apa maumu.

Gun Wook : Moon Jae In, jangan menipu dirimu sendiri. Aku? Aku bisa menggunakan kau juga jika perlu, lalu membuangmu begitu saja dengan kejam. Sejak kapan kau memikirkan aku? Jangan munafik.

Jae In sangat terluka, dia berharap Gun Wook tidak akan menjadi orang seperti itu, tapi Jae In mengerti sekarang, lalu Jae In pergi. Jae In berpaling untuk terakhir kalinya, Jae in memohon penjelasan dari Gun wook, satu patah kata saja...kumohon. Tapi Gun wook diam saja.

Jae in mengaku sambil menangis, kalau hatinya tergoda karena Gun Wook, tapi Jae in bisa melepaskannya dan sekarang kata Jae in aku tidak akan mempedulikanmu lagi. Kita hentikan saja. Betapa menyedihkannya aku ini. Sekarang aku akan melangkah sendiri, terima kasih. Kata-kata Jae In mengguncangkan hati Gun wook (sedikit), tapi tidak cukup untuk menggoyahkan pendiriannya.

Jae in pergi dan Gun Wook berkata dalam hati : Moon Jae In, tidak peduli siapa yang kau pilih. Aku dan Haeshin..kami semua akan hancur. (Gun Wook!!! cepat kejar Jae In arrghh...I hate this.)

Malamnya, Jaksa Park mencoba "mendekati" Tae Ra tapi Tae Ra menolaknya. Jaksa Park heran apa yang terjadi pada Tae Ra. Jaksa Park menyinggung Mo Ne, Jaksa Park tanya mengapa Tae Ra menolak berlibur bersama Mo Ne, menurutnya itu bagus untuk istirahat. Sepertinya Jaksa Park hanya mencoba mengetes istrinya dan ingin minta no. telp Shim Gun Wook dengan alasan ingin minum bersama membicarakan Mo Ne, tapi Tae Ra menolaknya dan berkata mana aku punya no. telpnya.

Jaksa Park terlihat putus asa dan marah karena perselingkuhan Tae Ra. Jaksa Park berkata Shim Gun Wook itu sering muncul di dekatmu dan kalian sepertinya cukup dekat. Tae Ra tidak menanggapinya dan keluar kamar.

Jae in tiba di rumah dan berkata pada Won In yang setengah tidur kalau Gun wook membuatnya ketakutan hari ini, ia tidak tahu lagi apa yang harus dipercaya. Jae In sedikit ketakutan dan ia memeluk Won In, membuat adiknya bergumam, Hei, apa yang terjadi, kau bahkan tidak minum alkohol kan? Jae In : Gun Wook aneh..(iya..siapa tahu kau menemukan tulang belulang tertanam di dinding Gun Wook wiii...)

Paginya, Gun wook memberikan informasi mengenai investasi besar2an Haeshin pada partner-nya dan memintanya meneruskan ke media. Lalu..menemui Ny. Shin. Teng! Teng!

Ny. Shin minum dan dengan tenang tanya bagaimana pencarian keluarganya? Apa kau menemukan mereka?

Gun Wook menjawab sambil main pemantiknya, mereka meninggal dunia..kematian yang sangat disesalkan, seseorang membunuh mereka.
Ny Shin : Benarkah? Mereka pasti sudah menyebabkan banyak orang merasa kesal.
Gun Wook : apa kau tertarik denganku? Kau bahkan tanya mengenai keluargaku. Gun Wook menyalakan pemantiknya.

Ny Shin dengan dingin memanggilnya Choi Tae sung. Bagaimana rasanya dipanggil dengan nama itu setelah beberapa lama? dan Gun Wook tidak kaget, menjawab dengan sopan, karena kau memanggil dengan nama itu, jadi membuka kenangan lama. Gun Wook tersenyum. Rasanya menyenangkan dipanggil dengan nama itu.

Gun Wook berkata Ny. Shin pasti terkejut, karena dia tidak mati dan juga karena semuanya. Ny. Shin pura-pura tidak tahu apa maksud Gun Wook.

Gun Wook memandang Ny. Shin dengan senyum di wajahnya, bermain pemantik apinya, mempermainkan Ny. Shin. Ny. Shin kesal, mengapa kau mendekati Mo Ne?

Gun Wook meluruskan, kau salah paham, Mo Ne-lah yang sangat menyukaiku. Dia memintaku kencan, dan memohon untuk bertemu denganku, dia menemuiku. Ny. Shin berkata, sudah berakhir dengan Mo ne jadi...
Gun Wook : aku tidak datang ke Haeshin karena Mo Ne, Haeshin juga bukan toko di lingkunganku.

Ny Shin : Beraninya kau!! Jangan melebihi batas dan membodohi diri sendiri.
Gun Wook : Kau pasti merasa sangat tertekan kalau aku akan menjadi bagian dari keluargamu lagi.
Ny. Shin : Apa? keluarga siapa? Pergi dari sini!

Gun wook main pemantiknya lagi dan berkata aku tiba2 berpikir, dibanding Hong Tae Sung yang sekarang, meskipun bukan anak yang sebenarnya, jika anak baik seperti diriku terperangkap dalam rumah ini, bukankah akan lebih tenang, Apa kau tidak setuju, ibu?
Ny Shin kaget, Ibu? Apa maumu?
Gun Wook : Apa kau akan memberikan apa yang kuinginkan? sesungguhnya ada satu hal yang ingin kutanyakan langsung padamu sejak lama. Mengapa Orang tuaku membawaku ke rumah ini? Seseorang pasti berkata bohong pada orang tuaku kalau aku Hong Tae Sung, aku heran siapa orangnya? Apa..kau?

Ny Shin menggenggam tangannya yang gemetar dan langsung menyiramkan air ke wajah Gun Wook! Wow..Gun Wook berkata : Jawaban-mu sangat jelas.
Gun wook berkata apa kau akan mengusirku seperti waktu itu di tengah hujan? Aku tidak akan seperti itu lagi, aku tidak punya sesuatu yang kutakutkan, sebaliknya kau punya semuanya. Mo Ne, putri kesayanganmu, aku bisa membuangnya begitu saja. Ny. shin murka dan teriak2, Pergi! Pergi kau dari sini!!

Tae sung datang ke geleri mencari Jae In tapi mendapat kabar kalau Jae In dipecat dari teman Jae in karena Ny. Shin tahu Tae sung dan Jae In sering kencan. Tae sung masuk ke kantor Ny. Shin tepat saat mendengar teriakan ibunya itu pada Gun Wook.
Tae sung : Mengapa kau terus saja mengusir orang2 ku?

Ny. Shin minta Gun Wook keluar. Gun Wook berkata kita belum selesai bicara, katakan alasannya mengapa anda ingin saya keluar dari perusahaan ini.

Ny. Shin tidak bisa menjelaskannya di depan Tae sung dan hanya histeris berteriak agar Gun Wook keluar. Gun Wook tersenyum dan berkata pada Tae Sung (dengan pandangan, lihat..ibumu sudah gila, tanpa sebab memecati karyawan begitu saja), kalau begitu aku pergi dulu.
Gun Wook keluar setelah sebelumnya mengirimkan "tatapan" mematikan ke arah Ny. Shin.

Ny. Shin mencoba membujuk Tae sung untuk memecat Gun Wook. Tapi Tae sung merasa tidak perlu, karena dia menyukai Gun Wook, lalu Ny. Shin juga tidak bisa menjelaskan apa alasan-nya memecat Gun wook. Tae Kyung kesal karena Jae In juga dipecat maka ia dengan keras menolak ibunya dan pergi.

Jae In memikirkan kata-kata Gun Wook dan memutuskan mengenakan jam tangan dari Tae sung. Bukannya Jae In menerima perasaan Tae Sung tapi karena ingin melawan Gun Wook, jadi ini tentang Gun Wook bukan Tae Sung.

Tae Sung tidak tahu alasan membingungkan ini dan ia hanya tahu kalau Jae In berarti siap menerimanya. Tae Sung langsung tersenyum senang dan menawarkan pekerjaan pada Jae In dalam proyeknya.

Jae In beralasan ia tidak memasukkan resume atau melamar ke situ dan ia tidak tahu apa Ny. Shin akan mengijinkan-nya. Tae sung berkata ia yang tanggung jawab mengenai Robot Theme Park, apa kau tidak bisa percaya denganku? Jae In berkata akan mempertimbangkannya.

Gun Wook pergi ke restoran yang dikelola Kak Jang dan bertemu kedua polisi kita. (Akur juga detektif Tua dan muda ini, kaya Starsky and Hutch aja). Gun Wook tanya berapa lama batas waktu untuk kasus pembunuhan? Lima belas tahun. Gun Wook mengeluh, kalau sudah terlambat lalu apa yang harus kulakukan?

Detektif Gwak menasihati Gun Wook untuk mengikuti peraturan hukum. Tapi detektif Lee berkata, kau bisa mengadukan penjahat itu dengan tuduhan lain, kejahatan-nya yang masih baru.

Tae Ra sedang rapat mengenai busana yang akan dijual di dept. store-nya. Setelah itu ia mendapat telp dari seseorang (mungkin partner Gun Wook). Tae Ra bergegas ke bar langganan suaminya dan menangkap basah suaminya yang sedang bermesraan dengan mantan kekasihnya itu. Tae Ra tertegun tapi sebenarnya ia senang dan langsung minta cerai.

Jaksa Park berkata kalau Tae Ra tidak akan bisa mengatasi skandal seperti ini, karena selama ini Tae Ra adalah Vice President yang perfeksionis. Tapi Tae Ra tidak peduli. Bahkan ketika suaminya tanya apa ini karena Shim Gun Wook, Tae Ra tidak menyangkalnya.

Jaksa Park : Ayo kita sudahi ini dan aku memaafkanmu.

Tae Ra : Maaf? Maaf? Aku akan membesarkan So Dam, aku tahu sekarang bagaimana rasanya bersama dengan seseorang yang kucintai.

Gun Wook sebenarnya tidak terlalu setuju dengan tindakan partnernya, tapi partnernya berkata kita bisa menggunakan data mengenai dana rahasia itu, tapi kalaupun itu terungkap, tidak akan membawa dampak besar pada Haeshin, jadi kita harus memanfaatkan ini.

Gun Wook seperti dilema, dan ia teringat Tae Ra. Gun Wook memandangi foto Tae Ra.

Tae Sung membujuk Jae In untuk kerja dengannya dan bahkan mulai menawarkan apartemen dan lain-lain pada Jae In, tapi sayangnya Jae In justru memikirkan Gun Wook dan sadar betapa ia tidak mengenal Gun Wook. Kasihan Tae Sung, andai ia tahu...

Malam itu, Ny. Shin yang gantian mimpi buruk, ia dengar Hong Tae sung kecil memanggilnya : Omma ...dengan suara yang menakutkan. Ny Shin bangun dengan keringat dingin dan memecahkan gelas dan air juga menumpahkan obat tidur karena shock.

Paginya, Jae In masuk ke kantor Tae sung dan memperkenalkan diri sebagai Art Director Robot Theme Park yang baru. Semua karyawan menyambutnya sampai Gun Wook masuk. Rekannya mengenalkan, ini Moon Jae In. Tapi Jae In dan Gun Wook hanya berdiri kaku. Jae In memberi salam tanpa melihat mata Gun Wook dan Tae Sung keluar lalu memanggil Jae In masuk ke kantornya.

Gun Wook santai tanya : Apa kau sudah sarapan? hahaha


Ny. Shin bergegas ke kantor Gun Wook dan berkeras agar Gun Wook keluar. Ny. Shin bahkan menampar Gun Wook di wajahnya, di depan Tae Sung dan Jae In.

Ini membuat Gun wook ada di atas angin dan Ny. Shin hanya terlihat marah tanpa alasan. Gun Wook nyengir dingin.

Ini jelas pesanan sponsor, apa itu merk bajunya Kim Nam Gil? ah lupa..pokoknya itulah


Tae Sung merasa tidak enak dengan Gun Wook karena Ny. Shin maka ia mengajak Gun Wook jalan-jalan dan belanja, lalu makan ice cream bersama. (drama ini sering sekali adegan ice cream haha..kayanya Kim Nam Gil suka sekali ice cream, mau dikirim ice cream satu truk langsung ke markas, prajurit Kim?) Tae Sung minta maaf atas kelakuan ibunya.

Tae Sung berkata pada Gun Wook kalau ia seperti kakak baginya. Gun Wook mengambil kesempatan dan memanggil Tae Sung dengan namanya.

Hong Tae sung. Tae Sung. Tae sung-ah..
Gun Wook : Aku bukan kakak siapapun, aku tidak ingin jadi kakak siapapun, aku datang ke dunia sendirian dan akan meninggalkan dunia juga sendirian.
Tae Sung ketawa, kau bercanda kan?
Gun Wook mengangguk dengan ice cream belepotan di wajahnya.

Aku bersedia membayar lebih untuk lihat dua orang ini 5 episode lagi plus Won In, ngomong apa aja tanpa script..serius!

Lalu Gun Wook menambahkan nasihat sebagai seorang kakak : Jangan percaya siapapun.

Lalu Gun Wook pergi dan jalan bagai di catwalk ...

Presdir Hong panik dan marah bagaimana data mengenai inside trading di Haeshin ini bisa bocor ke media. Presdir Hong tanya apa yang ditemukan Sekretaris Kim. Tapi Sekretaris Kim berbohong dan berkata ia masih mencari informasi tentang ini. (Inside trading kalau bocor maka akan sangat merugikan Haeshin)

Presdir Hong mencoba menghubungi Jaksa Park tapi tidak berhasil. Tae Ra pada saat bersamaan mengatakan akan bercerai dengan Jaksa Park pada ibunya. Ini membuat Ny. Shin ketakutan.

Jae In menemui Detektif Gwak dan mencoba tanya mengenai Gun wook, tapi Gwak menolaknya. Kemudian Gwak mengeluh pada Detektif Lee kalau Gun Wook ada di balik skandal Haeshin yang terbaru. Sementara Jae In masih di dekat situ dan jelas mendengar semuanya.

Jae In menemui Gun Wook dan menanyakan mengenai berita di koran, tapi Gun Wook tidak menanggapi dan berkata Jae In seharusnya memberi selamat padanya.

Mo Ne akan berangkat ke luar negeri dan ia berpamitan pada Tae sung. Mo Ne menyerahkan surat pada kakaknya itu.

Gun wook ingin membuat perkara lagi, maka ia menelepon Ny. Shin dan juga Tae Ra untuk datang ke kantornya. Gun Wook sangat cermat menghitung waktunya sehingga ketika Ny. Shin masuk, ia melihat Gun Wook dan Tae Ra sedang berpelukan, udah..habis dah..

Gun Wook dengan lihai pura-pura tidak tahu mengapa Ny. Shin marah dan membuat Ny. Shin semakin murka.

Mo Ne berangkat dan Gun Wook duduk di sofanya sambil membakar foto Mo Ne. Apa Mo Ne berakhir? let's see...

Ny. Shin berkata pada Manager Uhm, ketika orang tua Gun Wook meninggal, tidak ada orang yang sedih kecuali Gun Wook. Tapi ketika putranya meninggal, seluruh keluarga Hong bersedih. Bahkan seluruh negeri.

Tae Sung membuka surat Mo Ne dan Mo ne minta agar Tae Sung mencegah Tae Ra, karena Tae Ra tampaknya sudah kacau. Tae Ra berkata dia mencintai Gun Wook dan mereka berkencan.

Presdir Hong mendengar keluh kesah Ny. Shin mengenai Gun Wook dan ingin tahu apa yan sebenarnya terjadi. Ny. Shin berkata kalau Gun Wook adalah Tae Sung palsu itu dan dia ada di luar untuk mengincar keluarga ini. Ny. Shin bahkan berkata bukan orang tua Gun Wook yang membohongi Presdir Hong, tapi dia sendiri. Istrinya.

Presdir Hong tidak percaya ini. Ny. Shin beralasan, ia tidak tahan membesarkan anak diluar nikah suaminya. Tuan Hong membantah, tapi dia menerima Tae Ra seperti putrinya sendiri. (Bener kan..Tae Ra bukan anak Tuan Hong, jadi ngga apa-apa pacaran ama Gun Wook, astaga).

Ny. Shin berkeras, ini semua salah Tuan Hong, karena membawa anak itu, dan membocorkan semua "kejahatan" Gun Wook pada Haeshin. Tuan Hong murka, ia langsung minta Gun Wook dipanggil.

Tuan Hong memanggil Gun Wook ke rumahnya. Gun Wook datang dan masuk ke ruangan Tuan Hong. Tapi bukannya marah, bukan...Tuan Hong sangat merindukan Tae sung yang pertama dan ketika Gun Wook muncul, kata-kata pertama yang diucapkan Tuan Hong adalah:

Tae Sung - ah ..dengan nada sedih.

 

Sumber : kadorama-recaps.blogspot.com

Episode Sebelumnya

Episode Selanjutnya

Bad Guy episode 13

Pasangan terlarang itu benar-benar terperanjat setelah dipergoki oleh 2 orang yang seharusnya tidak melihat adegan itu. Tae Ra langsung berpaling karena malu pada Mo Nae dan Gun Wook terperanjat karena Jae in melihat mereka. Gun Wook melihat ke arah Tae Ra dan Jae in langsung pergi.

Gun Wook berbisik akan pergi dulu dan langsung mengejar Jae In, sementara Tae Ra berdiri tidak bergerak memunggungi Mo Nae yang meminta penjelasan. Tae Ra berbalik dan ingin bicara dengan Mo nae tapi Nona besar langsung pergi.

Gun Wook lari mengejar Jae In keluar, Mo Nae mengikutinya. Oppa! Sementara Jae In berdiri di balik dinding dan tidak terlihat oleh keduanya.

Mo Nae mengerti kalau Gun Wook tidak pernah mencintainya, "Aku benci mengakuinya, tapi aku tahu kau tidak pernah melihatku sebagai wanita." Mo Nae merasa tenang karena Gun Wook memilih bersamanya daripada dengan yang lain dan ia pikir kalau dia semakin dewasa, Gun Wook akan melihatnya sebagai seorang wanita. Tapi...apa kakak-ku yang benar-benar kau inginkan?

Gun Wook diam saja. Mo Nae : Kau tidak menjawabnya, jadi benar..selama ini yang kau inginkan adalah kakak-ku? Mengapa kau muncul dalam kehidupanku? Seharusnya sejak awal kau tidak pernah menunjukkan rasa tertarik padaku. Mo Nae berkata itu sambil memukuli dada Gun Wook.

Gun Wook berkata kau tidak akan mendengarnya, meskipun aku mengatakan-nya, karena kau biasa mendapat apapun yang kau inginkan. Aku bukan boneka yang bisa kau mainkan kapanpun kau mau. Tidak semua orang bisa mencintaimu. Jae in lalu beranjak pergi.

Jaksa Park dan So Dam masuk dan So Dam komen, itu tante, mengapa mereka berkelahi? Ayahnya hanya berkata sudah itu urusan orang dewasa. Dan menarik putrinya masuk, Jaksa Park sempat menoleh sebentar karena merasa aneh. Mo Nae tidak bisa menerima penjelasan Gun Wook, aku berharap kau dan kakak, mati.

Mo Nae masuk dan mendelik ke arah Tae Ra, berkata dengan tajam pada Jaksa Park untuk mengendalikan istrinya.

Ny. Shin masih menangisi kematian Tae Kyun, dia tidak mengerti apa yang terjadi, "Bagaimana ini bisa terjadi padaku? kejahatan apa yang kulakukan sehingga pantas mendapatkan ini?" hmmm...

Jae in masuk ke taksi dan dalam kekalutannya dia minta supir taksi mengantarnya ke "rumah Gun wook" tanpa menjelaskan arahnya. (ke roemah nenek aja, makan...)

Gun Wook mencari Jae In dengan putus asa di sekitar tempat tinggal Jae In sambil mencoba menelepon Jae in tapi tidak diangkat.

Won In jalan-jalan dan melihat2 baju di satu toko. Won In tertarik dengan sehelai baju tapi terlalu mahal baginya lalu ia pergi. Tanpa sadar ada remaja pengutil menggulung blus dan memasukkan-nya ke tas Won In. Sayangnya, pemilik toko melihatnya. Dia berpikir kedua gadis itu kerjasama dan menahan Won In serta menuduhnya mengutil. Sambil memeriksa tas Won in dan memperlihatkan baju curian itu sebagai bukti. Won In kaget.

Won In benar-benar tidak tahu apa-apa dan ia hampir saja dipukul lalu diseret ke kantor polisi, tepat saat itu Gun Wook muncul dan menolongnya.

Ketiganya akhirnya pergi ke kantor polisi. Polisi merasa ini bukan masalah besar dan mendesak pemilik toko untuk melepaskan saja Won in, tapi pemilik toko menolak. Gun Wook mencoba menengahi dan membela Won in, lalu menawarkan sejumlah uang untuk menyelesaikan masalah.

Pemilik toko itu menolak, ia tersinggung, uang bukan masalahnya (emang pingin cari perkara ini orang..kesel juga..) Won In menelepon kakaknya dan Jae in muncul di kantor polisi. Jae in terkejut melihat Gun Wook ada juga di situ. Jae in murka, apalagi ketika tahu Gun wook akan menawarkan uang untuk membantu adiknya. Kau sudah melanggar batas! Jae In langsung menyorongkan uang ke tangan pemilik toko dan berkata bukan urusan Gun Wook lalu memerintah Won In pergi.

Gun Wook baru tahu kalau ternyata Won In itu adik Jae In. Won In bingung mengapa kakaknya marah, Kak, kau seharusnya berterima kasih. Dia itu menolongku. Bukannya berterima kasih, Jae in minta polisi menahan Gun Wook, dia sudah melakukan kejahatan termasuk kemungkinan terlibat pembunuhan. Polisi bingung tapi Jae In tidak menjelaskan apa kesalahan Gun Wook. Semua orang merasa Jae in sedang kacau dan histeris. Tapi Gun Wook mengerti.

Polisi berkata kalau pria ini yang membantu adiknya, tapi Jae in berkeras kalau dia adalah orang jahat dan bahkan berusaha merebut borgol polisi. Jae In histeris. Gun Wook menahannya dan memeluk Jae in dengan erat dari belakang membuat Jae In tidak bisa gerak. Memeluk Jae in tanpa berkata apa-apa sementara Jae in menangis.

Jae In melepaskan diri dari pelukan Gun Wook dan tanya : Apa kau mencintai Tae Ra? Katakan padaku kalau aku salah paham, mengapa kau minta aku percaya padamu lalu menyingkirkanku begitu saja? Apa aku begitu tidak berarti bagimu?

Jae In menangis dengan putus asa dan berkata pada polisi, jika mereka tidak akan menahan Gun Wook, tahan saja aku. Apa yang harus kulakukan agar ditahan? memukul polisi? Tidak, Gun Wook lebih pantas dipukul dan Jae In memukuli Gun Wook sambil terus menangis.

Mo Ne berhadapan dengan Tae Ra dan menuntut penjelasan. Kau yang selalu anggun dan terhormat dan mengekangku, justru mengejar pacarku. Kau benar-benar kotor! Tae Ra tidak bisa membantah dan Mo Ne akhirnya tidak tahan dan bersumpah "Aku tidak akan melupakanmu, tidak akan pernah. Aku juga tidak akan membiarkan kalian lolos dengan ini." (hmm..namanya juga anaknya Ny. Shin, buah jatuh tidak jauh dari pohonnya)

Tae Ra meraih tangan Mo Ne agar Mo Ne tidak pergi dan berkata : Aku tidak bisa mengendalikan perasaanku. Hatiku punya kehendaknya sendiri. Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan.

Mo Ne mengibaskan tangan kakaknya dan berkata : Lakukan apa maumu. Aku tidak punya kakak lagi. Sementara itu, Jaksa Park mengamati semua kejadian itu.

Jae in sudah pulang. Won In juga, tapi Won In membawa Gun Wook pulang bersamanya hahaha...lucu dua orang ini. Jae in jelas kesal dan melotot ke arah Won In dan memerintah Gun Wook keluar. Won In berkeras, ini juga rumahku dan tamuku! Jae In kesal dan pergi tapi tetap di dekat situ dan masih bisa mendengar percakapan keduanya.

Gun Wook dan Won In ngobrol ringan dan Won In mengakui kalau ia lebih suka Gun Wook daripada pacar kakaknya. Gun Wook senang. Won in menyinggung tentang keluarga GuN Wook. Gun Wook santai menjawab kalau dia itu yatim piatu tanpa keluarga.

Kedua kakak beradik itu jadi merasa kasihan, Jae In juga tertegun mendengarnya. Tapi Won In membesarkan hati Gun Wook, dengan latar belakang seperti itu tapi bisa seperti sekarang, berarti kau itu hebat.

Won In mencoba aplikasi baru tentang lie detector dan minta Gun Wook mencobanya. Gun Wook bercanda dan berkata kalau Jae In itu jelek dan sok hebat. Jae In sebal dan keluar melotot pada keduanya. Gun Wook dan Won In langsung menundukkan kepala seperti anak sekolahan yang ketahuan melakukan kenakalan oleh guru atau oleh ibunya. Just adorable..both of them.

Jae In tidak sedang ingin bercanda dan Gun Wook juga jadi serius. Won in keluar.

Jae In tanya apa Gun Wook mencintai Tae Ra, lalu bagaimana dengan Mo Ne, Tae Ra itu sudah menikah dan punya anak, apa yang kau inginkan, apa yang kau kejar, apa urusanmu dengan keluarga Hong, apa kau ingin membuat mereka menjadi musuhmu?

Gun Wook ketawa. Jae in berkata kalau Gun Wook sangat dekat dengan keluarga Hong, apa kau tahu apa yang kau lakukan? Gun Wook menjawab dingin, aku tahu. Kau urus saja urusan-mu dengan Tae sung, jangan pedulikan dengan siapa aku kencan. Karena aku juga tidak peduli dengan siapa kau kencan.

Tiba-tiba ponsel Jae In bunyi, dari Hong Tae sung! Gun Wook minta Jae In menjawabnya, aku tahu kau ingin mengangkatnya. Gun Wook beranjak pergi. Tapi kali ini Jae In meraih tangan Gun Wook dan mengaku : Aku menyukaimu.

Gun Wook tertegun dan membuatnya terperanjat sejenak, ia membeku. Jae in menahan air matanya dan berkata Aku ingin pria yang kusukai tidak berubah menjadi orang jahat. Apa kau akan memeluk-ku?

Mata Gun Wook mulai memerah menahan air mata dan juga perasaan-nya, Gun Wook tetap tidak ingin melihat ke arah Jae In. Setelah bisa mengendalikan diri, Gun Wook berpaling dan berkata dengan tenang, "Kau bilang kau percaya padaku. Jadi percayalah padaku sampai akhir apapun yang terjadi."

Jae In mengangguk. Jae In berkata akan melupakan peristiwa ciuman Gun Wook dengan Tae Ra dan mohon agar Gun Wook memberikan penjelasan. Jae in ingin percaya pada sesuatu meskipun itu bohong. Gun Wook berkata aku bukan orang baik seperti yang kau pikir.

Gun Wook berkata Tae Sung sedang terluka sekarang dan perlu penghiburan dari Jae In. (Hmm apa Gun Wook mau menjadikan Jae In kaki tangan-nya secara tidak langsung, dan Hong Tae sung adalah bagian Jae In..)

Jae In tahu Tae sung sedang down, jadi dia pergi ke apartemen Tae sung dan menghiburnya, menawarkan anggur dan menunggui Tae sung sampai tertidur.

Jae In jelas tampak tidak "sukarela" lagi bersama dengan Tae Sung karena pikiran-nya penuh dengan Gun Wook. Setelah Tae Sung tidur, Jae In langsung pergi.

Setelah Tae Kyun meninggal, Tae Ra dan Tae Sung dipromosikan. Tae Ra mendapat jabatan Vice President dan menguasai departement store dan Tae Sung sekarang direktur eksekutif di perusahaan konstruksi.

Presdir Hong memerintah sekretaris Kim untuk menemukan orang yang membocorkan informasi ke media yang akhirnya menyebabkan kematian Tae Kyun. Presdir Hong bersumpah, siapapun yang berani cari perkara dengan keluarga Hong akan menderita.

Sekretaris Kim mendapat laporan dari anak buahnya kalau dia sudah menemukan dimana Kang Yong Chul berada. Sekretaris Kim memerintah agar anak buahnya hati2 bertindak, yang penting Kang yong Chul percaya dulu, lalu baru tanya tentang Shim Gun Wook. (strateginya mirip Gun Wook)

Sekretaris Kim tahu Shim Gun Wook yang di kartu itu belum tentu Shim Gun Wook yang kerja di Haeshin, dia tidak mungkin menggunakan nama sesungguhnya. Sekretaris Kim menelepon nomor di kartu nama Shim Gun Wook dan yang menerima adalah partner-in-crime-nya Gun Wook, dia mengaku sebagai Gun Wook. Sedangkan Gun Wook dengan santai duduk di sampingnya sambil memejamkan mata.

Berikutnya, Gun Wook dan partner-nya berencana ingin menyelidiki mengenai investasi Haeshin, kalau sudah mendapat info, mereka akan membocorkannya juga.

Tae Sung menemui Jae in di kantor dan mengucapkan terima kasih karena menemaninya semalam sampai ia tidur, Tae sung tanya apa Jae in mau memaafkannya? Ia merasa salah terutama mengenai peristiwa di hotel itu. Jae In berkata ia memaafkan Tae sung dan minta maaf juga karena sudah mengejar Tae sung demi uang.

Tae Sung ingin memberikan hadiah untuk Jae in. Tae sung meraih tangan Jae In, Jae in menolak karena tidak ingin terlihat yang lainnya. Tapi Tae sung tetap memegang tangan Jae In dan mengaku kalau setelah kematian Sun Young, Tae sung tidak mempedulikan apa-apa lagi tapi sekarang ia ingin berdiri di atas kaki sendiri dan bekerja keras. Tae sung mengaku ia tidak percaya diri dan berharap punya seseorang yang ada di sisinya untuk membantunya, apa Jae In mau menjadi orang itu?

Tae Sung ingin mengenakan jam tangan di pergelangan Jae In, tapi Jae In menarik tangannya. Tae sung salah paham, ia pikir Jae In masih merasa tidak enak karena pernah menjadi pemburu uang. Karena Jae In juga sedang bingung. Ia menyukai Gun Wook.

Tae Sung mengerti dan berkata ia akan menganggap kalau Jae in sudah mengenakan jam tangan itu maka itu berarti Jae in sudah siap untuk berbagi dengan-nya. Oh Tae sung ..it's so sweet..hahaha..

Tae sung tampak lebih semangat dan ia bahkan untuk pertama kalinya benar-benar semangat kerja dan mendengar dengan antusias saat rekan2nya menjelaskan mengenai proyek robot-theme park itu.

Mo Ne bertemu dengan kakak iparnya, Jaksa Park dan tanya apa tidak apa-apa jika kakak iparnya tanpa Tae Ra. Apa kakak mencintainya? pertanyaan Mo ne sulit dijawab oleh Jaksa Park, tapi Mo ne berkata ia ingin "meminjam" Tae Ra sebentar untuk beberapa bulan untuk mengadakan perjalanan ke Eropa. Karena kakak menikah awal jadi kami tidak punya kesempatan bersama-sama.

Jaksa Park mulai curiga, pertanyaan Mo Ne membuatnya berpikir, ia mengingat bagaimana Gun Wook bereaksi memeluk bahu Tae Ra dan pertengkaran Mo ne dengan Gun Wook juga Tae Ra, ia mulai berpikir, apa istrinya selingkuh?

Jaksa Park curhat dengan mantan pacarnya dan keduanya sedang minum di bar, akhirnya Jaksa Park membuat kesimpulan, "akhirnya Tae Ra menjadi seorang wanita." Maksudnya, secara ketertarikan seksual dengan lawan jenisnya. Tae Ra menikah dan berkeluarga tapi tanpa sempat jatuh cinta, Jaksa Park mulai menyadari kalau Tae Ra sedang jatuh cinta.

Gun Wook juga mendapat informasi mengenai mantan pacar Jaksa Park itu, wanita itu adalah cinta pertama Park ketika masih kuliah dan keduanya tidak bisa menikah karena ditentang keluarganya. Partner Gun Wook merasa situasi ini menarik dan bisa dijadikan bahan untuk serangan berikutnya, Gun Wook tidak menanggapi dan mengingatkan (dengan penekanan) kalau dia yang memegang kendali. Ini adalah situasi tidak enak diantara kedua orang ini, untuk pertama kalinya sepanjang drama.

Gun Wook mengamati foto So Dam (oh jangan So Dam, mau diapain?) Tapi di kepalanya terdengar kata-kata Jae In, Gun Wook mengalami dilema antara balas dendam atau mempertahankan kepercayaan Jae In. Gun Wook frustrasi dan melemparkan gelas ke dinding.

Di rumah, Jae In mengamati jam tangan pemberian Tae sung. Won In mendekat dan tanya mengapa kakak-nya dan juga Gun Wook saling berbohong? padahal kalian saling menyukai. Won in menunjukkan hasil rekaman lie detector-nya dan disitu terdengar ketika Gun wook berkata kalau ia bukan orang baik dan meminta Jae In menemui Tae sung, terbukti kalau kata-kata Gun Wook itu bohong melalui detector itu. (Ponsel yang cocok untuk para koruptor hehehe...)

Manajer Uhm menghadap Ny. Shin dan lapor, ternyata Tae Sung yang dulu mereka buang dan dikira sudah meninggal itu diadopsi oleh keluarga dari Amerika dan dibawa ke sana. Tapi ia tidak bisa mendapat informasi apapun mengenainya.

Manajer Uhm punya kecurigaan sendiri pada Gun wook dan ia tanya apa Shim Gun wook punya orang tua? Tapi Ny. Shin yang tidak bisa mengerti maksud manajer Uhm dan masih kesal dengan Gun wook teriak dan melarangnya menyebut nama Gun Wook lagi. Manager Uhm mengerti dan tanya apa yang akan mereka lakukan jika menemukan anak itu? Ny. Shin berkata kalau anak itu tidak ingat tidak apa-apa, tapi kalau sebaliknya, lebih baik memadamkan api sebelum api itu membesar. Dan kita tahu benar apa maksud Ny. Shin.

Gun wook disaat bersamaan mendapat mimpi buruk lagi. Saat tidur bersandar di dinding Wall-of-crime-nya, Gun wook mimpi ketika kecil, ia dicekik oleh seorang wanita yang mirip Ny. Shin, Gun wook terbangun dengan kaget dan merasa ngeri sambil memegang lehernya. (jangan tidur...Gun wook, kaya film Nightmare on the Elm's street aja atau insomnia ya)

Gun wook mulai beraksi lagi dan kali ini dia mencari data mengenai proyek dengan modal besar mengenai proyek konstruksi Haesin New Town, sebenarnya ini data rahasia tapi Gun wook berhasil mengambil data2nya dari jaringan perusahaan.

Partner-of-crime Gun Wook memberinya no. telp orang yang sering mengunjungi makam kedua orang tuanya dan membuat Gun wook terkejut, ia tahu nomor itu.

Jae in bertemu Kyo Han (mantan-nya) di galeri yang ingin tahu rumor tentang hubungan Jae In dan Hong Tae sung. Kyo Han heran mengapa ia dipindah? Apa ini karena Jae In? Jae In tidak tahu masalah ini dan juga tidak peduli. Jadi Jae In tidak menanggapinya dan meminta Kyo Han pergi.

Tapi ternyata Ny. Shin mendengar percakapan keduanya.


Ny. Shin langsung memanggil Jae in ke kantornya dan menanyakan hubungan keduanya. Kau tahu kan, Tae sung itu menganggap wanita seperti baju. Tapi Jae in berkata hubungan mereka tidak serius.

Ny. Shin merasa lega, ia lebih pusing memikirkan kedudukan sosialnya daripada benar2 peduli dengan perasaan Tae sung dan ia jelas2 menganggap rendah Jae In. Ny. Shin berkata : Kau lebih pintar dari itu. Jae in menjawab tampaknya kita bicara mengenai Tae sung yang berbeda. Jae In : Saya sangat senang kerja di galeri ini dan saya menghormati anda.

Ny. Shin : Sombong sekali. aku yang akan memecatmu, siapa kau berani sekali mengundurkan diri?

Jae in : Yang paling saya sesalkan selama kerja disini adalah tahu kalau direktur yang sangat saya hormati dan juga hargai hanya mengenakan topeng.

Jae In mengundurkan diri dan mengemasi barang-barangnya. Ny. Shin tertawa tidak percaya dengan keputusan nekad Jae In.

Tae Ra bertemu Gun Wook di cafe dan tersenyum malu padanya ketika Gun Wook datang. (Oh my..this is really Taera's first love..) Tae Ra mengaku ia menghindari Mo Ne belakangan ini dan Mo ne ingin mengajak-nya pergi ke Eropa. Sepertinya ia ingin memisahkan kita. Gun Wook mengerti.

Tae Ra berkata Mo Ne sakit hati padanya tapi anak itu tetap perhatian dengan keluarganya terutama keponakannya. Gun Wook mengerti dan berkata Tae Ra pasti susah melakukan ini kan (affair). Tae Ra berkata meskipun sulit, ia tidak ingin mengakhirinya.

Tae Ra sudah memutuskan untuk mengambil apa yang bisa ia ambil, sementara ia bisa melakukannya. Setelah menyakiti Mo ne sedemikian rupa, Tae Ra merasa tidak bisa pergi tanpa mendapat apa-apa. Tae Ra sudah mencoba menghentikannya, tapi ia tidak sanggup, Jadi aku ingin mencobanya.

Gun Wook : Apa kau yakin dengan keputusanmu?
Tae Ra : Tidak, tapi aku ingin tetap mencobanya.
Gun Wook mengulurkan tangan menggenggam tangan Tae Ra dan berkata : Aku minta maaf..
Tae Ra : Untuk apa?
Gun Wook : Karena mencintaimu...(dasar bad boy..nyerah deh hahaha..)

Keduanya meninggalkan cafe, Tae Ra masih sempat memberikan hadiah untuk Gun Wook. Tanpa sadar..Jaksa Park mengamati mereka berdua dan ini meyakinkan-nya kalau istrinya memang ada affair dengan Gun Wook.

Sementara itu, Sekretaris Kim mendapatkan sketsa wajah Shim Gun Wook yang menemui Kang Yong Chul dari anak buahnya di luar negeri. Sekretaris Kim terkejut, pria itu memang Shim Gun Wook yang kerja di Haeshin.

Kebetulan, Ny. Shin memanggilnya dan berkata kalau Tae sung yang waktu itu mereka usir ternyata masih hidup dan diadopsi oleh keluarga di Amerika dan Ny. Shin minta sekretaris Kim melacaknya. Lalu mengenai Shim Gun Wook, karena hubungannya dengan Mo ne sudah berakhir, pecat saja dia.

Sekretaris Kim mulai melihat kepingan-kepingan puzzle-nya tersusun satu persatu.

Jae In tidak tahu akan kemana setelah keluar dari galeri, ia merenung di halte bus dan justru mengingat kembali pertemuannya dengan Gun Wook. Di saat terakhir kenangannya, Jae In melihat sepasang kekasih berbagi ice cream dan ia tersenyum melihatnya (dalam hati mungkin iri..)

Jae In langsung ke apartemen Gun Wook. Ia beralasan tidak mau pulang karena tidak ingin Won In cemas karena ia sudah dipecat. Jae in berkata pada Gun Wook kalau Tae sung mengajaknya kencan/pacaran. Bukan untuk menikah tapi untuk tetap bertemu. Gun Wook dingin berkata itu bagus.

Jae In menjelaskan kalau ia tidak punya pekerjaan sekarang, dan Ny. Shin punya kekuasaan menghancurkan karirnya (terutama di bidang seni). Jae In bingung : Ketika akan ke sini, aku melihat pasangan kekasih berbagi ice cream seharga 700 Won, dan aku sangat iri. Apa hebatnya itu? Tapi aku heran, apa itu yang disebut kebahagiaan. Apa aku salah selama ini? Bukankah biasa jika kau merasa serakah kalau melihat sesuatu yang bagus? jika aku tidak mengetahuinya sejak awal, aku tidak akan menjadi seambisius ini.

Gun Wook pergi : Aku akan beli ice cream
Jae In : Apa kau masih berhubungan dengan Hong Tae Ra?
Gun Wook tidak mau menjawab dan berkata tunggu aku, nanti kita makan ice cream bersama.

Ny. Shin tidak sadar kalau Gun Wook itu Choi Tae sung sampai ia melihat tiga orang pengunjung galeri saling bercakap-cakap dengan menggunakan bahasa isyarat. Ia ingat Tae sung juga tahu bahasa isyarat dan Gun Wook juga...

Gun Wook mendapat telepon, ternyata dari Sekretaris Kim. Ia ingin bertemu Gun Wook. Banyak yang harus ia konfirmasi sebelum memberikan laporan pada Presdir Hong.

Gun Wook : Mengenai apa?
Sekretaris Kim : Kau mungkin sudah mengetahuinya. Waktu terasa cepat sehingga tidak ada yang mengenalimu.

Gun Wook heran tapi tampaknya ia mengerti apa maksud Sekretaris Kim.


Sumber : kadorama-recaps.blogspot.com

Episode Sebelumnya

Episode Selanjutnya

Bad Guy episode 12

Jae In mengingat saat bertemu Gun Wook pertama kali di taman dan ketika mereka berfoto bersama. Pandangan Jae In jatuh ke foto mereka di meja Gun Wook dan ia menoleh ke arah tempat tidur dimana Gun Wook tertidur karena kelelahan. Jae In menghela nafas dan berkata dalam hati, tidak apa-apa jika kau tidak mengatakan-nya padaku, aku percaya padamu. Bagus kalau aku yang melihatmu.

Setelah membuka sepatu Gun Wook, Jae in merebahkan diri di samping Gun Wook dan menepuk2 punggungnya, ketika sampai di bagian dekat luka Gun wook, Jae in berkata, pasti sakit sekali.

Paginya, Gun Wook bangun dan siap-siap pergi kesuatu tempat dan memandangi foto Sun Young. Ingatan-nya terbang ketika mereka kecil, waktu itu Gun Wook mengemis dan ingin membeli roti dari uang itu, tapi beberapa anak berandal merampas uang Gun Wook dan memukulinya, sampai ia terjatuh. Sun Young kecil melihat itu dan langsung lari memeluk Gun wook, jangan! jangan pukul dia, pergi kalian! Sun Young kecil melindungi Gun wook dengan tubuhnya. Ibu pengurus panti melihat mereka dan berteriak mengusir anak2 itu, lalu mendekati Gun wook, dia terkejut sekali melihat luka Gun Wook. Sun Young memohon, direktur..kita bawa saja dia ke Angel's center ya..

Gun Wook mengelus foto Sun Young dan merobeknya, membuang ke tong tempat ia membakar semua barang2 Sun Young yang selama ini disimpannya, Gun Wook membakar bundelan surat Sun Young dan terngiang kata2 Sun Young, Tae Sung-ah sekarang aku sudah keluar dari panti, aku akan menjalani duniaku sendiri..Gun Wook menahan perasaan-nya lalu pergi dari situ.

Gun Wook masuk ke rumah abu Sun Young (tempat yang seharusnya ditongkrongi oleh polisi sejak pagi kalau mo cari bukti keterlibatan Gun Wook dengan Sun Young, sigh...) Gun Wook mengetuk kaca tempat abu Sun Young disimpan dan ia akan beranjak ketika tiba2...Gun Wook mendengar suara lagu anak2 yang biasa dinyanyikan Sun Young. Mata Gun Wook berkaca-kaca dan ia pergi dari situ.

Gun Wook duduk di ayunan di taman, melihat dua anak yang sedang main pasir dan teringat ketika Sun Young membantu mencuci tangannya dan mereka bermain air. Gun Wook berkata dalam hati, Noona maafkan aku, aku tidak akan berhenti, setelah aku selesai dengan semuanya, aku akan menerima hukumanku. Kemudian Gun Wook pergi.

Detektif Gwak (akhirnya!) pergi ke rumah abu Sun Young, menelepon Detektif Lee dan berkata ia yakin Gun Wook akan kesini. Gwak masuk ke dalam tapi tidak ada siapa-siapa, tapi dia sadar Gun Wook tadi pasti kesini. Gwak berlari keluar, tidak ada siapapun tapi ia melihat asap mengepul dan ia mendekat. Ternyata bekas pembakaran barang2 Sun Young dan Gwak hanya bisa mendesah (telat Oom!).

Di kantor, Jae In dan Tae Sung bertemu, tapi ketika rekan Jae In berkata itu Tae Sung, kau tidak menyapanya? Jae in berkata tidak dan langsung masuk.

Gun Wook ada di dalam mobil bersiul-siul. Ponselnya bunyi, ternyata dari partner of crime-nya, yang berkata kalau Manager Kang sudah mentrasfer uang ke rekening alias Tae Kyun tapi atas nama istri Kang, jadi itu pasti rekening istrinya. Gun Wook tersenyum, iya seperti yang sudah diperkirakan. Aku sekarang ada di depan kantor Kang, dimana dia ya?

Rekannya menjawab, Dia ada di bandara, istrinya sudah menunggunya.
Gun wook : Anaknya juga sudah ada di luar negeri, uang sudah ditransfer, jadi dia tinggal melarikan diri saja. Telp aku kalau pesawatnya sudah berangkat ya.

Gun Wook siul-siul lagi dan melihat sebuah mobil mendekat. Ternyata Hong Tae Kyun (kalo ngetik namanya selalu aja hampir salah dengan Hwang Tae Kyung haha) Tae Kyun keluar dan marah2, dasar brengsek! kembalikan uangku! Apa kau tahu berapa jumlahnya!
Tae Kyun masuk (tepatnya mendobrak masuk) ke kantor Kang, panik melihat dokumen berserakan, uangku! uangku! dan ia menemukan kartu nama Shim Gun Wook diantara dokumen2 itu. Gun Wook adalah CEO Architect Company hehe keren juga kartu palsunya. (herannya diantara begitu banyak dokumen dan mungkin kartu, kenapa kartu Gun Wook yang diambil Tae Kyun...)

Gwak masuk ke kantornya dan mengeluarkan bukti, ternyata dia dapat sobekan surat Sun Young yang tertulis : Gun Wook, maaf, aku tidak sanggup tanpa Tae Sung..

Gwak memutar rekaman interogasinya dengan Gun Wook dan terpekur dengan kata-kata terakhir Gun Wook, jika kau memiliki keluarga, apa kau tidak akan melindunginya? Gwak mendesah, keluarga...

Mo Ne datang ke kantor. Tae Ra keluar dari ladies room dan Gun wook menyapanya, Executive Direktur Hong! Gun Wook mendekati Tae Ra dan tanya kau mau kemana? Gun Wook sangat santai dan akrab dengan Tae Ra. Tae Ra belum sempat menjawab ketika Putri Mo Ne datang, Gun Wook oppa, Unni..kalian bersama lagi!

Mo Ne ingin tahu sebenarnya ada apa diantara mereka berdua. Mo Ne mengulang kata2 Gun Wook, apa maksudmu dengan tergoda? Mo Ne kesal sekali, apalagi ketika melihat keduanya saling bertatapan. Gun wook lalu menarik Mo Ne kesamping dan berkata, aku merasa tergoda karena dia mengingatkanku pada seseorang yang sudah seperti kakak bagiku, orang yang paling menderita karena menahan perasaan-nya sendiri dan tidak pernah hidup untuk dirinya sendiri, dan kalau hari itu aku sudah melanggar batasku.

Mo Ne tanya balik, lalu kesalahan apa yang sudah diperbuat kakak-ku? Tae Ra mendekati keduanya, Mo Ne pulanglah. Mo Ne berkeras, aku tanya Kak Gun Wook, bukan kau! Gun wook lalu membela Tae Ra dan berkata pada Mo Ne, untuk apa kau datang ke sini, kau juga tidak percaya apa kataku. Lebih baik kau pergi saja. Gun Wook lalu berjalan pergi meninggalkan kedua kakak beradik itu.

Tae Kyun menghadap ayahnya dan dimarahi hibis-habisan oleh Tuan Hong. Kau ini tidak pernah beres dalam mengurus bisnis. Pergilah ke Amerika dan selesaikanlah studimu disana. Tae Kyun membungkuk memberi hormat dan keluar.

Tae Kyun menemui sekretaris Kim dan menunjukkan kartu nama Gun Wook, tolong periksa orang ini. Sekretaris Kim membacakartu nama itu, Shim gun Wook, dia sedikit terkejut. Apa? tanya Tae Kyun kau mengenalnya? Sekretaris itu berkata tidak (what?) dan ia mencoba menelepon no di kartu, tapi tidak diangkat. (Ini menarik, mengapa Sekretaris Kim dan juga Manager Uhm sepertinya melindungi Gun Wook, apa mereka tahu siapa dia sebenarnya? apa motifnya?)

Tae Kyun lari ke mami-nya dan berkeluh kesah. Ny. Shin tanya, memang berapa besar uangnya? Tae Kyun berkata, Omma, kau tidak perlu tahu.

Ny. Shin langsung menyalahkan suaminya, Ini bukan salahmu, tapi ayahmu. Ayahmu menguasai semuanya dan tidak memberikan kesempatan padamu, jadi kau terpaksa melakukan hal2 seperti ini. Kau tahu kan, Haeshin ini adalah milik kakek buyutmu (dari pihak Ny. Shin/Ibu), dan pewaris Haeshin adalah kau, Tae Ra dan Mo Ne. Tae Sung tidak akan pernah jadi bagian dari Hae Shin.

Tae Kyun berkata, iya aku tahu Ibu. Lalu Ny. Shin berkata bagaimana jika, ini semua hasil pekerjaan Tae Sung? Tae Kyun menggeleng, tidak, anak itu tidak punya kemampuan seperti itu. Tapi Ny. Shin berkata kau tidak bisa menilai orang hanya dari penampilannya saja. Jangan percaya pada orang yang selalu tersenyum karena ia biasanya menyembunyikan motif tertentu di baliknya.

Sementara itu di kantor Tae Sung, Gun Wook sedang memberikan laporan perkembangan proyek robot theme park, tiba2 Tae Sung tanya, apa kau juga tahu ?

Gun Wook bingung, apa?
Tae sung : Proyek Moon Jae In untuk mendekatiku, apa kau tahu itu, apa kau membantunya?
Gun Wook : Kenapa? Apa terjadi sesuatu?
Tae Sung : Kenapa kau cemas?

Tiba2 Tae Kyun menyerbu masuk, marah2 dan menuduh Tae Sung dengan membabi buta. Apa kau yang sudah membocorkan cerita itu ke media? sambil melempar koran.

Tae Sung heran dan memungut korannya, membaca, Pewaris grup H..apa itu kau? dengan nada sedikit merendahkan, dan ini memicu emosi Tae Kyun, Tae Sung cuek. Tae Kyun langsung bergerak memukul Tae sung, tapi langsung ditahan oleh Gun wook.

Tae Kyun murka, lepaskan tanganku!! lepaskan brengsek! Tapi tangan Tae Kyun bagaikan dicengkeran oleh cakar naga, semakin keras ia mencoba melepaskan, justru semakin erat Gun wook menahan-nya, Tae Kyun yang kesal menoleh ke arah Gun Wook (catatan, dia lupa lihat name-tag Gun Wook. Itu yg akan kulakukan pertama kali kalo ada anak buahku berani spt itu, siapa kau, dari bagian mana, apa mau dipecat? ya kan..ah sudahlah). Gun wook berkata, aku tidak tahu masalah apa ini tapi, masih ada karyawan yang kerja. Tae Kyun marah sekali, berani sekali kau!

Tae Sung melihat ke arah Gun wook, lepaskan dia. Gun Wook melepaskan Tae Kyun.

Tae Kyun langsung mendorong Tae Sung, aku tahu niatmu! Kau ingin menikamku dari belakang. Tae sung menyeringai, ya aku senang melakukannya..hanya sayangnya aku tidak tahu caranya. Aku ingin sekali melakukan itu padamu.

Gun Wook tertegun mendengar kata-kata Tae Sung, ia seperti merasakan sedikit empati. Apa rasanya jadi anak diluar nikah. Tae Kyun menghina Tae Sung kau ini tidak tahu keturunan siapa seperti anjing geladak. Jangan pernah memanggilku kakak lagi, mendengarmu memanggil kakak padaku, membuatku ingin muntah. Tae Kyun mendorong Tae sung sampai jatuh dan ia pergi. Tae Sung terlihat sangat terluka tapi ia keras kepala dan teriak : Hyung!

Tae Kyun yang hampir keluar, berbalik dan menoleh. Tae Kyun : hati2! Tae Kyun mendengus dan keluar. Tae Sung teriak lagi : Hyung! lalu lebih keras lagi dan akhirnya teriak sampai histeris untuk membuat kesal Tae Kyun : Hyung!!! Ketawa dan menangis bersamaan.

Tae Kyun keluar dan menenangkan staf yang kebingungan. Di dalam, Gun wook melihat ke arah Tae sung. Setelah situasi mulai tenang, Gun Wook mendekat dan mengulurkan tangan membantu Tae sung berdiri. Tae Sung bergumam dengan pedih, aku bahkan tidak bisa memanggil kakak-ku, kakak. Tae Sung minta Gun Wook jangan selalu membantunya, aku tidak boleh membiasakan diri dengan itu. Tae Sung berterima kasih dengan lemas dan jalan keluar. Gun Wook tersenyum.

Setelah Tae Sung keluar, Gun Wook duduk di meja Tae Sung, memutar robot mainan-nya : Apa yang akan terjadi jika kita bertukar tempat? Tapi sayangnya dalam hidupku tidak ada kata bagaimana jika.

Jae In keluar dari toilet dan mendapat telp dari ibunya. Ibu Jae In akan berkunjung ke Seoul dan ketika selesai, Gun Wook berjalan di dekatnya, keduanya baru akan bicara ketika tiba-tiba Mo Ne datang lagi. Gun Wook mengantar Mo Ne keluar, pulanglah Mo Ne.

Mo ne minta maaf, ia hanya merasa Gun Wook tidak banyak bicara, dan melihat Gun Wook bicara begitu banyak dengan Tae Ra membuatnya kesal, tapi kak, aku punya sesuatu untukmu dan Mo ne memberikan boneka pada Gun Wook. Boneka mirip Gun Wook (it freaking me out! the doll..like voodoo doll hiiyy..)

Mo Ne berkata kalau kakak bicara dengan boneka ini, aku tidak akan kesal, karena kakak bicara dengan diri sendiri. (weird, kebayang boneka di Friday the 13 ) Mo Ne pergi.

Gun Wook masuk ke dalam dan bertemu Tae sung. Tae Sung tanya kau dari mana? Gun Wook menunjukkan tas dan berkata tadi Mo Ne datang. Gun Wook balik tanya kau mau kemana? Tae Sung menjawab, main hoki. Dan aku (sangat ingin) berpikir scene setelah ini adalah Gun Wook+Tae Sung main hoki bersama tapi...

Detektif Gwak memanggil Tae Sung (mereka) : Tae Sung-sshi! Keduanya menoleh. Detektif Gwak memberikan bukti tulisan tangan Sun young, ia hanya ingin konfirmasi, apa benar ini tulisan tangan Choi Sun Young?

Gun Wook tercekat, Gwak mengulurkan sisa surat yang sudah terbakar itu : Maaf, aku tidak sanggup tanpa Tae Sung. Tanpa kata-kata Gun Wook! Sepertinya Gwak membakar kata Gun Wook (hei! ini melanggar hukum, memanipulasi bukti, apapun alasannya itu tidak boleh!)

Tae Sung tanya apa Gwak sudah menemukan anak yang lain itu. Gwak melihat ke arah Gun Wook, dan menjawab : Tidak. Gun Wook jelas bingung dan gugup, tidak tahu apa maksud Gwak.

Gwak juga bohong dengan berkata kami menemukan surat ini diantara barang2 Sun Young, kami tidak melihatnya, ternyata terselip diantara itu. Gun Wook tambah tidak mengerti. Gwak berkata kami memutuskan menutup kasus ini, ini murni bunuh diri, kami minta maaf. Tae sung mengerti dan pergi dengan membawa sobekan surat Sun young (hei! barang bukti tidak boleh dibawa ke mana-mana, itu berguna untuk proses di pengadilan, arrgh)

Setelah Tae Sung pergi, Gwak berkata pada Gun Wook : Shim Gun Wook-sshi, apa kau tahu restoran yang enak di sini? aku lapar. Gwak melangkah pergi.

Tae Sung duduk di bangku jalan dan memandangi robekan kertas itu lalu dia pergi ke tempat dimana biasa menurunkan Jae In. Kebetulan saat itu, Jae In, Won in lewat bersama ibunya yang datang dari kampung. Tae sung langsung mendekati dan ingin mengantar Jae in pulang. Tentu saja Jae in menolak, tapi ibunya langsung ngiler melihat mobil Tae Kyung, wah ini mobil luar negeri dan langsung masuk.

Membuat Jae in menahan malu tapi tidak berdaya. Tae Sung dengan geli berkata ayo, aku antar dengan mobil luar negeri.

Gun Wook mengajak Gwak ke restoran yang untuk beberapa saat dikelola oleh Kak Jang. Mereka duduk di dekat jendela. Gwak berkata, aku punya anak perempuan yang usianya hanya 2 tahun lebih muda dari Sun Young. Dan melihat foto Sun young mengingatkanku padanya. Choi Tae Sung, aku bisa mendengar suara Sun young ketika di TKP. Tolong aku! Tapi sebenarnya bukan menolong Sun Young tapi permintaan Sun Young pada Gwak untuk menolong Gun Wook, Sun Young berkata: Tolong adik laki-laki-ku, anak yang bernama Tae sung...(wah mulai dunia roh ini...)

Gwak berkata selama 20 tahun jadi polisi, aku tahu kalau kemarahan, kemurkaan bisa membuat seseorang melakukan tindakan jahat. Yang paling kuinginkan adalah aku bisa mencegah pelaku kejahatan sebelum ia mulai melakukan kejahatan-nya. (What? Minority Report case?) tapi aku hanya bisa menangkap mereka setelah kejahatan terjadi, dan itu membuat Gwak menyesal.

Gun Wook tersenyum dan menoleh ke arah teman2 stunman-nya yang sedang bercanda, sambil mengurut Kak Jang yang kelelahan karena memasak. Gun wook berkata aku juga ingin tertawa seperti mereka, tanpa beban, suatu hari..aku juga akan bisa seperti mereka, iya kan?

Tae Sung akhirnya main ke rumah Jae In. Ibu Jae In memasak kuah dan mencicipinya langsung dari mangkuknya! dan menyajikan mangkuk itu ke Tae sung! (Good Lord..sigh) Jae In malu sekali selama makan siang karena tingkah laku ibunya yang kampungan sekali. Ibu Jae in jelas terlihat ngiler saat tahu Tae sung orang kaya, dan apalagi ketika ia tanya orang tuamu pemilik perusahaan apa? Apa aku tahu?

Jae in menghentikan ibunya, ibu sudahlah. Tapi Tae sung menjawab, Haeshin! Ibu Jae in langsung panik dan tanya ke Won In apa dia tidak salah dengar? Won In menggeleng. Ibu mereka langsung melompat dan jalan gelisah di sekitar meja, oh kau mau makan apa? aku bisa memasaknya, aku punya daging babi, apa kau mau aku menumisnya? Hahaha..kebayang bagaimana malunya Jae In, pasti rasanya ingin ditelan bumi saja.

Jae in berkata antara dirinya dan Tae Sung tidak ada apa-apa. Ibunya memarahinya, sst!sst!diam! Tae sung melihat Jae in dengan pandangan polos, apa kita benar2 tidak ada apa-apa?

Tae sung kelihatan sekali sangat menikmati ini, hidupnya sangat sepi tanpa kasih ibu dan sekarang ada ibu dan "keluarga" yang memperhatikannya. Won In dengan mengejutkan berkata hei bukankah aku kesayangan keluarga ini? aku yang akan melanjutkan sekolah, mengapa semua diberikan padanya? Won In cemburu karena ibunya memberikan semua makanan yang enak pada Tae sung. Tae sung dengan ramah membagi makanan-nya untuk Won In. Oh I have to admit it's cute haha Won In oppa punya saingan.

Gun wook juga mau menelepon Jae in tapi tidak jadi. Lalu dia jalan ke rumah Jae in, tepat saat melihat Jae in mengantar Tae Sung. Sebelumnya Jae In mendapat telp dari Gwak yang mengatakan kalau Sun Young memang bunuh diri. Jae in tanya lalu bagaimana dengan orang yang ia lihat itu? Gwak menjawab tidak ada hubungannya, Jae in kelihatan sekali lega.

Jae in lalu berkata pada Tae sung kalau Tae Sung pasti menderita sekali karena kematian Sun young. Tae sung harus berhenti menyalahkan diri sendiri. Tae Sung heran apa Jae in mengenal Sun young? Jae in menjawab tidak, hanya ia tahu Tae sung terluka karena dia (hei ada yang sangat amat terluka lo..di belakang) dan benar saja, GuN Wook murka, tutup mulutmu! Gun Wook membentak Tae Sung. Sepertinya Gun Wook lepas kontrol, karena emosi.

Gun Wook jalan melewati Jae in dan menunjuk ke arah Tae Sung, kau menerima surat bunuh diri itu dan kau datang ke tempat ini?
Tae Sung bingung minta ampun, apa katamu?
Gun Wook yang masih tidak terkendali, dan berkata apa kau lupa yang sudah kau lakukan?
Tae Sung : Apa yang kau tahu?
Gun Wook : Karena kau..seorang wanita mati. Apa kau sudah lupa? Apa berikutnya Moon Jae in?

Tae sung memukul Gun Wook. Gun Wook membalasnya. Jae In memisah keduanya, Shim Gun Wook! Apa ini kau? apa kau kira kalau tidak ada bekasnya maka tidak ada luka? Lihatlah Tae sung, lihat perasaan terlukanya, lihat semua pemberontakan dan kekacauan hidupnya! Gun Wook tidak mendengar Jae in, bisa dikatakan Gun Wook cemburu karena Jae in membela Tae sung.

Jae in berkeras agar Gun Wook minta maaf pada Tae sung. Kau tidak tahu perasaan Tae sung. Jangan pernah melakukan itu lagi pada Tae sung.

Tae Sung berkata, aku juga tidak seratus persen benar. Tae Sung pergi dan Jae In mengantarnya. Gun Wook melihat itu dengan pahit. Tae sung mengucapkan terima kasih, baik karena memihaknya dan juga makan siangnya.

Setelah Tae sung pergi, Jae In jalan melewati Gun Wook tanpa berkata apa-apa. Gun Wook berbalik dan lari kencang. Di jembatan dia berhenti dan teriak!! Wow...Kim Nam Gil's emotional acts is really...wow..speechless

Tae Ra di rumah dan menerima telp dari ibunya, iya aku akan mengatakannya. Suaminya masuk kamar, aku pulang. Tae Ra berkata, ayahku setuju invest di perusahaan ayahmu. Jaksa Park terhenti sebentar. Tae Ra melanjutkan, itu sebagai balas jasa kau mengurus urusan Tae Kyun. Tae Ra menyindir bukankah demikian? kita selalu begitu, melakukan sesuatu dengan balasan. Jaksa Park kesal, apa aku tidak berhak menerimanya? setelah mengurus semua masalah Haeshin yang merepotkan itu.

Tae Ra berkata hubungan kita juga seperti itu, saling memberi dan menerima. Aku tahu kau sudah punya kekasih sebelum kau menikah denganku. Suaminya marah dan pergi keluar.

Malamnya, Gun Wook mimpi buruk, Gun Wook kecil tidur dan seorang wanita mencoba mencekiknya, Gun Wook sesak, dia mencengkeram tempat tidur dan berusaha melepaskan diri, Gun Wook menendang-nendang, sampai akhirnya Gun wook bangun dengan mandi keringat.

Gun Wook terhuyung ke dapur untuk minum, dia benar2 shock.

Sementara itu, di tempat lain, Ny. Shin tanya pada sekretaris Kim, apa kau melihat sendiri mayat anak itu? Sekretaris Kim berkata tidak, ia mendapat laporan saja. Ny. Shin berkata mungkin anak itu masih hidup, apa yang akan ia lakukan pada keluarga ini. Sekretaris Kim menenangkan-nya. Tidak akan terjadi apa-apa, itu cuma kesalahan.

Paginya, Tae Kyun berangkat ke Amerika. Tae Kyun memeluk ibunya yang terisak atas kepergiannya. Ayahnya melambai dan pergilah Tae Kyun...

Jae in masuk kantor sambil minum jus, melewati tempat dimana Gun Wook tidur beberapa saat lalu, Jae in duduk di tempat itu dan bersandar di dinding. Gun Wook lewat, membungkuk melihat Jae in dan langsung mengambil jus yang ada di tangan Jae in dan bersandar pada lengan Jae in.

Jae In melihat Gun Wook minum jusnya dan komplain, aku suka jus tomat. Gun Wook : Ah sayang sekali, aku menghabiskannya, lalu minum jus itu sampai habis.

Jae in minta maaf karena kejadian kemarin. Gun Wook tidak menganggapnya, sudahlah. Jae in berkata kalau Gwak meneleponnya dan mengatakan kalau Gun Wook tidak ada hubungan dengan mantan pacar Tae sung dan itu membuatnya lega.

Gun wook tiba-tiba tanya, Jae in-ah, kita ini sebenarnya apa? Pertanyaan itu sesaat membuat Jae in tertegun dan keduanya juga merenung, lalu Jae in tanya, bagaimana perkembangan hubunganmu dengan Mo Ne? Gun Wook membalas, lalu bagaimana dengan Tae Sung? Gun Wook bangun karena ada telp dan jalan pergi. Oh..dua orang ini...

Jae in memandang Gun Wook jalan dan ia berkata, hhmm dia tinggi ..tapi kepalanya kecil kalau dibandingkan dengan badannya. Gun Wook semakin menjauh..Jae in berkata, bahunya lebar juga...bayangan tubuhnya dari belakang benar-benar menawan. Gun wook-ah, sebenarnya kita ini apa?

Gun Wook bertemu dengan partner-of-crime-nya, Gun Wook ingin tahu siapa yang mengunjungi makam orang tuanya di Mi Rang, dia datang setahun satu atau dua kali. Tolong kau periksa. Gun wook juga mendapat laporan kalau Tae Kyun sudah sampai di US dan Gun wook berkata kalau transaksi di Amerika juga tidak akan berhasil.

Rekan Gun Wook berkata, Tae Kyun sudah disingkirkan dan Mo Ne akan pergi ke luar negeri, sekarang tinggal Tae Ra, sekarang waktunya Tae Ra dan Tae Sung untuk mulai bertempur. Gun wook tersenyum dan berkata : Tae Ra...

Tae Ra berlatih anggar dan ia tidak konsentrasi. Pelatihnya dengan mudah mengalahkannya. Tae Ra berkata kita latihan lagi lain kali dan pergi. Tae Ra jalan di parkiran, tiba2 seseorang menariknya. Ternyata Gun Wook! Tae Ra kaget, bagaimana kau tahu tempat ini? Oh yeah...Gun wook mengajak Tae Ra makan. Tiba-tiba ada mobil mendekat, Jaksa Park! Tae Ra langsung melepaskan tangan Gun Wook.

Jaksa Park juga mengajak Tae Ra makan. Jaksa Park heran siapa Gun Wook? Tae Ra berkata, dia pacar Mo Ne. Oh kata Jaksa Park, dan langsung mengulurkan tangan untuk bersalaman dengan Gun Wook. Tapi..katanya lagi, mengapa kau ada di sini? Tae Ra langsung menjawab, aku ingin mengajaknya bicara tentang Mo Ne. Jaksa Park lalu berkata kalau begitu, kita bertiga makan bersama saja. Oh that's a bad idea!

Tae Ra menolak, dia akan pergi. Park mendesak. Gun Wook mengerti situasi dan bersikap akan segera pergi. Tiba2 ponsel Tae Ra bunyi, ya ..apa??

Tae Ra terperanjat dan shock! Tae Ra terhuyung hampir jatuh. Gun Wook dengan reflek menahan tubuh Tae Ra, jelas ada chemistry diantara mereka dan Tuan Jaksa Park bukannya buta, ia juga menyadarinya...Ada apa? tanya Gun wook, Tae Ra terbata, mereka bilang..Tae Kyun..meninggal..

Gun Wook terperanjat. Dia mungkin tidak menyangka akan sejauh itu. (and I'm shock too..)

Di pemakaman Tae Kyun...

Hujan membasahi bumi, menambah sedih suasana, peti Tae Kyun diturunkan perlahan di liang lahat disertai Mo Ne dan Ny. Shin yang menangis meraung-raung, Tae Ra, Jaksa Park, Tae Sung juga hadir. So Dam menangis. Tuan Hong tampak sangat terpukul. Keluarga bergiliran menyekopkan tanah, kemudian melemparkan bunga krisan putih.

Beberapa puluh meter dari situ, Gun Wook bersama rekannya duduk di mobil mengamati pemakaman itu. Sepertinya Tae Kyun meninggal kecelakaan mobil, ia menyetir sambil mabuk tapi teman wanitanya selamat. Gun Wook berkata, segala sesuatu kadang tidak berjalan sesuai rencana.

Rekannya tanya, apa kau berharap ia mati? Gun Wook menjawab, ketika ia masih muda dia ingin mereka mati semua sekaligus, waktu itu hatiku setajam pedang, tapi sekarang kebencian itu sudah hilang, sekarang aku tinggal berdiri dan melihat mereka menderita.

Setelah pemakaman usai, Gun Wook keluar dari mobil, sendirian, membawa bunga krisan (kupikir akan diletakkan di makam Tae Kyun), mencium bunga itu, dan menjatuhkannya ke tanah.

Di rumah keluarga Hong, terdengar suara-suara masa bahagia keluarga itu, Suara Tae Kyun yang memberi semangat So Dam, ayo..beri sambutan untuk putri kesayangan kita..So Dam yang akan membacakan cerita. Kemudian suara lucu So Dam mulai membaca: Di pagi yang indah...suara keluarga Hong menyahut: Ya....

Manager Uhm menghela nafas mengingat itu semua dan berjalan di ruang keluarga yang sunyi, duduk di kursi memandang foto keluarga itu dengan sedih.

Malamnya, Gun Wook membakar semua file tentang Tae Kyun, di dinding-nya tertulis, Hong Tae Kyun 1976 - ?

Telepon berdering yang seperti biasa, diabaikan Gun Wook. Rekannya berkata, semua saham Tae Kyun dialihkan ke yayasan dan pemiliknya adalah Tae Ra, sekarang dia akan segera menjadi wakil President (no. 2 di Haeshin). Gun Wook mulai merancang rencana lagi.

Di kantor DIDIN art, rekan Jae In berkata dia harus mengantar surat2 ke rumah keluarga Hong. Tampaknya surat ucapan bela sungkawa dari kolega Ny. Shin. Jae in berkata aku saja yang mengantarnya dan memberikan pada manager Uhm. Rekannya mengerti, kau cemas dengan Tae sung ya, ya sudah pergi sana.

Suasana sehabis berkabung di rumah keluarga Hong...

Tuan Hong duduk terpekur di kursi utama sambil memegang cangkir, dia tiba-tiba terlihat sangat tua..Tae Sung duduk di dekatnya, Gun Wook dan Sekretaris Kim berdiri di sebelah luar. Tuan Hong memberi nasihat, kalau mulai sekarang Tae Sung harus berhenti main2 dan mulai bertanggung jawab. Kau harus menggantikan posisi kakak tertuamu yang kosong. Tae Ra datang dan duduk di dekat mereka.

Tuan Hong tanya, bagaimana ibumu? Tae Ra menjawab ibu berbaring, dan Mo Ne menungguinya, aku berharap ibu bisa tidur sebentar. Tiba-tiba Ny. Shin keluar dan murka. Apa? dia tidak akan pernah bisa masuk ke Haeshin! Ini semua karena salahmu kata Ny. Shin menyalahkan Tuan Hong. Kalau kau tidak mengirimnya ke Amerika, dia tidak mungkin meninggal!

Tuan Hong menjawab, tapi kalau disini, dia akan masuk penjara. Ny. Shin teriak, itu lebih baik, jauh lebih baik, puluhan bahkan ribuan kali lebih baik daripada meninggal!

Ny. Shin teriak-teriak dan menyalahkan Tae Sung, ini semua karena kau! Kenapa aku harus jadi ibumu! Kau ini bagai ular! Kau bahkan tidak menangis sedikitpun karena kakakmu meninggal, apa kau senang kakakmu sudah meninggal? Sejak kau pulang dari Jepang semua kacau. Kau dan orang bernama Shim Gun Wook yang kau bawa, membuat mo Ne kacau. Dengan wajah serakahmu, kau jelas punya niat jahat.

Tae Sung mencoba menenangkan Ny. Shin dengan memanggil, ibu..tapi itu semakin membuat Ny. Shin murka dan teriak2 histeris dan jatuh pingsan, Mo Ne dan Tae Ra juga Sekretaris Kim langsung menolongnya dan membawa Ny. besar Shin masuk ke kamarnya.

Meninggalkan, Tuan Hong dan kedua "putranya", dia berkata pada Tae sung, jangan diambil hati, dia seorang ibu yang baru saja menguburkan anaknya, jadi dia tidak berkata dengan pikiran-nya. Tae Ra masuk dan kembali duduk bersama mereka, Ibu tertidur kata Tae Ra. Tuan Hong mengangguk. Lalu dia tanya pada Tae Sung, apa kau tahu masalah skandal Anti Bio itu?

Tae Sung : Ayah, kau tahu, aku tidak tertarik dengan perusahaan, aku tidak tahu masalah itu.
Tuan Hong : Hmm aku mengerti. Sekretaris Kim!

Sekretaris Kim datang dan menghadap, iya Tuan. Tuan Hong berkata, selidiki masalah ini, cari siapa dalangnya dan aku tidak akan melepaskannya. Aku akan membuatnya merasakan penderitaan kita.

Sekretaris Kim mengerti. Tuan Hong lalu bangkit tapi mendadak ia terkena sakit kepala, Tae sung, Tae Ra dan Sekretaris Kim langsung menolongnya. Gun Wook, yang selama ini berdiri tanpa gerak di bagian luar ruangan bereaksi melihat Tuan Hong seperti itu. (interesting..) Tuan hong berkata, aku tidak apa-apa, dan ia masuk ke dalam diantar Tuan Kim.

Tae Sung keluar, Tae ra mengikutinya. Tinggal Gun Wook seorang diri, ia menghela nafas dan ikut keluar.

Tae Ra menyusul Tae sung, Tae sung-ah, jangan pergi, tinggal-lah disini dan menemani ayah dan ibu. Tae Sung menjawab, kalau aku disini, ibu akan semakin kesal.

Tae sung heran, aku memang tidak pernah merasa kalau Tae Kyun itu kakak-ku, tidak pernah dekat dengannya, tapi kau, kenapa kau tidak menangis dan terlihat sangat terkontrol? Tae ra menjawab, ini karena aku harus memikirkan Haeshin, kalau aku goyah, Haeshin juga bisa goyah. Tae Sung tersenyum tipis dan pergi.

Tae Ra menoleh ke belakang dan melihat Gun Wook. Tae Ra berbalik dan jalan menjauh.

Tae Sung masuk mobil dan pergi, berpapasan dengan taksi Jae In. Jae In masuk ke dalam halaman keluarga Hong yang sunyi.

Tae Ra ternyata masuk ke gudang, duduk di tangga dan menangis, dia menumpahkan semua kesedihannya di dalam kesendirian. Gun Wook melihatnya dan menyusul masuk ke dalam gudang. Berlutut di depan Tae Ra. Tae Ra menahan tangisnya dan akan pergi.

Gun Wook berdiri dan berkata jangan pergi sambil menahan tangan Tae Ra. Gun wook berkata, kau bisa menangis di depanku, dan nanti kalau kau keluar dari sini, kau adalah Tae Ra yang tangguh dan tenang.

Gun Wook memeluk Tae Ra dengan erat. Tae Ra akhirnya menumpahkan semua tangisnya di bahu Gun Wook, Gun Wook menenangkan Tae Ra.

Jae In menemui Manager Uhm dan memberikan surat2 itu. Manager Uhm tampak lelah dan sedih dan mengucapkan terima kasih lalu masuk lagi ke dalam rumah. Jae in akan pulang dan heran dimana Tae Sung lalu mulai jalan di sekitar halaman.

Tae Ra mulai tenang dan Gun wook membelainya. Gun Wook seperti beranjak akan keluar. Tae Ra menahan-nya, tetaplah di sisiku. Gun Wook membelai wajah Tae Ra dan mencium keningnya, pipinya, dan ...bibirnya. Mereka berciuman hangat.

Jae In sampai di dekat gudang dan melihat pintu gudang yang terbuka sedikit dan ia memilih untuk melihat ke dalam. Jae in mendekat dan tercekat dengan pemandangan yang ada di depannya...sepasang pria dan wanita sedang berciuman hangat, Jae in sadar itu Tae Ra tapi satunya...karena wajahnya tidak terlihat tapi Jae in hampir yakin itu Gun wook.

Jae In ingin beranjak ketika tiba2 suara Mo Ne : Unni...Mungkin Manager Uhm berkata kalau Jae in datang atau memang kebetulan. Jae in panik dan tidak tahu harus bagaimana.

Mo ne mendekat dan melihat ke dalam gudang, pandangan-nya kosong melihat kedua orang di dalam gudang dan berseru..Unni...

Ini membuat Tae Ra dan Gun Wook terperanjat dan berpaling ke arah mereka. Ini ...benar2 diluar skenario Gun Wook!

 

Sumber : kadorama-recaps.blogspot.com

Episode Sebelumnya

Episode Selanjutnya

Bad Guy episode 11

Jae in harus kembali kerja jadi dia menyandarkan kepala Gun wook ke dinding dan pergi.

Kedua detektif datang lagi ke kantor Haeshin. Detektif Gwak bukan mencari Hong Tae Sung tapi Shim gun Wook karena mulai curiga. Dia ingin tahu alibi Gun wook di malam saat kematian Choi Sun Young. Tanya apa Gun wook ke desa Mi Rang dan apa yang dilakukan Gun Wook di malam saat pertandingan bola Jepang-Korea?

Jae in lewat dan mengamati mereka. Gun wook menjawab kalau dia sedang bersama rekan2 stuntman-nya dan menjawab pertanyaan polisi tanpa menimbulkan kecurigaan. Tapi Gun Wook mulai terlihat grogi ketika Detektif Gwak tanya apa Gun Wook punya luka di punggung. Gun wook menjawab tidak punya.

Jae In heran, kenapa Gun wook bohong, karena Jae in tahu pasti Gun wook punya. Tapi heranku, Jae in belum juga curiga. Kedua detektif bisa menerima jawaban Gun wook so far.

Detektif Gwak berkata menurut saksi, punggung Gun wook mirip dengan pria yang ia lihat sedang bertengkar dengan Sun Young. Jae in merenung dan memikirkan ketika Gun wook tanya : Jae in ah, apa kau percaya padaku?

Tae Sung sedang berbunga-bunga dan menemui Jae in di gallery, lega ketika Ny. Shin tidak di tempat. Keduanya menikmati lukisan bersama, Jae in mengaku dulu suka sekali melukis tapi dia berhenti, tapi memandang lukisan ini dan membuatnya merasa nyaman. Tae sung menggandeng tangan Jae in.

Rekan Jae in melihat keduanya dan senang sekali karea temannya akan mendapatkan putra konglomerat.

Mo Ne mengunjungi Tae Ra dengan marah, apa yang terjadi ketika di villa. Mo Ne mendengar kalau Tae Ra dan Gun Wook ada di villa di Yang Pyung. Tae Ra cool dan berkata tidak ada apa-apa. Gun Wook pergi setelah tahu kau tidak ada dan aku menginap karena demam.

Mo Ne tidak percaya begitu saja, Aku mendengar pembicaraan kalian di kantor Tae Sung, apa yang kakak maksud dengan kesalahan, ada apa antara kalian berdua? Tae Ra tetap tenang dan berkata tidak ada apa-apa yang membuat Mo Ne semakin kesal dan pergi, tepat ketika Jaksa Park pulang. Jaksa Park heran melihat sikap Mo Ne akhir2 ini, aku dengar ia pacaran dengan seorang pria, aku dengar dari ibu mertua, ah pria macam apa yang membuat Mo Ne sampai seperti itu.

Mo Ne mencoba menghubungi ponsel Gun Wook lagi tapi tidak diangkat.

Gun Wook bertemu dengan Manager Kang dan curhat, gayanya meyakinkan, ia membuka percakapan dengan berkata seorang sunbae-ku terlibat investasi resiko tinggi dan aku kehilangan banyak uang karena dirinya, jadi aku tidak tertarik invest di bidang itu. Tuan Kang tanya apa nama perusahaan-nya? Team Acts, perusahan IT dan orang yang bertanggung jawab atas perusahaan itu adalah direktur dari Haeshin Grup, Hong Tae Kyun.

Tuan Kang terperanjat tapi pura2 tenang dan Gun Wook mengamati reaksinya lalu melanjutkan, sunbaeku hanya percaya kata2 Hong Tae Kyun saja dan akibatnya ia kehilangan uang jutaan dan memutuskan bunuh diri. Tuan Kang semakin tidak tenang. Gun Wook melanjutkan makan, Tuan Kang menerima telp, sepertinya dari Hong Tae Kyun dan ia permisi pergi. Sampai jumpa lagi.

Tuan Kang masuk mobilnya dan teringat kata2 Gun wook, Direktur Regional Hong Tae Kyun terkenal suka cari untung sendirian. Gun Wook mengamati mobil Tuan Kang yang menjauh.

Gun Wook menerima telp dari rekannya dan berkata dia (Tuan Kang) mulai menyadari, sekarang terserah padanya, apa mau terus berinvestasi saham resiko tinggi atau menendang Hong Tae Kyun dan menyelamatkan diri sendiri, kita lihat saja perkembangan-nya.

Tuan Kang bertemu Hong Tae Kyun di tepi sungai. Hong Tae Kyun berkata sudah lama tidak ketemu, sunbae. Aku menerima laporan saham Anti Bio di rumah, kenapa bisa begitu? Tuan Kang heran, kau menerimanya di rumah? Hong Tae Kyun membenarkan.

Tae Kyun berkata buang dokumen saham Anti Bio itu tapi tetap pertahankan dananya di account, kau harus mengirimkan uangnya jika aku memintanya. Aku percaya padamu sunbae, nanti kalau sudah selesai, aku akan bayar kau dengan besar.
Tuan Kang : Aku mengerti.
Tae Kyun : Aku pergi dulu.
Keduanya berpisah.

Sementara itu, Gun wook tidur di kursi malas-nya dengan pulas.

Jae in mengirim sms pada Tae Sung : kita ketemu jam 6. Tae Sung senyum dan tidak sabar lagi, kemudian langsung menuju galeri, justru di sana ia tidak sengaja mendengar percakapan teman Jae in dengan mantan Jae in, Gyo Han yang mencari Jae in. Teman Jae in kesal pada Gyo Han dan memanasi, Jae in sekarang keren kan, dia akan terbang ke langit. Gyo Han kaget, apa Jae in adalah pacar Hong Tae sung? Apa dia sudah gila?

Rekan Jae In berkata memangnya kenapa, Hong Tae sung adalah putra Haeshin grup dan apa kau tahu betapa susahnya Jae in menggaet playboy itu? Hong Tae Sung bahkan tidak menyadarinya. Gyo Han mengeluh, apa aku sudah melukainya demikian parah sampai ia seperti itu?

Tae sung terpukul dan keluar dari galeri dengan gontai, ia mengingat semua kejadian manis dengan Jae in dan kata2 rekan Jae in terngiang, apa kau tahu betapa sulitnya Jae In menggaet playboy itu? Tae Sung merasa sesak dan marah.

Tuan Hong marah dan berteriak pada Tae kyun, kembalikan semua uang yang sudah kau keluarkan dan jika ada satu sen pun yang tercecer awas! tae Kyun pusing. Ayahnya minta Tae Kyun meninggalkan Korea sebelum yang berwenang curiga. Tuan Hong tidak menerima alasan Tae Kyun, diam! kau yang memulai ini, kita tahu darimana asal uang yang kau pakai investasi, dari cabang di Amerika kan! Dan sekarang? Apa kau ingin menghadapi penyidik? Kau pergi saja sebelum masalahnya membesar. Tae Kyun keluar.

Di ruangan kerja Gun Wook, semua rekan kerjanya bingung dengan berita di ShinA.com, apa yang dimaksud itu direktur Hong Tae Kyun kita? Gun Wook santai saja, malah main game. Hong Tae Kyun berusaha menghubungi Manager Kang dan kesal karena sulit sekali, ia memerintah untuk memeriksa apa ada yang menghubungi manager Kang akhir2 ini.

Di dekat lift Tae Kyun berdiri berdampingan dengan Gun Wook dan terus bicara di telp. Gun Wook mendengarkan dengan santai. Tae kyun masuk duluan dan Gun Wook berdiri di depannya dan mengangkat telp, berkata Hyung..dengan pandangan ditujukan pada Tae kyun. Tidak mengatakan apa-apa hanya senyum tipis yang membuat Hong Tae Kyun bingung.

Gun wook menghubungi Kak Jang dan minta tolong jika ada polisi tanya2, tolong diurus. Kak Jang berkata jangan cemas, kau tahu kemampuan aktingku kan, aku percaya kau bukan orang yang suka cari masalah. Tapi Kak Jang heran juga mengapa polisi memeriksa Gun wook.

Shim Gun Wook -sshi...

Tae Ra dan Gun Wook bertemu di lobby, Tae Ra memanggilnya! Pura2 tanya Tae sung untuk menghindari kecurigaan dan mendekat ke Gun Wook berkata kalau ia ingin bicara. Gun Wook mengajak Tae Ra ke auditorium kosong. Gun Wook berkata tempat ini biasanya terkunci, tapi ia pintar membuka pintu terkunci (maksud ganda: hati Tae ra yang terkunci). Tidak ada orang disini, apa yang ingin kau katakan padaku?

Tae Ra berkata kalau Mo ne mendengar pembicaraan mereka di kantor Tae Sung. Mo ne sepertinya curiga. Gun wook memandang Tae Ra dengan lembut sampai membuat wajah Tae Ra panas dan ia berkata berhenti memandangiku! Apa kau dengar apa kataku? Mo ne dengar pembicaraan kita, aku tidak tahu harus bagaimana. Selama itu Gun Wook terus memandang Tae Ra dengan his dangerous eyes, dan berkata, kalau tentang Mo ne, serahkan padaku, aku yang akan bicara dengannya.


Tiba2 penjaga datang dan Gun wook langsung menarik Tae Ra untuk sembunyi. Penjaga keluar dan mengunci pintu! bukan hanya itu tapi juga mematikan lampu, hayo..gelap2an berdua hahaha..

Gun Wook langsung menyalakan lampu karena sadar Tae ra pasti panik. Gun Wook mencoba membuka pintu tapi gagal, aku bisa buka kalau dari luar tidak dari dalam, itu lain cerita. Tampang Gun Wook lucu. Benar saja, Tae Ra panik.

Gun Wook kurek2 telinga dan nyengir, aku akan belajar bagaimana membuka pintu dari dalam lain kali. Kata2 ini membuat Tae Ra ketawa, chemistry-nya dapet, aku akui itu.

Kau cantik kalau tertawa, kau jarang tertawa...
Gun wook lalu mendekati Tae ra dan memeluknya lembut.

Detektif Gwak datang dan mencari keterangan pada Kak Jang perihal Gun wook. Kak Jang berkata kalau saat kejadian, Gun wook semua sedang syuting, ketika disinggung mengenai luka, kak Jang menjawab Gun wook tidak punya luka. Ini membuat stuntman lain bingung karena ia tahu Gun wook punya luka, ia mau bicara tapi Kak Jang mendiamkannya. Membuat detektif Gwak semakin suspicious. ehm, Detektif Lee makin keren aja, sayang kurang diberdayakan disini.

Gun wook dan Tae Ra masih terkunci dan tiak tahu harus bagaimana, kalau memanggil bantuan, pasti akan tersebar rumor, sebaliknya mereka mungkin akan terkurung di tempat ini sementara waktu. Gun Wook menyarankan, bagaimana kalau kita menunggu saja? Ya apa boleh buat kan?

Gun wook mengajak Tae Ra pura2 menonton film dan berkata agar Tae Ra berimajinasi, membayangkan moment paling berkesan di hidup Tae Ra diputar di layar, wah kalao ada ahli hypnotheraphy kaya Gun wook laris kali ya. Gun wook minta Tae Ra menutup matanya dan membayangkan-nya. Tae Ra kembali ke masa remajanya.

Memori Tae Ra, dia masih remaja dan melarikan diri dari pengawalnya/supir dan menikmati makan ddukkbokki dengan teman2 sekolahnya dan menyelinap melihat film.

Ternyata nonton Dirty Dancing (he, kita seumur ya Te Ra hahaha..Dirty Dancing oh Patrick Swayze..sayang dah meninggal) Tae Ra menghubungkan itu dengan kisah anak gadis keluarga kaya yang belajar dance dan jatuh cinta. Air mata menetes dari mata Tae Ra, dia berkata : Aku heran, cinta seperti apa yang pernah terjadi padaku?

Gun Wook dengan lembut meraih dagu Tae Ra dan menciumnya.

Tae sung tetap menemui Jae in dan mengajaknya belanja, menguji Jae in dengan barang2 mewah seperti tas karya designer, Jae in menolak tapi Tae Sung memaksanya menerima, itu untungnya punya pacar kaya. Jae in merasa senang dengan hadiah itu, sementara Tae sung mengamatinya dengan seksama, dan membuatnya yakin kalau Jae in hanya ingin uangnya. (eh ada tas gradasi, lucu juga, mataku juga ijo lihat tas ..)

Tae sung semakin kesal dan mengajak Jae in makan malam dengan membooking seluruh gedung hanya untuk mereka.

Detektif Gwak mendekati stuntman yang lain dan tanya2, stuntman itu mengakui kalau Gun wook memang memiliki bekas luka dan ia mulai panik, aku tidak melakukan apa-apa.

Gun Wook dan Tae Ra ketiduran di dalam auditorium dengan kepala saling bersandar. Sopir Kang menemukan keduanya dan tampak tidak senang. Tae Ra berkata tidak ada apa-apa dan bergegas pergi.
Tae Ra terlihat berat berpisah dengan Gun Wook dan Gun Wook tersenyum lembut pada Tae Ra.

Gun wook keluar dan detektif Gwak menunggunya untuk bertanya. Gun Wook tidak mempedulikan detektif Gwak dan terus pergi tapi Detektif Gwak memanggil: Hong Tae sung! Itu menghentikan Gun Wook. Gun wook terlihat tidak tenang tapi ia menoleh dan berkata direktur Hong Tae sung sudah pulang.

Detektif Gwak tahu, lalu berkata anda tampaknya punya banyak nama, Tae sung, Hong Tae Sung, Choi Tae Sung. Alibimu ketika malam kematian Choi Sun young meragukan, dan ada saksi yang melihatmu bertengkar malam itu. Ayo ikut ke kantor polisi untuk menjawab pertanyaan. Gun Wook ikut pergi dengan tersenyum.

Tae sung membawa Jae in ke salah satu hotel milik keluarganya, aku sudah meminjam kamar suite, jadi ayo keatas dan tidur bersama. Jae in tersinggung dan menampar Tae sung. Tae Sung membalas, bukankah itu yang kau inginkan? menjadi menantu keluarga kaya, bukankah ini yang akan terjadi kalau kau terus mengejarku? Semua sudah kau perhitungkan, benar kan? kau pasti ingin cincin di tanganmu kan, baik besok kita ke rumah orang tuaku, tapi malam ini kau harus ke atas.

Tae Sung : Aku harus mendapatkanmu, kau mendapatkan uangku, lalu apa masalahnya?

Jae in menantang, jika aku melakukannya, apa aku bisa jadi menantu Haeshin? aku tidak akan melakukan hanya untuk one-night-stand. Baik ayo kita lakukan.

Sampai di kamar suite itu, Jae in berkata ayo cepat kita lakukan saja dan mulai membuka kancing bajunya. Tae Sung juga membuka jaketnya, keduanya sama2 pura2 berani, siapa duluan yang mundur berarti kalah.

Tapi ponsel Jae in bunyi, ternyata Won In yang telp. Jae in menjawab ia sibuk kerja. Tae Sung menyindir, kau benar2 pembohong yang hebat, atau mungkin ini kau hitung sebagai pekerjaan.

Tae sung berkata Jae in sudah tidak membuatnya tertarik lagi, kita akhiri saja permainan ini. Tae Sung pergi, tapi Jae in memanggilnya, kapan waktunya berhenti, aku yang memutuskannya!

Tae Sung tanya kapan mulainya? kapan Jae in menyadari siapa dirinya. Apakah ketika kau meninggalkan Jepang dan meninggalkan pesan itu? Itulah mengapa ibuku melarangku untuk tidak berhubungan dengan wanita yang lebih rendah.

Jae in marah, Rendahan? Apa maksudmu? Kau tidak ada artinya tanpa uangmu, yang kau miliki hanya uang. Kau hanya anak haram yang selalu membuat masalah dan tidak pernah mendapat perhatian keluarga. Tapi kau tetap saja bertingkah kalau kau hebat!

Tae sung mendorong Jae in ke tembok, kita bisa mendapat apa yang kita inginkan. Jae in tidak tertarik dan berkata kau menyedihkan, dunia ini penuh pria kaya yang bisa kukejar (Gun Wook misalnya, ya kan?), Tapi kau, berapa banyak wanita yang akan menerimamu tanpa nama Haeshin Grup?

Jae in mengaku kalau ia iri dan ingin seperti Mo Ne atau Tae Ra, tapi itu bukan alasan satu2nya aku bisa sejauh ini. Awalnya memang adalah kebohongan seperti katamu, tapi...Tae sung berharap Jae in berkata dia benar2 menyukai Tae sung, Tapi Jae in tidak mengatakan itu, melainkan: Lupakan, aku tidak ingin melihatmu lagi.

Jae in keluar, Tae sung duduk di bawah merasa pedih.

Diluar, Jae in mendapat telp dari detektif Gwak, apa anda bisa ke kantor polisi, ada pertanyaan terakhir. Jae in tiba dan melihat seorang pria dalam kamar interogasi. Polisi minta Jae in mengenali bekas luka pria itu, polisi hanya membuka sedikit cermin satu arahnya dan memperlihatkan bekas luka itu pada Jae in.

Jae in samar2 ingat lukanya mirip, dan ia ingat luka Gun Wook, lalu ia menyingkapkan semua penutup cermin satu arah itu dan kaget melihat Gun wook yang ada disana.

Jae in kaget dan spontan berkata bukan dia orangnya, aku tidak yakin saat itu gelap, aku tidak bisa mengkonfirmasi. Jae in menenagkan diri dan detektif Lee mendekatinya, menawarkan minum dan Jae in tanya apa pria itu mungkin membunuh-nya? Detektif Lee kelepasan bicara kalau ternyata wanita itu adalah mantan pacar Tae Sung. Jae in kaget sekali.

Di dalam ruang interogasi, Detektif Gwak tidak mendapat apa-apa dari Gun wook. Gun Wook juga tidak memperlihatkan ekspresi apapun ketika diperlihatkan foto Sun young, dia cantik juga sayang dia mati.

Detektif Gwak berkata mungkin kau tidak tahan kakak-mu kencan dengan Tae Sung dan membunuhnya. Gun Wook balik tanya, jika kakak yang dicintainya mati, siapa yang tinggal? Mengapa aku harus membunuh satu2nya yang kucintai dalam hidup ini?

Detektif Gwak teriak, dan Gun Wook berkata, baik! Ya aku membunuhnya, itu kan maumu? Kau tanya terus dan aku berikan jawaban yang kau inginkan. Gun wook hampir saja kehilangan kesabaran-nya dan berkata tunjukkan bukti, bukan hanya berkeras kalau aku ini Tae sung. Aku bebas pergi kan?

Detektif Gwak tidak bisa menahan Gun wook lebih lama lagi dan mengijinkannya pergi, sebelum keluar, Gun wook untuk pertama kali pecah topeng-kacanya, dan berkata : "Apa kau tidak punya seseorang yang ingin kau lindungi? Apa kau tidak memiliki keluarga? Jika aku adalah pria itu, aku akan sangat ingin menyelamatkannya, karena ia keluarga."

Gun wook mengatakan itu sambil menahan air mata.

Gun wook pulang dan mendapati Jae in menunggunya. Ia masuk tanpa menggubris Jae in. Jae in berkata : Aku percaya padamu Gun Wook. Kau bisa mengatakannya padaku.

Jae in mendesak Gun wook ingin tahu apa yang terjadi, mereka berkata Hong Tae sung mencintai seseorang, wanita itu tidak ada hubungan-nya denganmu kan? katakan, mengapa kau ada di sana malam itu? apa yang terjadi? Aku ke kantor polisi tadi dan aku melihat bekas lukamu. Kau tidak bisa melihatku, tapi aku orang dibalik kaca itu.

Sekarang Gun Wook baru terkejut dan memandang Jae in.

Jae In : Kau mungkin bilang itu bukan kau tapi aku tahu itu kau. Malam saat pacar Tae Sung meninggal, kau ada di sana. Kau ingat aku menabrakmu dengan mobil, iya kan? Orang itu adalah aku.
Gun Wook : Kau melihatku?
Jae In : Jadi katakan padaku. Kau tidak ada sangkut pautnya dengan wanita itu kan? Aku hanya kebetulan menabrakmu malam itu kan?
Gun Wook : Apa yang ingin kau dengar?
Jae In : Gun Wook!
Gun Wook : Aku membunuhnya. jadi pulanglah.

Jae in kaget dan berdiri dan keluar.

Gun Wook melipat tangan dan tersiksa dengan kenangan pahit itu. Ternyata di malam naas itu, Gun Wook menyusul Sun Young ke atas dan mencegahnya lompat. Sun Young minta Gun wook mundur, Sun Young kurang hati2 dan terpeleset. Sun Young bergelantungan di atap gedung, Gun Wook berhasil menagkap tangannya dan susah payah menahan-nya.

Sun young tersenyum dan berkata lepaskan saja. Gun Wook menangis dan menolaknya. Sun Young berkata dengan lembut : Tae sung-ah. dan karena pegangan-nya licin, tangan Sun Young terlepas dan Sun Young jatuh ke bawah...

Siapa yang tidak trauma dengan pengalaman itu jadi wajar kalau Gun Wook menyalahkan dirinya atas kematian Sun young. Ia merasa gagal menyelamatkan Sun Young dan jika waktu bisa diputar, Gun wook pasti memilih untuk melepaskan Haeshin daripada kehilangan Sun young...

Jae in kembali lagi seperti waktu itu ketika ia masak untuk Gun Wook. Sekali lagi Jae in kembali dan berdiri di depan Gun wook.

Gun Wook mencoba menghindari Jae in tapi Jae in menghadangnya wow..dan memeluk Gun Wook, membuat Gun Wook tidak tahan dan pecah tangisnya.

 

Sumber : kadorama-recaps.blogspot.com

Episode Sebelumnya

Episode Selanjutnya

Bad Guy episode 10

Detektif Gwak dan Lee (akhirnya) sampai pada kesimpulan kalau anak yang lain itu (Gun Wook) masih hidup dan Sun Young adalah satu2nya yang tahu kalau ia pernah punya nama Tae sung, jadi sekarang ia punya nama lain? Aduh polisi2 ini, lama banget sih ngurus kasus bunuh diri aja, sudah keburu basi kasusnya.

Jae in mengantar Tae sung ke apartemennya. Membuat jus untuk mengatasi hangover-nya Tae sung, tapi Tae sung tanpa sadar menumpahkan jus itu ke baju Jae In. Basah deh..dan Jae in mengganti bajunya dengan kemeja Tae sung tapi tidak mengenakan bawahan. Jae in sengaja cari kesempatan menggoda Tae sung, karena baju basah kena jus di apartemen orang bukan alasan untuk buka baju, biarin aja basah. Lagian kenapa ngga pinjam jeans Tae Sung sekalian atau ada celana boxer ngga?

Jae in memperlakukan Tae Sung dengan penuh perhatian. Tae sung menolaknya, jangan baik padaku, nanti kau akan terluka. Semua wanita yang didekatku akan terluka

Tae sung : Aku membuangnya...karena aku tidak punya nyali melindunginya. Aku mungkin akan melakukannya lagi. Jadi berhentilah. Berhenti bersikap baik padaku. Apa yang akan kau dapatkan? Aku akan seperti ini dan kemudian akan membuangmu lagi. Aku akan membuangmu! Apa kau tidak mengerti aku? Aku tidak bisa berubah. Apa kau pikir keluargaku bisa berubah? Siapapun yang kutemui, aku hanya membuat mereka terluka. Aku adalah orang seperti itu.

Tae sung mengusir Jae in keluar dari apartemennya dan tidak membuka pintu untuknya. Padahal Jae In bajunya amburadul.

Jae in turun (kenapa turun harusnya tetap di atas aja dan telp Gun Wook dari sana), malu dengan pandangan sekuriti dan orang2, dia menelepon Gun Wook yang langsung datang menolongnya.

Gun wook tertegun melihat kondisi Jae in, tapi dia tidak banyak omong, dia tahu perasaan Jae in.

Gun Wook melepas jasnya dan memakaikan-nya untuk menutup pinggul Jae in. Menggandeng Jae in keluar tapi menyadari kalau Jae in hanya pakai kaus kaki.

Gun Wook langsung minta Jae in duduk dan memakaikan sepatunya untuk Jae in. Keduanya langsung keluar.

Jae in dengan baju kacau jalan di jalan raya. Gun Wook berbalik dan menggandeng Jae in agar jalan lebih cepat. Ia membawa Jae In ke toko baju, membelikan baju dan sepatu baru untuk Jae in. Gun wook tahu selera baju dan sepatu Jae in. Selama itu Jae in diam saja, ia seperti linglung dan Gun Wook juga diam saja hanya terlihat menyimpan emosi. Gun Wook berlutut dan memakaikan sepatu untuk Jae in.

Jae in mengulurkan tangan untuk menyentuh kepala Gun Wook tapi batal karena Gun Wook langsung berdiri dan membayar. Kasir tanya apa yang harus ia lakukan dengan kemeja ini. Gun Wook berkata buang saja. Kasir itu heran, ini baju designer ternama, tapi Gun Wook terlihat kesal dan berkata buang saja. Kasir itu diam (To Kasir, bw pulang aja..lumayan hahaha)

Gun Wook mengajak Jae In makan dan berkata kalau Jae in tidak mau mundur maka harus makan untuk mendapat tenaga. Gun wook menaruh kimchi di sendok Jae in dan tindakan Gun Wook itu membuat Jae in menangis, tapi kemudian ia bisa menahan diri. Tae Sung sadar dan melihat baju Jae in di dekat wastafel. Samar2 ia ingat kalau tadi sudah mengusir Jae in dan ia merasa menyesal, yup itu kalau you minum soju terlalu banyak man.

Tae Ra yang berlatih yoga tidak bisa konsentrasi, ia teringat Gun wook terus. Tae Sung menunggu Jae in di kantor tapi batal bicara dengannya karena ada teman Jae in yang memanggil Jae in.

Gun Wook ada di ruangannya, Tae Ra muncul dan mencari Tae Sung. Tae Ra memanggil Gun Wook ke kantor Tae Sung dan keduanya bicara.

Mo Ne juga memilih datang pada saat yang sama dengan pembawa bunga di belakangnya. Ia tanya pada seorang staf mana meja Gun wook dan minta pembawa bunga meletakkan bunga diatas mejanya.

Tae Ra berkata Mo Ne sedang belajar harmonika dan Gun wook seperti lupa, apa? Harmonika? Tae Ra mengeluh, kau bahkan sudah lupa. Mo Ne itu jarang berminat dengan sesuatu dalam waktu lama, tapi sekarang dia belajar harmonika dengan tekun karena kau. Gun Wook tidak tertarik dan Tae Ra menekankan, kalau Gun Wook tidak serius dengan Mo Ne, tinggalkan saja dia.

Gun Wook : Apa kau benar2 ingin aku meninggalkannya?
Tae Ra : Lalu, apa kau mau mendekatiku?
Gun Wook : Apa kau bisa melakukannya?

Setelah tahu Gun Wook ada di kantor Tae Sung, Mo Ne pergi ke sana, tapi langkahnya terhenti di dekat pintu karena mendengar Tae Ra dan Gun Wook bicara.

Mo Ne mendengar kakaknya berkata kalau Mo ne sangat mencintai Gun Wook dan kalau dirinya adalah wanita yang sudah berkeluarga dan kakak Mo Ne.

Gun Wook : Dan kau? Berhentilah bicara tentang Mo ne. Katakan padaku apa yang kau inginkan, apa yang kau sukai, bagaimana perasaanmu sekarang. Apa yang ingin kudengar adalah perasaan sebenarnya darimu. Apa kau tahu apa masalahmu? Kau selalu mengesampingkan dirimu sendiri. Tanpa perasaan, kau hidup dalam cangkang, keluarga, pekerjaan, rumah, perusahaan, semuanya. Untuk sesaat saja, apa kau tidak bisa mendahulukan dirimu sendiri?

Gun Wook tahu persis kelemahan Tae Ra. Kegelisahan dan ketidak puasan Tae Ra, hebat. Tae Ra : Dengar, Shim Gun Wook. Yang paling penting bagiku adalah keluarga. Jika aku bisa kembali lagi di saat itu..hal seperti itu tidak akan pernah terjadi. Tidak pernah.
Gun Wook : Tidak pernah? apa kau tahu betapa bahayanya kata..tidak pernah?

Tae Ra menghentikan Gun Wook dan berkata kalau dia tidak bisa memaafkan dirinya sendiri karena sudah tergoda oleh Gun Wook. Gun Wook justru berkata kesalahan itu adalah mungkin perasaan Tae Ra yang sebenarnya.

Mo Ne pucat pasi saat mendengar percakapan keduanya. Sebenarnya tidak terlalu mencurigakan percakapan keduanya, tapi kalau melihat pandangan mata Gun Wook pada Tae Ra..Mo Ne jelas tahu ada sesuatu diantara keduanya. Tae Ra berkata dia tidak mau bertemu Gun Wook lagi dan keluar. Gun Wook hanya senyum. Mo ne langsung kabur dan sembunyi di bawah meja, menahan nafas. Gun Wook keluar dan melihat bunga dari Mo Ne, menghela nafas dan pergi. Meninggalkan Mo Ne sendiri di bawah meja menangis..

Jae In ingin membalas jasa Gun Wook dan ingat kalau Gun Wook sebagai Tae Sung ingin masakan rumahan. Jae in belanja bahan masakan dan menuju rumah..Kak Jang! haha Jae in pikir itu memang rumah Gun wook yang sebenarnya.

Gun Wook kaget ketika Jae in menelepon-nya dan berkata ia ada di depan pintu rumahnya. Ternyata setelah dibuka tidak ada Jae in, lalu Kak Jang juga buka pintu dan membuat Jae in kaget, kau siapa? Kak Jang heran tapi terpesona dengan Jae in.

Gun Wook minta Jae in menyerahkan telp ke Kak Jang. Kak Jang minta Gun wook memberinya sedikit waktu untuk pdkt dengan Jae in. So, tinggallah Jae in di apartemen Kak Jang sebentar untuk menikmati teh..Indonesia! seriously? Aku dah curiga itu rak rotan pasti bawa dari Indonesia, dan ternyata bawa teh juga. Teh dari Sumatra juga enak, teh Indonesia memang enak :)

Jae in sadar Gun Wook menjahili-nya waktu itu dan ia mau membalas. Jae in menelepon Gun Wook untuk bertemu dengan-nya di dekat rumahnya. Gun wook muncul dan Jae in membatalkannya di saat terakhir dan ganti mengikuti Gun Wook ke apartemen aslinya.

Jae in kaget ternyata Gun Wook tinggal di dekat rumahnya. Jae in masuk karena pintu tidak terkunci (wah ini salah skenario, Gun wook org yang teliti, masa lupa mengunci pintu). Gun Wook yang hampir buka baju untuk ganti terkejut mendengar suara orang dan langsung mengenakan bajunya lagi. Gun wook keluar dan melihat Jae in yang tampak kesal.

Dengan marah Jae in mengamati apartemen Gun wook, sadar ini apartemen high class. Jae in kesal, mengapa kau sengaja membuatku mencuci baju di tempat itu, selain tempat tinggalmu, apa lagi yang kau sembunyikan dariku?

Jae In : Orang seperti apa dirimu, apa sebenarnya pekerjaan-mu, apa kau adalah putra gelap konglomerat juga? Apa kau Gun Wook yang kukenal? Apa Shim Gun wook itu adalah namamu sebenarnya.

Gun wook membalas, apa itu penting bagimu? Gun wook berbalik menyembunyikan wajahnya yang terlihat risau, apa artinya aku bagimu?

Jae in berkeras Gun Wook harus minta maaf, tapi Gun Wook menjawab untuk apa minta maaf, siapapun aku, dimanapun aku tinggal, kau tidak akan tertarik padaku, dari awal kau tidak tertarik padaku.

Jae in menjawab, Gun wook benar, sejak awal tidak ada apa-apa diantara mereka berdua, dia bahkan tidak tahu mengapa dia disini. Jae in keluar tapi pandangannya tertuju pada fotonya dengan Gun wook dan sepatu yang dipakai Jae in waktu itu. Jae in pergi. Tapi kemudian kembali lagi dengan belanjaan dan langsung ke dapur, masak.

Gun Wook bengong. Jae in berkata singkat, dulu kau berkata ingin masakan rumahan. Gun wook menunggu dan melihat Jae in masak hahaha kaya tampangku waktu nungguin mami masak waktu aku SD. Gun wook tanya : Jae in ah, apa kau percaya padaku? (oh ... Bi Dam-trust-problem-syndrome)

Jae in tertawa, mana mungkin aku percaya padamu, kau selalu bohong. Gun Wook membenarkan dan menambahkan, jangan percaya padaku, jangan pernah percaya pria sepertiku.

Jae In menunduk dan berkata : Aku percaya padamu. Tiba2 Gun Wook ketawa dan manis sekali astaga.

Ayo cuci tanganmu, kata Jae in persis mami2. Gun wook mencuci tangan dan bajunya basah lalu ia masuk kamar mandi untuk ganti baju. Jae in mengikutinya dan melihat bekas luka di punggung Gun Wook dan terperanjat. (kenapa sih kalau baju kena air sedikit harus ganti, ngga segitunya kali, emang kurang alasan ya bgm cara Jae in melihat bekas luka Gun Wook)

Gun Wook santai saja dan keduanya makan. Gun wook tanya setengah menggoda apa ini kali pertama Jae In melihat badan lelaki? Jae in justru tanya bekas luka Gun Wook, apa yang terjadi, kapan itu? dan Jae in tidak curiga! ah cape deh..

Apa masih sakit? tanya Jae in. Gun Wook : Sudah tidak lagi, tinggal bekasnya saja. Ayo makan.

Saat makan, ponsel Jae in bunyi, ternyata Tae Sung, Jae in tidak mengangkatnya dan membuat Gun Wook tersenyum. Tae sung mengirim pesan ingin bertemu Jae in dan Jae in bohong pada Gun Wook lalu cepat2 pergi. Gun Wook sempat mengucapkan terima kasih atas masakan Jae in. Jae in keluar dan ia hampir menginjak sepatu Gun Wook saat bergegas menemui Tae sung. Oh sepatu...

Jae in melewati Tae Sung dan pura2 tidak tahu siapa yang mengirim sms, karena dia berkata sudah menghapus no ponsel Tae Sung. Tae Sung percaya dan merasa kesal, kau menghapus no-ku? Lalu Tae sung menarik Jae in dan mengajaknya makan.

Gun wook juga makan sendirian dan hampir membuang sisa makanan-nya karena banyak sekali tapi tidak jadi lalu mencoba menghabiskannya sambil menahan tangis. (Om tahu ngga kenapa kulkas diciptakan? untuk menyimpan makanan yang tidak habis dimakan agar tidak basi dan bisa dikonsumsi lagi..)

Tae sung minta maaf pada Jae in ini bukan bohongan. Aku hanya tidak punya keberanian untuk melindungimu. Jae in berkata dia tidak pernah minta dilindungi, aku bukan wanita lemah yang perlu perlindungan, Jae in makan dan kaget ia merasakan sesuatu di mulutnya, ketika dikeluarkan ternyata cincin berlian. Ternyata bukan punya Jae in, pelayan datang dan meminta maaf, itu punya meja lain yang kebetulan menu-nya sama.

Tae Sung geli, dan tanya apa Jae in mengharapkan sesuatu? Jae in berkata tidak. Dan ketika Tae sung tahu kalau Jae in belum menghapus nomor ponselnya, Tae sung senang dan kebekuan diantara keduanya mencair.

Tae sung mengantar Jae in pulang dan Won in melihatnya. Won in kaget, siapa dia? Jae in mengaku kalau itu adalah teman-nya. Won in berkata kalau Jae in punya pacar katakan padanya karena dia sebenarnya ingin mengenalkan Jae in pada seseorang. Gun Wook maksudnya. Pasti lucu kalau Won In jadi mak comblang untuk Jae in dan Gun Wook.

Tae Ra demam. Ny. Shin meneleponnya dan berkata Mo Ne menghilang lagi. Tae Ra kaget. Gun Wook ada di ruang rahasianya dan ia puas karena ada kemajuan untuk menjerat Hong Tae Kyun. Tae Ra menelepon Gun Wook, apa kau tahu dimana Mo Ne? Gun Wook balik tanya Mo Ne tidak ada di rumah? Tae Ra tidak menjawab dan langsung menutup telp.

Justru Mo Ne yang menelepon Gun Wook dan minta Gun Wook ke villa keluarganya di Yang Pyung (eh ini kota tmp kampusnya Sister Maq hahaha)

Mo Ne mabuk dan lagi down ceritanya. Penjaga Villa menelepon Tae Ra dan mengatakan kalau Mo Ne di villa. Tae Ra mengerti dan berangkat ke sana. Ibunya berkata minta supir Kang saja, kau sepertinya tidak enak badan. Tae Ra tidak mau, Mo Ne tidak akan pulang kalau cuma sopir yang datang.

Gun Wook juga menelepon Tae Ra dan berkata kalau Mo Ne ada di villa di Yang Pyung. Tae Ra berkata sudah tahu. Tapi Gun Wook tetap kesana. Tae Ra juga bermobil sendirian sambil batuk2. Supir Kang tiba duluan dan membawa Mo ne pulang. Gun Wook melihat mereka tapi tidak langsung pulang, tahu dong nungguin siapa..

Tae Ra datang dan penjaga villa lapor kalau ada tamu dari Seoul yang menunggunya. Tae Ra masuk dan kaget melihat Gun Wook di dalam. Tae Ra menerima telp dari ibunya dan akan pulang. Gun wook merasa cemas karena Tae Ra kelihatan sakit.

Tae Ra menolaknya tapi mungkin karena capai, mungkin karena sakit, jadi Tae Ra memilih pingsan saat itu ke pelukan Gun Wook.

Gun Wook mengangkat Tae Ra masuk ke dalam, mengirim sms ke supir Kang dengan ponsel Tae Ra dan merawat Tae Ra semalaman. Membuat kompres, menyelimuti Tae Ra dengan jasnya dan membelai rambut Tae Ra. (kaya jagain kakak kandung saja, dia kakakmu bukan sih..jawab Gun Wook! bikin frustrasi aja, ini drama slow motion bgt sih)

Ny. Shin menelepon penjaga villa dan mendapat laporan yang membuatnya bukan saja khawatir tapi stress, karena Penjaga villa lapor kalau Tae Ra menginap karena sakit bersama seorang pria yang bukan suaminya dan ternyata pria itu Shim Gun Wook! stress ngga itu...

Kembali ke villa di Yang Pyung...Gun Wook sibuk di dapur, membuat campuran wine, jeruk dan gula hangat untuk menurunkan demam. Wah resep anti demam Gun Wook #1 wine direbus tambahkan jeruk, gula dan kayu manis kalo ada lalu minum selagi hangat pasti ces pleng. Dan Tae Ra pun luluh, ia meminum campuran itu dan terkejut menyadari Gun Wook tidak tidur karena menjaganya sepanjang malam.

Di perjalanan pulang ke Seoul yang kata sis Maq sekitar 2 jam naik bis, Gun wook menghentikan mobilnya di tepi danau dan Tae Ra mengaku kalau ternyata hari itu..bukan kesalahan. Paling tidak saat itu...tapi Tae Ra tidak bisa melanjutkan karena takut dengan perasaan-nya sendiri.

Gun wook menggenggam tangan Tae Ra dan Tae Ra bersandar pada Gun Wook, menangis. Gun wook mencium rambut Tae Ra dan menyandarkan kepalanya ke kepala Tae Ra.

Keduanya sampai di rumah Tae Ra dan Gun wook menyuruh Tae Ra masuk untuk istirahat (what? Tuan besar Park sama sekali tidak sadar istrinya tidak pulang? tidak menelepon? tidak mencarinya? apa dia juga tidak pulang? oh kasihan So Dam) Tae Ra membaringkan badannya dan sadar ia sudah menjalin affair.

Gun Wook sampai ke kantor dan mendapat laporan kalau beritanya sudah dirilis, berita yang akan mengguncang Haeshin. Gun Wook puas.

Tuan Hong marah dan memanggil Sekretaris Kim, apa ini apa maksud berita ini? Putra Konglomerat yang memanipulasi harga saham itu maksudnya Tae Kyun?

Sekretaris Kim janji akan memeriksanya. Lalu membawa Tae Kyun menemui Tuan Hong. Sebelum bertemu ayahnya, dia minta sekretaris Kim mengurus berita itu. Sekretaris ini pintar juga dan berkata kalau ada yang sengaja menyebarkan rumor itu. Tae Kyun heran, tidak masuk akal.

Jae In melihat Gun Wook tidur di lorong lobby kantor. Jae in melambaikan tangan dan mengira Gun wook tidur, tapi justru Gun Wook menarik tangan Jae in dan menjadikan bahu Jae in sandaran. Jae in heran kenapa kau mengantuk memang kau tidak tidur? Gun Wook mengaku kalau ia kerja. Jae in heran, kerja apaan? Gun Wook minta Jae in tidak bergerak sebentar saja, tenang saja Hong Tae sung sedang keluar.

Jae in bicara sesuatu tapi Gun Wook tidak bereaksi tampaknya benar2 tidur. Jae in ingin membelai rambut Gun Wook tapi berhenti dan duduk bersandar pada kepala Gun Wook.

 

Sumber : kadorama-recaps.blogspot.com

 

Episode Sebelumnya

Episode Selanjutnya